Share

Siswa SLB Beranda Istimewa Belajar di Ruangan Bekas Garasi

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 07 Juni 2022 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 07 614 2606863 siswa-slb-beranda-istimewa-belajar-di-ruangan-bekas-garasi-mlqAI9ddaO.jpg SLB Beranda Istimewa di Kabupaten Ngawi. (Foto: ACT)

LIMA tahun sudah Sekolah Luar Biasa (SLB) Beranda Istimewa di Grudo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, berdiri. Sekolah yang berawal dari keinginan Ibu Reni agar sang anak yang berkebutuhan khusus mendapat akses pendidikan ini tidak banyak berubah.

Ruang kelas SLB masih menggunakan ruangan bekas garasi mobil berukuran 3x9 meter. Ruangan seluas itu kini digunakan oleh 25 siswa berkebutuhan khusus belajar secara bergantian. "Saat ini guru ada 12 orang, satu guru memegang satu siswa, jadi dua kali shift," ujar Ibu Reni.

Baca juga: Pembangunan Terhenti, Masjid di Mamuju Kini Tak Memadai 

SLB Beranda Istimewa di Kabupaten Ngawi. (Foto: ACT)

Ia melanjutkan, siswa SLB Beranda Istimewa tidak hanya berasal dari Ngawi, ada siswa yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro. Ini karena keberadaan SLB di Ngawi dan sekitarnya jumlahnya masih sedikit.

"Walaupun (SLB Beranda Istimewa) terlihat kecil dan tidak layak, saya berusaha menghadirkan pendidikan terbaik untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Karena butuh perlakuan khusus, kami berusaha menghadirkan proses pembelajaran yang baik yakni 1 siswa di-handle 1 guru karena masing-masing anak perlakuannya berbeda," katanya.

Baca juga: Harapan Ibu Enung Miliki Rumah Layak Segera Terwujud 

Ibu Reni menceritakan, selalu ada kejutan dalam mengajar anak berkebutuhan khusus. Seperti anak-anak sering melempar barang, menumpahkan air minum, hingga kencing di dalam kelas. Namun hal ini tidak menyurutkan niat Ibu Reni dan para guru untuk terus memberikan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dirinya berharap dapat menghadirkan sekolah yang berkualitas untuk anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah Ngawi. Ke depan ingin membangun ruang kelas dan bangunan sekolah yang lebih luas.

"Ingin punya minimal tiga ruang supaya anak-anak bisa punya kelas dan bertahan untuk sekolah," tutup Ibu Reni.

Baca juga: ACT Terus Tebarkan Kebahagiaan Lewat Berbagai Kolaborasi dan Iftar Bersama 

Baca juga: Memaksimalkan Amalan Wakaf di Pengujung Ramadan 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini