Share

Tafsir Surat Ali Imran Ayat 97: Keutamaan Luar Biasa Menunaikan Ibadah Haji

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Kamis 19 Mei 2022 07:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 330 2596453 tafsir-surat-ali-imran-ayat-97-keutamaan-luar-biasa-menunaikan-ibadah-haji-904jdfRzLf.jpg Ilustrasi tafsir Surat Ali Imran Ayat 92 tentang keutamaan ibadah haji. (Foto: Shutterstock)

SURAT Ali Imran Ayat 97 mengisahkan tentang ibadah haji. Haji merupakan salah satu Rukun Islam yang menempati posisi kelima. Ibadah ini dapat dilakukan satu kali seumur hidup atau lebih.

Ibadah haji tidaklah wajib. Namun bagi kaum Muslimin yang memiliki rezeki berlebih hendaknya menunaikan haji.

Baca juga: Surat Ali Imran Ayat 191: Orang-Orang Berakal yang Mengingat Allah Ta'ala 

Kenapa haji hanya bagi yang mampu saja? Sebab, haji merupakan sebuah ibadah yang memerlukan biaya cukup mahal dan waktu tunggu yang lama. Jamaah di Indonesia bisa menunggu sekira 10 tahun, bahkan lebih, untuk diberangatkan haji oleh pemerintah.

Lantas, bagaimana isi Surat Ali Imran Ayat 79 yang mengisahkan tentang haji? Berikut ulasannya.

فِيهِ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

Artinya: "Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS Ali Imran: 92)

Baca juga: Isi Surat Ali Imran Ayat 190: Tanda-Tanda Orang Berakal 

Tafsir Surat Ali Imran Ayat 79

Adapula tafsir ringkas yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama RI, yaitu sebagai berikut:

Di sana, di Masjidil Haram, terdapat tanda-tanda yang jelas tentang keutamaan dan kemuliaannya di antaranya Maqam Ibrahim, yaitu bekas telapak kaki Nabi Ibrahim tempat beliau berdiri waktu membangun Kakbah; Hajar Aswad, Hijir Ismail, dan yang lainnya (Lihat: Surah Al Baqarah/2: 125). Barang siapa memasukinya, menjadi amanlah dia dari gangguan-gangguan.

Dan di antara kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang islam yang sudah akil balig yang mampu mengadakan perjalanan ke sana, mempunyai bekal yang cukup untuk dirinya dan keluarga yang ditinggalkan, kemampuan fisik, ada sarana pengangkutan dan aman dalam perjalanan. Barang siapa mengingkari kewajiban haji, maka dia adalah kafir, karena tidak percaya pada ajaran Islam.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ketahuilah bahwa Allah mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) apapun dari seluruh alam, baik yang taat dan menjalankan ibadah haji, yang durhaka, maupun yang kafir. Setelah jelas dalil dan penjelasan yang diberikan kepada ahli kitab atas kebohongan mereka, tetapi mereka tetap ingkar, maka Allah memerintahkan kepada nabi Muhammad, “katakanlah wahai ahli kitab! mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, mendustakan Al-Qur'an dan mengingkari kerasulanku, padahal Allah maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan' tidak ada kedustaan dan perbuatan kalian yang samar bagi Allah walaupun kalian berusaha menyembunyikannya. Dia akan membalas keburukan perbuatan kalian kelak di hari kiamat."

Demikian penjelasan mengenai tafsir dan arti Surat Ali Imran Ayat 92. Semoga bermanfaat. Aamiin Allahumma aamiin. Allahu a'lam bisshawab.

Baca juga: Surat Ali Imran Ayat 159: Keuntungan Bersikap Lemah Lembut dan Sabar 

Baca juga: Alquran Surah Ali Imran Ayat 1-200 Lengkap dengan Terjemahan Latin dan Artinya 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini