Share

PN Surabaya Kabulkan Pernikahan Beda Agama, MUI: Bertentangan dengan Aturan Negara

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 22 Juni 2022 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 614 2616037 pn-surabaya-kabulkan-pernikahan-beda-agama-mui-bertentangan-dengan-aturan-negara-6WklP2Uo1N.jpg Ilustrasi MUI tanggapi kasus PN Surabaya kabulkan permohonan pernikahan beda agama. (Foto: Shutterstock)

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) sangat menyayangkan keputusan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang mengabulkan permohonan pernikahan beda agama dari pasangan RA dan EDS. Permohonan keduanya dikabulkan pada 26 April 2022 dan tercantum dalam penetapan nomor 916/Pdt.P/2022/PN/Sby.

Sekretaris Jenderal MUI Pusat KH Amirsyah Tambunan menegaskan bahwa pernikahan beda agama sangat bertentangan dengan aturan negara.

Baca juga: PN Surabaya Kabulkan Permohonan Warga Menikah Beda Agama, Ini Pertimbangannya 

Sekjen MUI Pusat KH Amirsyah Tambunan. (Foto: mui.or.id)

"Kedua pasangan berbeda agama dan berbeda keyakinan bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 2 (1) Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu," jelas Buya Amirsyah Tambunan, Selasa 21 Juni 2022, dikutip dari mui.or.id.

"Terkait masalah perkawinan beda agama adalah menjadi wewenang pengadilan negeri untuk memeriksa dan memutusnya. Artinya ketika memeriksa dan memutuskan sepatutnya pengadilan negeri membatalkan pernikahan tersebut," tegasnya.

Baca juga: Heboh Pro Kontra Menikah Beda Agama, Bagaimana Hukumnya di Indonesia? 

Dijelaskan bahwa pernikahan beda agama di negara Indonesia bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 29 tentang kebebasan dan kemerdekaan memeluk keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam pasal tersebut diterangkan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Selain itu, pernikahan beda agama juga melawan konstitusi yang telah dijelaskan pada UUD 1945 Pasal 28 B. Pasal 28 B (1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah; (2) Setiap orang berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

"Dengan perkawinan beda agama maka terjadi pertentangan logika hukum, karena selain beda agama juga berbeda kepercayaan yang dianut oleh calon pasangan suami istri yang dalam kasus ini harus ditolak atau dibatalkan," pungkasnya.

Baca juga: Dramatis! Petarung MMA Wilhelm Ott Ungkap Kisahnya Dapat Hidayah Islam, Berawal Kalah dari Atlet Turki 

Baca juga: Kisah Rashad, Bocah Gaza Palestina yang Jadi Hafiz Quran sejak Usia 7 Tahun 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini