Share

Pangeran Sakit Parah, Abu Nawas Obati Cuma Pakai Cerita Orang Tua! Kok Bisa?

Hantoro, Jurnalis · Sabtu 21 Mei 2022 06:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 614 2597512 pangeran-sakit-parah-abu-nawas-obati-cuma-pakai-cerita-orang-tua-kok-bisa-WizyrELG17.jpg Ilustrasi cerita lucu Abu Nawas. (Foto: Istimewa/Sindonews)

CERITA lucu Abu Nawas kali ini tentang sosok kocak itu yang mendadak menjadi tabib. Berawal dari masyarakat mendapati putra mahkota Baginda Raja sedang jatuh sakit. Banyak tabib didatangkan ke istana untuk mengobati sang pangeran, tetapi tidak satu pun yang berhasil menyembuhkannya. Akhirnya pihak istana mengadakan sayembara untuk masyarakat luas.

Siapa saja yang bisa menyembuhkan pangeran akan mendapat hadiah dari Baginda Raja. Meskipun bukan seorang tabib, Abu Nawas mengajukan diri dan yakin bisa menyembuhkan pangeran.

Baca juga: Abu Nawas Teriak-Teriak Suka dengan Fitnah, tapi Kok Raja Malah Tertawa? 

"Saya membutuhkan seorang tua yang di masa mudanya sering mengembara ke pelosok negeri," ujar Abu Nawas, dikutip dari nu.or.id, Sabtu (21/5/2022).

Ilustrasi humor Abu Nawas. (Foto: Istimewa/Matematrik/Sindonews)

Orang tua yang diinginkan Abu Nawas pun didatangkan oleh Raja. "Sebutkan satu per satu nama-nama desa di daerah selatan," pinta Abu Nawas kepada orang tua itu.

Ketika orang tua tersebut menyebutkan nama-nama desa bagian selatan, Abu Nawas menempelkan telinganya ke dada sang pangeran. Kemudian Abu Nawas memerintahkan agar menyebutkan bagian utara, barat, dan timur.

Baca juga: Kisah Abu Nawas Bunuh Diri Minum "Racun" tapi Malah Kekenyangan! 

Setelah semua bagian negeri disebutkan, Abu Nawas mohon agar diizinkan mengunjungi sebuah desa di sebelah utara. Raja merasa heran. "Kamu didatangkan ke sini bukan untuk berlibur," kata Raja.

"Sang pangeran sedang jatuh cinta pada seorang gadis desa di sebelah utara negeri ini," kata Abu Nawas menjelaskan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Raja bertanya, "Bagaimana kau tahu?"

"Ketika nama-nama desa di seluruh negeri disebutkan, tiba-tiba degup jantungnya bertambah keras ketika mendengarkan nama sebuah desa di bagian utara negeri ini. Sang pangeran tidak berani mengutarakannya kepada Baginda."

"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Raja.

"Mengawinkan pangeran dengan gadis desa itu," jelas Abu Nawas.

Baca juga: Atasi Ibu-Ibu Rebutan Bayi, Abu Nawas: Dibelah Jadi Dua Saja 

"Kalau tidak?" ucap Raja ragu-ragu.

"Cinta itu buta. Kalau tidak diobati kebutaannya, pangeran akan mati," jawab Abu Nawas yang sarannya seketika diterima Raja.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini