Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jamaah Haji Wanita Asal Mojokerto Ini Sudah Ratusan Kali ke Tanah Suci, Kok Bisa?

Lukman Hakim , Jurnalis-Selasa, 28 Juni 2022 |11:52 WIB
Jamaah Haji Wanita Asal Mojokerto Ini Sudah Ratusan Kali ke Tanah Suci, Kok Bisa?
Foto: MNC Media
A
A
A

SURABAYA – Banyak cara untuk bisa mewujudkan ibadah haji ke Tanah Suci. Namun antrean yang cukup panjang, membuat masyarakat harus menunggu berpuluh-puluh tahun lamanya untuk bisa berangkat menunaikan rukun Islam yang kelima tersebut.

(Baca juga: Tampil Nyentrik, Kakek Asal Makassar Ini Asyik Joget Setiba di Makkah)

Namun, ada juga orang yang berkesempatan pergi ke tanah suci berpuluh kali atau malah ratusan kali. Salah satu diantaranya adalah Jauharoh Said. Seorang jamaah haji dari kelompok terbang (kloter) 33 asal Mojokerto.

"Alhamdulillah hingga saat ini saya sudah berhaji sebanyak 20 kali dan berumrah ratusan kali," ujarnya, kepada MNC Media, Selasa (28/6/2022).

Kesempatan berhaji berkali-kali ini karena Jauharoh menjadi pembimbing ibadah di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang ia miliki. Ia menuturkan meskipun sudah berkali-kali ke Makkah, namun dalam setiap keberangkatannya selalu saja ada ujian.

"Kalau istilah Jawanya, gak pinter-pinter. Selalu saja ada masalah. Namanya saja mengharap surganya Allah Ta’ala. Pasti tidak mudah," tutur wanita yang pernah mengajar di sebuah SMP Negeri ini.

Sebagai pembimbing di KBIH, Jauharoh punya tanggung jawab membimbing semua jamaah baik laki-laki maupun perempuan. "Meskipun saya wanita, tapi saya membimbing semua jemaah saya tanpa membeda-bedakan," ujarnya

Menurutnya keberadaan pembimbing wanita sangat bermanfaat bagi jemaah haji wanita. "Mungkin di sana nanti ada jamaah yang datang bulan, menjaga mahram, kita membimbing adab kesucian mereka," terangnya.

Jauharoh menceritakan awal mula dia menjadi pembimbing haji. Sebelum menjadi pembimbing ibadah haji pada tahun 2001, dia sudah pernah berhaji dua kali. Saat itu KBIH masih sedikit sekali, belum seperti sekarang.

"Dari pengalaman saya, jumlah petugas dari pemerintah dengan jumlah jamaah di tiap kloter sebenarnya masih sedikit. Butuh pembimbing yang membantu jemaah selama prosesi rangkaian ibadah haji," jelasnya.

Dari pengalaman tersebut, dirinya ingin memberikan ilmu yang ia miliki. "Yang berangkat haji itu macam-macam orangnya. Tidak semuanya bisa ngaji, tidak semuanya ngerti agama. Kami mengajarkan jemaah haji yang mana rukun haji, yang mana sunnah yang mana wajib. Sehingga jemaah haji bisa melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan baik dan benar," terang wanita yang mulai merintis usaha KBIH nya ini dengan cara door to door.

Jauharoh pun akhirnya bersama almarhum suaminya bertekad memberikan bimbingan ibadah haji. Dia sendiri sangat menikmati tugasnya tersebut karena dia memang menyukai dunia pengajaran. Dari pengalamannya selama ini yang paling membutuhkan perjuangan adalah melayani jemaah yang sakit atau sudah tua tanpa pendamping.

"Kalau musim haji sebelum-sebelumnya banyak jamaah usia 70 tahun ke atas. Itu butuh layanan ekstra karena kita harus sabar dan perhatian penuh," tandasnya.

(Fahmi Firdaus )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement