JAKARTA - Petugas haji yang tergabung dalam Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2022 melakukan gladi posko di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Gladi posko dilakukan dalam rangka simulasi melayani hingga memberikan perlindungan bagi calon jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.
"Proses simulasi ini dalam rangka mengetahui sejauh mana materi bimbingan teknis yang diberikan narasumber dapat diimplementasikan oleh para petugas haji agar dapat melayani jamaah haji Indonesia dengan baik," kata Kasubdit Bina Petugas Haji, Suvianto kepada wartawan, Sabtu (21/5/2022).
BACA JUGA:Kuota Jamaah Haji Terbanyak di Dunia, Menteri Saudi: Indonesia Dapat Tempat Istimewa
Simulasi ini dilakukan oleh seluruh PPIH Arab Saudi yang tersebar di 3 daerah kerja (daker). Mulai dari Daker Bandara, Daker Madinah dan Daker Makkah.
Gladi posko merupakan rangkaian dari bimbingan teknis (bimtek) PPIH Arab Saudi yang berjumlah 828 orang.
Tercatat, total keseluruhan petugas haji tahun ini mencapai 1.901 yang akan melayani 100.051 calon jamaah haji selama di Arab Saudi.
"Tahun ini tantangan cukup besar. Karena dua tahun tidak ada ibadah haji, petugas juga rata-rata belum berpernah bertugas. Tapi kita berharap dapat melakukan tugas dengan baik walaupun waktu terbatas," katanya.
BACA JUGA:Lunasi Biaya, 89.715 Jamaah Konfirmasi Keberangkatan Haji
Gladi posko dilakukan untuk mengetahui gambaran situasi di Arab Saudi dan memahami tugas serta fungsi para petugas haji.
"Ini kayak miniatur di Arab Saudi. Lewat gladi posko ini kita berharap mereka bisa memahami tugas-tugasnya,” katanya.
Gladi posko pun dimulai dari petugas haji di daerah kerja (Daker) bandara dalam menyambut kedatangan perdana calon jamaah haji Indonesia pada Juni 4 Juni 2022.
Gladi posko akan dibagi dalam tiga babak. Pertama kedatangan gelombang 1 di mana para jamaah akan datang melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah.
Kemudian gladi posko memasuki babak ke dua di mana jamaah gelombang 2 datang melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
Gladi posko kemudian berlanjut ke simulasi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Dalam simulasi ini terlihat para petugas haji menunjukkan kesiapan dan kesiagaan dalam melayani calon jamaah haji Indonesia.
Banyak hal terjadi dalam simulasi ini, mulai dari calon jamaah haji yang kehausan, bingung, minta pulang, kelelahan, pingsan hingga marah-marah.
"Saya mau pulang," teriak calon jamaah haji. Saat kondisi ini terjadi, para petugas mampu menenangkan jamaah haji tersebut.
Kondisi lain yang dihadapi saat simulasi seperti para calon jamaah haji bertanya soal bagasi, terpisah dari rombongan hingga ada yang pingsan. Saat ada yang pingsan, dengan sigap petugas langsung menolong calon jamaah haji saat simulasi dengan memberikan pertolongan sesuai prosedur yang berlaku.
Secara keseluruhan, para petugas bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan mampu menjalankan pelatihan sesuai yang diberikan fasilitator PPIH Arab Saudi.
"Persiapan petugas haji saya kira sudah 90 persen. Tinggal keberangkatan, ini akhir dari proses rangkaian bimtek," tutup Suvianto.
(Awaludin)