Share

Bukan Almarhum, Buya Yahya Ungkap Sebutan yang Tepat untuk Orang Meninggal Dunia

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Senin 13 Juni 2022 10:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 13 330 2610443 bukan-almarhum-buya-yahya-ungkap-sebutan-yang-tepat-untuk-orang-meninggal-dunia-ORzY7RgsJI.jpg Buya Yahya ungkap sebutan yang lebih tepat untuk orang meninggal dunia, bukan Almarhum. (Foto: Dok YouTube Al Bahjah TV)

DI tengah-tengah masyarakat Indonesia ketika menyebut orang yang sudah meninggal dunia dengan kata Almarhum. Tapi tahukah, ternyata sebutan itu kurang tepat. KH Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa Buya Yahya pun mengungkap penyebutannya yang lebih tepat.

Ia mengatakan sebutan Almarhum tidak tepat untuk orang yang sudah meninggal dunia. Penyebutan ini memang seolah sudah menjadi gelar dalam budaya Indonesia, yakni Almarhum untuk laki-laki dan Almarhumah untuk perempuan.

Baca juga: Masjid Al Mumtadz Miliki Arti Terbaik, Ridwan Kamil: Dear Eril, Kami Pilihkan Nama Penuh Doa Itu Untukmu 

Ilustrasi sebutan yang tepat untuk orang meninggal dunia. (Foto: Hantoro/Okezone)

Ternyata sebutan Almarhum ini kurang tepat jika digunakan untuk orang yang sudah meninggal dunia. Pasalnya dalam bahasa Arab, jelas Buya Yahya, Almarhum berarti orang yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa ta'ala, dan tidak memiliki makna doa untuk orang yang telah wafat.

Lalu apa penyebutan yang lebih tepat untuk orang yang sudah meninggal dunia menurut syariat Islam?

Baca juga: Luar Biasa! Ini Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh, Sangat Sayang jika Dilewatkan 

Buya Yahya menjelaskan bahwa penggunaan Rahimahullah lebih tepat untuk orang yang sudah meninggal dunia. Dalam bahasa Arab, kata Rahimahullah mengandung doa yang berarti, "Semoga Allah merahmatinya." Ini lebih dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

"Rahimahullah itu artinya: 'Ya Allah berikan kasih sayang kepada dia.' Bagaimana hukum baca Rahimahullah? Dianjurkan, dianjurkan mendoakan rahmat kepada orang meninggal dunia," terang pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon tersebut, dikutip dari kanal YouTube Al Bahjah TV.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Walau demikian, penggunaan kata Almarhum juga tidak bisa disalahkan. Ini termasuk berhusnuzan atau berprasangka baik kepada orang tersebut. Namun, Buya Yahya lebih menyarankan untuk menggunakan Rahimahullah yang mengandung makna doa terbaik.

"Apakah salah? Ya enggak juga karena itu husnuzan. Semoga dia termasuk orang yang dikasih sayang oleh Allah. Tapi yang benar, dan itu (Almarhum) bukan salah, yang lebih benar adalah yang ada makna doa, Rahimahullah," ucap Buya Yahya.

Baca juga: Kisah Cowok Australia Masuk Islam Setelah Pindah ke Rumah Baru di Seberang Masjid 

Baca juga: Aneh Banget! Abu Nawas Pura-Pura Gila Supaya Gak Diangkat Jadi Hakim, Apa Sebab? 

Lebih lanjut ia tetap memperbolehkan pemakaian sebutan Almarhum. Namun, sebaiknya ditambah dengan ucapan insya Allah. Dengan begitu, sebutan tersebut tetap mengandung doa.

"Kalau pakai Almarhum, Anda tambahi insya Allah. Almarhum, orang yang telah diberi kasih sayang, insya Allah," pungkas Buya Yahya. Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini