Share

Sejarah Jumat, Satu-satunya Hari yang Diabadikan dalam Alquran

MNC Portal, Jurnalis · Jum'at 24 Juni 2022 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 330 2617472 sejarah-jumat-satu-satunya-hari-yang-diabadikan-dalam-alquran-f69yJ8IpcV.jpg Ilustrasi sejarah hari Jumat yang diabadikan dalam Alquran. (Foto: Shutterstock)

HARI Jumat berkah sudah diketahui banyak orang. Pasalnya di dalam hari Jumat terdapat amalan-amalan salih yang memiliki pahala sangat besar, sangat sayang jika dilewatkan begitu saja.

Kemudian hari Jumat juga dikenal sebagai Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari. Hal itu mengingat banyaknya keutamaan yang bisa didapat kaum Muslimin pada hari Jumat. Apalagi, hari Jumat yang jatuh pada bulan Ramadhan.

Baca juga: Bacaan Surat Yasin Lengkap 83 Ayat di Alquran Digital Okezone: Arab, Latin, Terjemahan Indonesia 

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan Jumat adalah hari terbaik untuk beribadah dan berdoa, terutama dalam bulan Ramadhan.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, "Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam Alaihissallam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya, dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat." (HR Muslim)

Info grafis sunah-sunah di hari Jumat. (Foto: Okezone)

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, "Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah salawat kepadaku di dalamnya karena salawat kalian akan ditunjukkan kepadaku."

Para sahabat berkata, "Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?" Nabi lalu bersabda, "Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi." (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa'i)

"Keistimewaan lain hari Jumat adalah saat-saat dikabulkannya doa, yaitu saat-saat terakhir setelah Sholat Ashar (seperti dijelaskan dalam banyak hadis) atau di antara duduknya imam di atas mimbar saat berkhotbah Jumat sampai sholat selesai ditunaikan," jelas KH Asrorun Ni'am Sholeh, seperti dikutip dari Koran Sindo.

Baca juga: Surat Al Kahfi Lengkap Teks Arab, Latin, Sunah Dibaca Setiap Jumat, Buka di Alquran Digital Okezone 

Dia juga mengatakan, Allah Subhanahu wa ta'ala mengkhususkan hari Jumat ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari umat-umat terdahulu. Di dalamnya banyak rahasia dan keutamaan yang datangnya langsung dari Allah Ta'ala.

Sementara Dosen Ushuludin di Universitas Darussalam Gontor Ahmad Fardi Saifuddin mengatakan, "Dalam Alquran sendiri satu-satunya nama hari yang dijadikan sebagai nama surat hanyalah nama hari Jumat. Sebab di dalamnya terdapat ayat yang mensyariatkan kewajiban Sholat Jumat."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dia menerangkan, mufasir yang juga ahli hadis, Al Qurtuby, menyebutkan adanya riwayat yang menyatakan bahwa adanya penyebutan istilah Jum'ah itu karena ada kata Jama'a dalam bahasa Arab yang berarti 'mengumpulkan' dan selanjutnya dimaknai sebagai 'berkumpulnya manusia (di hari itu) untuk menunaikan sholat'.

Lalu istilah ini digunakan untuk penamaan hari dilaksanakannya syariat tersebut. "Pada sejarahnya, istilah Jumat sebenarnya bisa dikatakan sebagai bentuk dari Islamisasi istilah dari nama sebelumnya."

"Al Qurtuby juga menyebutkan riwayat yang menunjukkan adanya perubahan penggunaan nama hari dari masyarakat di zaman jahiliah yang menyebutnya sebagai hari Arubah," jelasnya.

Baca juga: Simak Jadwal Sholat Hari Ini Jumat 24 Juni 2022M/24 Dzulqa'dah 1443H 

Farid melanjutkan, dalam tradisinya, masyarakat Arab jahiliyah melalui waktu dengan pekerjaan masing-masing pada hari pertama (Ahad) hingga hari kelima (Kamis), lalu berpesta dengan hasilnya pada hari Arubah.

Selanjutnya turunlah ayat dari Surat Jum'ah yang mensyariatkan Sholat Jumat bagi umat Islam sebagai pertanda perbedaan dengan tradisi jahiliah.

"Pada aspek hikmahnya, ahli tafsir Syekh Sya'rawi dalam suatu wawancara menyebutkan bahwa salah satu hikmah Sholat Jumat adalah hikmah perbaikan bagi kehidupan sosial. Di sana terjadi sinergi antara ulama dan umatnya," ungkapnya.

Baca juga: Sunah-Sunah di Hari Jumat, Nomor 8 Belum Banyak diketahui: Larangan saat Menyimak Khotbah! 

Ulama yang memiliki otoritas dalam keilmuan diamanahi untuk membimbing umat. Lalu bertemu dalam suatu majelis dengan umat manusia yang dalam kehidupan sehari-harinya tidak luput dari kesalahan.

Lantas terjadilah perbaikan pada diri manusia tadi. Perbaikan diri dan semangat baru yang dihasilkan dari perkumpulan inilah yang disebut sebagai keberkahan.

"Keberkahan individu yang diteruskan kepada keberkahan pada tingkat sosial. Keberkahan seperti inilah yang nantinya sering kita kenal dengan ungkapan Jumat Mubarak," paparnya.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini