Share

Belum Punya Masjid, Warga Ibadah di Balai Desa yang Semi Permanen

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 09 Juni 2022 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 09 614 2608649 belum-punya-masjid-warga-ibadah-di-balai-desa-yang-semi-permanen-gDGGWXgagx.jpg Warga menjadikan Balai Desa Lamayang di Kabupaten Simuelue, Aceh, sebagai masjid. (Foto: ACT)

SUDAH wajar jika balai desa menjadi tempat berkumpul warga untuk mengadakan pertemuan dan musyawarah. Akan tetapi di Desa Lamayang, Kecamatan Simeulue Tengah, Kabupaten Simeulue, balai desa juga dimanfaatkan warga sebagai masjid. Tidak ada masjid menjadi alasan warga menggunakan balai desa sebagai sarana ibadah.

Lokasi masjid terdekat dari perkampungan warga Desa Lamayang berada di Desa Wel Wel yang jaraknya cukup jauh serta medan yang sulit. Untuk sampai ke masjid terdekat tersebut, warga Lamayang harus menempuh perjalanan melewati hutan serta jalan yang masih berupa tanah.

Baca juga: Badrudin, Marbut di Sukabumi Berharap Memiliki Rumah Layak 

Warga menjadikan Balai Desa Lamayang di Kabupaten Simuelue, Aceh, sebagai masjid. (Foto: ACT)

Muhammad Ali Hanafiah dari Tim ACT Subulussalam mengatakan, oleh warga setempat, balai desa tersebut diberi nama Masjid Al Huda. Kondisi bangunan balai desa itu pun sudah memprihatinkan karena merupakan bangunan semi-permanen.

"Model bangunannya panggung, dinding dan lantainya dari tripleks. Bagian belakang enggak ada dinding penutup, jadi kalau hujan, air masuk, bikin basah ruangan masjid," kata Ali.

Baca juga: Siswa SLB Beranda Istimewa Belajar di Ruangan Bekas Garasi 

Saat dipenuhi jamaah, tambah Ali, lantai masjid berdenyit. Suara tersebut menjadi tanda bahwa bangunan masjid tidak sekukuh dahulu.

"Jemaah khawatir masjid ambruk karena enggak mampu nahan beban," jelasnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Warga pun belum bisa merenovasi balai desa yang mereka jadikan masjid tersebut. Terkendala biaya menjadi penyebab utama. Untuk swadaya pun terasa cukup berat karena mayoritas waga bekerja sebagai petani dan buruh dengan penghasilan tak menentu.

"Insya Allah ACT Subulussalam bersama dermawan akan berikhtiar membangun Masjid Al Huda lengkap dengan MCK dan sarana wudu serta peralatan sholat yang memadai. Semua ini tidak akan lepas dari peran dermawan," pungkas Ali.

Wallahu a'lam bisshawab.

Baca juga: Pembangunan Terhenti, Masjid di Mamuju Kini Tak Memadai 

Baca juga: Harapan Ibu Enung Miliki Rumah Layak Segera Terwujud 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini