Share

Tujuh Keistimewaan Angka 7 Menurut Syekh Al Hamdani, Salah Satunya soal Masa Umur Manusia

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 26 Mei 2022 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 26 330 2600607 tujuh-keistimewaan-angka-7-menurut-syekh-al-hamdani-salah-satunya-soal-masa-umur-manusia-LSjFSF1iX9.jpg Ilustrasi keistimewaan angka 7 menurut Syekh Al Hamdani. (Foto: Shutterstock)

KIESTIMEWAAN angka 7 menurut Syekh Al Hamdani akan dibahas dalam artikel berikut ini. Angka 7 bisa disebut sebagai bilangan istimewa, di antara alasannya adalah karena sejumlah ayat Alquran secara eksplisit menyebutkan angka 7. Keistimewaan ini kemudian mendorong Syekh Abi Nashr Muhammad bin Abdur Rahman al-Hamdani menulis kitab “As-Sab’iyyat fi Mawa’idh al-Bariyyat” (Nasihat Tujuh kepada Makhluk Bumi).

Dikutip dari nu.or.id, Ustadz Muhammad Aiz Luthfi menjelaskan dalam kitab ini tersusun menjadi tujuh bab yang menjelaskan sejumlah peristiwa penting dan terjadi dalam 7 hari (Sabtu sampai Jumat) untuk kemudian diambil hikmah dan pelajarannya. Sesuai jumlahnya, Syekh Al Hamdani mengungkap misteri dan keistimewaan angka 7 dengan menyampaikan 7 alasan yang dikuatkan dengan dalil naqli dan aqli.

Baca juga: Surat Al Maidah Ayat 91: Minuman Keras dan Judi Cara Setan Membuat Perpecahan 

Pertama, Allah Subhanahu wa ta'ala menciptakan tujuh lapis langit yang dihiasi dengan keindahan bintang-bintang bagi yang memandangnya, hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam Surat An-Naba’ Ayat 12 dan Al Hijr Ayat 16:

‎وَّبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا

"Dan Kami membangun di atas kamu tujuh langit yang kokoh." (QS An-Naba’: 12)

‎وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِى السَّمَاۤءِ بُرُوْجًا وَّزَيَّنّٰهَا لِلنّٰظِرِيْنَۙ

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang di langit dan menjadikannya terasa indah bagi orang yang memandangnya." (QS Al Hijr:16).

Kedua, Allah Subhanahu wa ta'ala menghiasi bumi dengan adanya tujuh daratan dan lautan. Hal ini sesuai dengan firman-Nya yang ada dalam Surat Ath-Thalaq Ayat 12 dan Surat Luqman Ayat 27:

‎ٱللَّهُ ٱلَّذِی خَلَقَ سَبۡعَ سَمَـٰوَ ٰ⁠تࣲ وَمِنَ ٱلۡأَرۡضِ مِثۡلَهُنَّ

"Allah yang menciptakan tujuh langit dan menciptakan bumi juga serupa." (QS Ath-Thalaq: 12)

‎وَّالْبَحْرُ يَمُدُّهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖ سَبْعَةُ اَبْحُرٍ

"Dan ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi setelah keringnya." (QS Luqman: 27)

Ketiga, Allah Subhanahu wa ta'ala menciptakan 7 lapis neraka yaitu neraka (1) Jahannam, (2) Sa’ir, (3) Saqar, (4) Jahim, (5) Hathamah, (6) Ladza, dan (7) Hawiyah. Neraka tersebut kemudian disiapkan dengan 7 pintu sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al Hijr Ayat 44:

‎لَهَا سَبْعَةُ اَبْوَابٍۗ لِكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُوْمٌ

"Neraka Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Setiap pintu telah ditetapkan untuk golongan tertentu dari mereka."

Baca juga: Demi Lolos dari Pukulan Istri, Abu Nawas Korbankan Maling yang Menyelinap, Apes Banget! 

Keempat, Allah Subhanahu wa ta'ala menghiasi Alquran dengan adanya tujuh jenis bacaan dan tujuh ayat dalam Surat Al Fatihah yang sering dibaca sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al Hijr Ayat 87:

‎وَلَقَدْ اٰتَيْنٰكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِيْ وَالْقُرْاٰنَ الْعَظِيْمَ

"Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang dibaca berulang-ulang dan Alquran yang agung."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kelima, Allah Subhanahu wa ta'ala menghiasi manusia dengan tujuh anggota tubuh yang dihiasi dengan 7 macam ibadah, yaitu 2 (dua) tangan untuk berdoa, 2 (dua) dua kaki untuk berkhidmah dalam kebaikan, 2 (dua) lutut untuk bersimpuh kepada Allah Ta'ala, dan 1 (satu) wajah untuk bersujud kepada-Nya. Allah Ta'ala berfirman dalam Surat Al ‘Alaq Ayat 19:

‎وَٱسۡجُدۡ وَٱقۡتَرِب

"Dan sujudlah serta dekatkanlah dirimu kepada Allah."

Keenam, Allah Subhanahu wa ta'ala menjadikan umur manusia menjadi tujuh masa, yaitu (1) radli’ (masa menyusui), (2) fathim (masa penyapihan), (3) shabiy (masa kanak-kanak), (4) ghulam (masa remaja), (5) syab (masa pemuda), (6) kahl (masa dewasa), dan (7) syaikh (masa tua).

Selain itu, Syekh al Hamidi juga mengungkapkan jumlah 7 kata dalam kalimat tauhid, yaitu:

‎ لآ اِلٰهَ إِلَّا اللّهُ مُحَمَّدٌ رَسُوُلُ اللّهِ

Kalimat tersebut jika dipecah akan menjadi 7 kata yaitu: (1) لآ (Tidak ada), (2) اِلٰهَ (Tuhan), (3) إِلّا (kecuali), (4) اللّهُ (Allah), (5) مُحَمَّدٌ (Muhammad), (6) رَسُوُل (utusan), dan (7) اللّهِ (Allah).

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surat Al Fath Ayat 26:

‎وَاَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوٰى وَكَانُوْٓا اَحَقَّ بِهَا وَاَهْلَهَا ۗوَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا

"Dan (Allah) mewajibkan kepada mereka tetap taat menjalankan kalimat takwa dan mereka lebih berhak dengan itu dan patut memilikinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Ketujuh, Allah Subhanahu wa ta'ala menghiasi bumi ini dengan adanya tujuh wilayah/teritorial, yaitu (1) Hidustan, (2) Hijaz, (3) Bashrah, Badiyah dan Kufah; (4) Irak, Syam, dan Khurasan sampai Balkha; (5) Romawi dan Armenia, (6) negara tempat Ya’juj dan Ma’juj, dan (7) China dan Turkistan.

Itulah penjelasan yang disampaikan oleh Syekh al-Hamdani mengenai keistimewaan angka 7. Umumnya, kitab As-Sab’iyyat fi Mawa’idhil Bariyyat yang beredar di pasaran digabungkan dengan kitab Al-Majalisus Saniyyah, tepatnya berada di pinggir kitab.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini