Share

5 Jenis Mati Syahid Menurut Rasulullah: Terkena Wabah Penyakit hingga Tenggelam

Hantoro, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2022 19:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 330 2615325 5-jenis-mati-syahid-menurut-rasulullah-terkena-wabah-penyakit-hingga-tenggelam-EjJyYe30rA.jpg Ilustrasi 5 jenis mati syahid menurut Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. (Foto: Hantoro/Okezone)

ADA 5 jenis mati syahid menurut Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Ini tentu menjadi impian setiap umat manusia karena akan mendapat kemuliaan di dunia hingga akhirat kelak.

Terkait mati syahid, diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ุงู„ุดู‘ูู‡ูŽุฏูŽุงุกู ุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉูŒ ุงู„ู’ู…ูŽุทู’ุนููˆู†ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุจู’ุทููˆู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุบูŽุฑูู‚ู ูˆูŽุตูŽุงุญูุจู ุงู„ู’ู‡ูŽุฏู’ู…ู ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽู‡ููŠุฏู ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู

"Orang yang mati syahid ada lima, yakni (1) orang yang mati karena thoโ€™un (wabah), (2) orang yang mati karena menderita sakit perut, (3) orang yang mati tenggelam, (4) orang yang mati karena tertimpa reruntuhan, dan (5) orang yang mati syahid di jalan Allah." (HR Bukhari nomor 2829 dan Muslim 1914)

Baca juga: Eril Meninggal Tenggelam Insya Allah Syahid, Ini Dalil Sahih yang Menjelaskannyaย 

Dikutip dari Muslim.or.id, Ustadz Yulian Purnama S.Kom menjelaskan bahwa mati syahid di jalan Allah Subhanahu wa ta'ala ada beberapa macam: (1) Syahid di dunia dan akhirat, (2) Syahid di dunia, namun bukan syahid di akhirat; (3) Syahid di akhirat, tapi bukan syahid di dunia.

Syahid di dunia dan akhirat akan mendapatkan pahala syahadah (yang sempurna). Orang yang dihukumi sebagai syahid di dunia dan akhirat adalah orang yang gugur dalam perang dalam, keadaan sedang maju bukan sedang kabur, dalam rangka menegakkan kalimat (agama) Allah. Ia tidak makan dan minum setelah terluka dan jatuh di pertempuran dalam keadaan belum mendapatkan pengobatan.

Baca juga: Selamat! 2 Hafiz Indonesia Raih Juara MTQ Internasional di Amerikaย 

Menurut sebagian ulama, orang yang terluka di peperangan lalu sempat makan, minum, dan mendapat pengobatan setelah terlukanya; maka ia tidak dihukumi syahid. Kecuali jika hanya makan atau minum sedikit saja kemudian wafat setelah terlukanya, maka masih dihukumi syahid.

Kemudian syahid di dunia adalah orang yang gugur dalam perang, dalam keadaan maju bukan kabur, namun niatnya bukan dalam rangka menegakkan kalimat (agama) Allah. Maka di dunia ia dihukumi sebagai syahid secara zahirnya. Namun di akhirat, di sisi Allah, ia tidak mendapatkan pahala syahid.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Adapun syahid di akhirat yang bukan syahid dunia, ia diperlakukan di akhirat kelak sebagaimana orang yang mati syahid dan mendapatkan pahala syahid. Adapun di dunia, jenazahnya tetap dimandikan, dikafankan, disholati, dan jenazahnya diperlakukan sebagaimana jenazah kaum Muslimin pada umumnya. Nah, orang yang termasuk jenis ini di antaranya:

- Al Mabthun, orang yang meninggal karena penyakit di perutnya.

- Al Ghariq, orang yang mati tenggelam.

- Al Hariq, orang yang mati terbakar.

- Orang yang sakit dzatul janbi, semacam penyakit paru-paru.

- Wanita yang meninggal ketika nifas.

- Al Gharib, orang yang meninggal jauh di luar daerah tempatnya tinggal sehingga ia asing di sana.

Inilah penjelasan mengenai jenis mati syahid menurut Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dan telah dijelaskan para ulama. Semoga sangat jelas dan bermanfaat. Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini