Share

Fokus Pelajari Kitab Agama Lain, Pria Ini Justru Yakin Masuk Islam

Melati Septyana Pratiwi, Jurnalis · Minggu 22 Mei 2022 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 22 621 2598262 fokus-pelajari-kitab-agama-lain-pria-ini-justru-yakin-masuk-islam-H4WRm0UPbY.jpg Kisah Andi jadi mualaf setelah pelajari kitab agama lain. (Foto: YouTube Ngaji Cerdas)

HIDAYAH Islam bisa datang dari mana pun dan kepada siapa saja. Bahkan ketika sedang giat mendalami agama yang dianut, hidayah memeluk ajaran Islam bisa tiba-tiba muncul.

Hal inilah yang benar-benar dialami oleh pria bernama Andi. Sebelum menjadi seorang Muslim, Andi lahir dari lingkungan keluarga non-Muslim.

Baca juga: Kisah Wanita Amerika Sembuh dari Depresi dan Narkoba Usai Masuk Islam 

Meski begitu, ternyata Andi tidak sepenuhnya yakin dengan agama tersebut. Hal ini diawali ketika dia merasa kurang nyaman saat beribadah.

"Mohon maaf, kan ada atribut seperti patung dan sebagainya," ujar Andi, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Ngaji Cerdas, Ahad (22/5/2022).

Kisah Andi jadi mualaf setelah pelajari kitab agama lain. (Foto: YouTube Ngaji Cerdas)

Hati Andi mulai tergerak mencari pembenaran. Namun, dia merasa agama yang saat itu dianut seperti bertentangan dengan kitabnya sendiri.

Dirinya mulai ragu dan tergiur untuk pindah ke agama lain. Apakah Andi langsung menemukan Islam? Tidak, keputusan dia jatuh pada lain.

Baca juga: Kisah Mualaf Presenter Ladislao Camara Carranza, Berawal Bertahan Hidup Makan Sampah di Jakarta! 

Tapi ternyata agama baru Andi juga tidak membuatnya puas. Dia mengaku masih menemukan sesuatu yang dirasa kurang.

Jalan yang Andi tempuh bukan langsung mempelajari agama lain, tetapi mendalami kitabnya terlebih dahulu. Namun, makin dari menyusuri ayat-ayat kitab tersebut, kejanggalan mulai mencuat.

"Seperti kayak kitab itu sendiri. Kitab masih ada unsur tauhidnya. Tapi kenapa di dalamnya ada doktrin. Ini yang saya agak janggal," kata Andi.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Berangkat dari perasaan itu, dirinya merasa harus menemukan agama yang sebenar-benarnya. Sebab, Andi tidak ingin salah pilih agama, karena takut berdampak pada kehidupan di akhirat selamanya.

Walaupun mulanya sempat menilai Islam adalah agama yang keras, lambat laun dia merasa harus mempelajari ajaran tersebut. Ia membuang sejenak segala doktrin agama lama agar bisa melihat sisi baik dan buruk antara agama lama dan juga Islam.

Sembari terus mendalami dua agama itu, Andi lantas berdoa pada Tuhan untuk dibukakan jalan terbaik. Perlahan, dirinya mulai melihat islam sebagai agama tanpa cela.

Baca juga: Cobaan Ibu dan Anak Jadi Mualaf, Diusir Keluarga Besar hingga Makan Sepiring Berempat 

"Dari sisi Alquran, saya pelajari tidak ada yang salah dari Alquran. Kalau seandainya Alquran tidak salah, berarti saya tidak punya alasan untuk tidak masuk Islam," tuturnya.

Usaha Andi memahami ajaran agama Islam makin berkembang. Dirinya sampai menonton kajian-kajian dari berbagai pemuka agama di YouTube.

Lagi dan lagi, Andi bepikir Islam benar-benar tak memiliki celah kesalahan sama sekali. Hatinya makin mantap memeluk ajaran agama yang dibawa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam ini.

Baca juga: 9 Fakta Bule Inggris Masuk Islam Usai Ikutan Puasa Ramadan, Ibunya yang Non-Muslim Mendukung! 

Andi ditemani beberapa teman ke kawasan Sunda Kelapa. Di sana, bibirnya mengucap syahadat dan semu keraguan lenyap begitu saja.

Bagi Andi, perasaan lega luar biasa sangat ia rasakan kala itu. Sejak saat itu Andi resmi menjadi seorang Muslim. Kini sudah satu tahun Andi meyakini Islam dan masih tetap yakin bahwa Islam adalah agama yang benar.

Wallahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini