Share

Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 254: Kewajiban Berinfak di Jalan Allah Ta'ala

Komaruddin Bagja, Jurnalis · Jum'at 20 Mei 2022 02:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 330 2596760 tafsir-surat-al-baqarah-ayat-254-kewajiban-berinfak-di-jalan-allah-ta-ala-lbNGB4oSlX.jpg Ilustrasi tafsir Surat Al Baqarah Ayat 254. (Foto: Shutterstock)

SURAT Al Baqarah Ayat 254 menjelaskan kewajiban seorang hamba untuk berinfak di jalan Allah Subhananhu wa Ta’ala selagi masih ada kesempatan. Berikut bunyi Surat Al Baqarah Ayat 254:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَٰعَةٌ ۗ وَٱلْكَٰفِرُونَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ Arab-Latin:

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.

Dalam Tafsir Al-Muyassar dari Kementerian Agama Saudi Arabia, Allah mengimbau kepada hambaNya agar mau mengeluarkan zakat yang wajib serta bersedekah dengan rezeki pemberian dari RabbNya sebelum hilang kesempatan. Baik mati ataupun hari kiamat.

Karena saat kiamat itu tidak ada kegiatan jual beli yang menghasilkan keuntungan. Harta sebanyak apapun tak dapat menebus kita dari siksaan. Hubungan persaudaraan, suami istri pun tidak dapat menolong pada saat hari akhir.

Hal senada juga disampaikan dalam Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah menjelaskan bahwa Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk berinfak pada segala jenis jalan kebaikan dengan harta yang Allah berikan kepada mereka.

Membayar zakat dan bersedekah saat ini akan menjadi syafaat pada hari akhir kelak. Karena di hari kiamat hari dimana seseorang tidak dapat menebus dirinya dengan harta dan tidak akan mendapatkan penolong yang dapat menolongnya dari azab.

Sementara itu, Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi dalam Aisarut Tafasir Allah Ta’ala memanggil hamba-hambaNya yang beriman dan memerintahkan mereka untuk mengeluarkan sebagian harta (infaq) di jalan Allah.

Sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Nya dan mengumpulkan bekal sebelum hari kiamat, untuk menghadapi perjumpaan dengan Nya dimana tidak ada lagi tebusan maupun jual beli.

Tidak ada sedekah yang bermanfaat dan syafa’at yang berlaku. Orang-orang yang ingkar (kafir) terhadap kenikmatan Allah dan syariat-syariatNya merekalah orang-orang zhalim yang pantas mendapatkan azab, keharaman dan kerugian.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dari penjelasan para ulama di atas, Pelajaran dari Surat Al Baqarah ayat 254 adalah Kewajiban untuk berinfaq di jalan Allah dari hasil yang Allah rizkikan kepada hambaNya.

Peringatan agar tidak lalai melakukan sebab keberhasilan pada hari kiamat, pada saat tidak ada tebusan ataupun teman dekat yang berguna, tidak ada juga syafa’at. Di antara sebab terbesar adalah beriman dan beramal shalih, serta mengeluarkan harta untuk sedekah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dalam jihad dan selainnya.

Kewajiban berinfak di Jalan Allah harus segera kita segerakan sebelum terlambat. Karena hal itu tertuang dalam Surat Al Baqarah Ayat 254.

Wallahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini