Share

Isi Surat Al Baqarah Ayat 8: Larangan Berbuat Dusta dan Kemunafikan

Komaruddin Bagja, Jurnalis · Sabtu 21 Mei 2022 01:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 614 2597519 isi-surat-al-baqarah-ayat-8-larangan-berbuat-dusta-dan-kemunafikan-M5J9FbtoQ8.jpg Ilustrasi Surat Al Baqarah Ayat 8. (Foto: Pok Rie/Pexels)

SURAT Al Baqarah Ayat 8 berisi larangan berbuat dusta dan juga memiliki sifat munafik. Berikut isi firman Allah Azza wa Jalla tersebut:

ูˆูŽู…ูู†ูŽ ูฑู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู…ูŽู† ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุกูŽุงู…ูŽู†ู‘ูŽุง ุจููฑู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุจููฑู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ูฑู„ู’ุกูŽุงุฎูุฑู ูˆูŽู…ูŽุง ู‡ูู… ุจูู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ

Artinya: Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

Berdasarkan Tafsir Al-Muyassar Kementerian Agama Saudi Arabia tentang Surat Al Baqarah ayat 8 yakni di antara manusia ada sekelompok orang yang bimbang dan bingung antara menjadi bagian dari orang-orang yang beriman atau menjadi bagian dari orang-orang yang kufur.

Dan mereka itu adalah orang-orang munafik yang dengan lisan mereka mengatakan โ€œkami membenarkan kepada Allah dan hari akhirโ€ sedangkan secara batin mereka berdusta dan tidak beriman.

Sementara itu menurut Tafsir As-Sa'di karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 itu menjelaskan, arti kemunafikan yaitu menyembunyikan kejahtan dan menampakkan kebaikan.

Dalam sabdanya, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa sallam mengatakan, ciri orang munafik ada tiga: jika berbicara ia berdusta, jika berjanji dia ingkari dan jika diberi amanah dia berkhianat". Dalam riwayat yang lain "jika bertengkar dia berlebihan:

Pembahasan mengenai kemunafikan cukup banyak terdapat di Alquran.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: "Orang-orang munafik takut akan turun terkait kelakuan mereka suatu surat yang menerangkan apa yang mereka sembunyikan di dalam hati-hati mereka berupa kekafiran. " (QS At-Taubah: 64)

Allah Subhanahu wa ta'ala menyifati mereka dengan sifat dasar kemunafikan dalam firmanNya yang berbunyi โ€œDi antara manusia ada yang mengatakan, โ€™kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, โ€™padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman, โ€ karena mereka mengatakan dengan lisan mereka apa yang tidak ada dalam hati mereka, lalu Allah mendustakan mereka dengan berfirman, โ€œpadahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman, โ€ karena keimanan yang hakiki itu adalah sesuatu yang disepakati oleh hati dan lisan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dari firman Allah Taโ€™ala tersebut bahwa pelaku atau orang munafik menampilkan sesuatu kepada apa yang diperdayainya dan menyembunyikan hal berbeda demi memperoleh yang diinginkannya dari orang yang diperdayai tersebut.

Ketika mereka menipu Allah dan manusia lain, sesungguhnya tipu daya itu balik kembali kepada para pelakunya. Mereka ibarat sedang makar, menipu dan menghancurkan diri mereka sendiri.

Menurut Aisarut Tafasir karya Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi bahwa Makna ayat Setelah Allah Taโ€™ala menyebutkan golongan orang yang sempurna keimanannya, dan menyebutkan juga lawan dari orang mukmin yaitu golongan orang kafir yang tenggelam dalam kekufurannya, maka Allah menyebutkan golongan yang ketiga yaitu orang-orang munafik.

Mereka adalah orang yang menampakkan keimanan secara lahir namun dalam hatinya menyimpan kekufuran. Mereka itu lebih buruk dibandingkan orang kafir yang sudah tenggelam dalam kekufurannya.

Pelajaran dari Surat Al Baqarah Ayat 8 tentang peringatan bagi umat manusia agar tidak memiliki sifat munafik, pendusta, dan penuh tipu daya.

Wallahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini