Share

Golongan Orang yang Mati Syahid, Salah Satunya karena Tenggelam

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 06 Juni 2022 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 06 330 2606302 golongan-orang-yang-mati-syahid-salah-satunya-karena-tenggelam-BBSLcZTXl0.jpg Ilustasi korban tenggelam termasuk golongan mati syahid. (Foto: Freepik)

DUKA mendalam masih menyelimuti keluarga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil karena putra sulungnya Emmeril Kahn Mumtadz atau akrab disapa Eril dinyatakan meninggal dunia akibat hilang tenggelam di Sungai Aare, Swiss, pada 26 Mei 2022.

Meskipun hingga kini jenazah Eril masih belum diketahui, ucapan dan karangan bunga sebagai ungkapan belasungkawa masih terus berdatangan membanjiri kediaman mantan Wali Kota Bandung itu.

Baca juga: Temui Ridwan Kamil, Ustadz Adi Hidayat: Eril Sosok Berbakti ke Orangtua 

Eril putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Instagram @emmerilkahn)

Sementara sejumlah netizen mendoakan Eril wafat dalam keadaan syahid karena tenggelam dan sedang mencari sekolah untuk melanjutkan kuliah S2-nya di Swiss. Salah satu yang mengatakan demikian adalah Ustadz Yusuf Mansur (UYM).

"Syahid ini almarhum Eril, sebab lagi studi kan? Nuntut ilmu. Proses S-2, dan anaknya baik banget. Banyak kesaksiannya," ujar Ustadz Yusuf Mansur dalam unggahannya di akun Instagram @yusufmansurnew.

Baca juga: Baca Dzikir Asmaul Husna untuk Putra Ridwan Kamil, Ary Ginanjar: Aa Eril Tidak Hilang tapi Dipeluk Allah 

Menurut ulama pendiri Majelis Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, Habib Munzir bin Fuad al Musawa (1972–2013), ada lebih dari tujuh kelompok orang yang mati syahid sebagaimana disebut Imam An-Nawawi dalam Syarh Nawawi ala Shahih Muslim.

Akan tetapi dalam hadis riwayat Shahih Al Bukhari disebutkan hanya lima. Di dalam riwayat lain lebih banyak lagi.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ، وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيقِ، فَأَخَّرَهُ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ، فَغَفَرَ لَهُ، ثُمَّ قَالَ الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ، الْمَطْعُونُ، وَالْمَبْطُونُ، وَالْغَرِيقُ، وَصَاحِبُ الْهَدْمِ، وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ.

Artinya: "Rasulullah Ahalallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Ketika seseorang berjalan di jalan, ia menemukan ranting kayu penuh duri, lalu ia menyingkirkannya, maka Allah berterima kasih padanya, maka Allah mengampuni dosa dosanya, lalu Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam meneruskan sabdanya: Syuhada adalah lima yaitu orang yang wafat terkena penyakit tha'un, orang yang wafat terkena sakit di perutnya, orang yang wafat tenggelam, orang yang wafat terkena reruntuhan/longsor, dan orang yang wafat dalam peperangan di jalan Allah." (Shahih Al Bukhari)

Baca juga: Ini Kata Aa Gym soal Eril Putra Ridwan Kamil Disebut Syahid Akhirat 

Kemudian Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) untuk Jakarta Timur Ustadz Asroni Al Paroya mengatakan tidak ada satu pun yang mengetahui cara menghadapi kematian karena sudah jadi rahasia Allah Subhanahu wa ta'ala.

Menurut Ustadz Asroni, salah satu yang bisa dilakukan agar manusia meninggal dalam keadaan husnulkhatimah adalah dengan cara bertakwa, yakni meningkatkan kualitas keimanan dan ibadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Baca juga: Eril Putra Ridwan Kamil Belum Ditemukan, Ustadz Adi Hidayat Ajak Masyarakat Terus Mendoakan 

"Namun, tentu modal takwa adalah yang utama dan juga terus meningkatkan kualitas keimanan dan ibadah kita kepada Allah Subhanahu wa ta'ala," ujarnya saat dihubungi MNC Portal belum lama ini.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini