Share

Tidak Ada MCK, Mandi dan Wudu Santri dengan Air Keruh di Parit

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 14 Juni 2022 19:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 14 614 2611449 tidak-ada-mck-mandi-dan-wudu-santri-dengan-air-keruh-di-parit-tl9M2aGH96.jpg Santri di Aceh Singkil terpaksa mandi dan wudu di parit karena ponpesnya belum memiliki MCK. (Foto: ACT)

TIDAK ada fasilitas MCK, santri Pesantren Kain Golong di Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, mandi hingga berwudu di parit. Meski air keruh, santri tetap menggunakannya.

Ali Hanafiah dari Tim ACT Subulussalam menjelaskan pihak Pesantren Kain Golong telah berupaya memaksimalkan air dari parit. Pesantren membuatkan tanggul penutup agar air di parit tidak surut. Air hasil bendungan itulah yang digunakan oleh santri.

Baca juga: Warga Timbang Hayu Garut Berharap Renovasi Mushola Kampung 

Santri di Aceh Singkil terpaksa mandi dan wudu di parit karena ponpesnya belum memiliki MCK. (Foto: ACT)

"Kalau air parit terlihat jernih, santri ngambil buat keperluan minum," kata Ali.

Ali melanjutkan, santri sebenarnya sering kali merasa malu karena saat mandi terlihat oleh orang yang lewat. Namun karena tidak punya pilihan, santri harus mengesampingkan kondisi tersebut.

Baca juga: Belum Punya Masjid, Warga Ibadah di Balai Desa yang Semi Permanen 

"Mandi, wudu, dan mencuci di parit dilihat warga yang lewat. Kalau musim kemarau dan tidak mengalir, air parit makin lama makin keruh karena sering digunakan oleh para santri," jelas Ali.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sedangkan masuk musim hujan, air parit sangat deras dan lebih kotor karena membawa lumpur. Di tengah kondisi ini, santri lebih memanfaatkan air hujan dengan menadahnya untuk berbagai keperluan.

"Meski belum memiliki fasilitas MCK, para santri tetap bersemangat untuk menimba ilmu agama Islam. Para santri dan pengurus pesantren berharap segera memiliki fasilitas MCK dan sumur, sehingga para santri tidak perlu lagi mandi dan berwudu di parit," pungkasnya.

Allahu a'lam bisshawab.

Baca juga: Badrudin, Marbut di Sukabumi Berharap Memiliki Rumah Layak 

Baca juga: Siswa SLB Beranda Istimewa Belajar di Ruangan Bekas Garasi 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini