Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puncak Haji 2022, Jamaah RI Harus Dapat Fasilitas Setara Kenaikan Biaya Masyair Rp1,5 Triliun

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Jum'at, 01 Juli 2022 |05:19 WIB
Puncak Haji 2022, Jamaah RI Harus Dapat Fasilitas Setara Kenaikan Biaya Masyair Rp1,5 Triliun
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

MAKKAH - Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Nasrullah Jasam menjelaskan soal persiapan layanan dan fasilitas saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Hal ini menanggapi beberapa catatan yang diberikan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) usai meninjau fasilitas di Armuzna pada Kamis, 30 Juni 2022.

"Tentu catatan-catatan tadi menjadi penting bagi kita," kata Nasrullah yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Operasi Armuzna.

Pihaknya akan terus melakukan pengecekan layanan dan fasilitas secara rutin di Armuzna H-3 hingga H-1 jelang puncak haji.

Hal ini wajib dilakukan sebagai bentuk komitmen melayani jamaah haji Indonesia. Terlebih lagi pelayanan Masyair ini, Indonesia harus menambah anggaran Rp1,5 triliun.

"Kami sudah komunikasi dengan pihak syarikah bahwa kenaikan harga di Masyair harus berimbang dengan fasilitas yang diterima jamaah Indonesia," katanya.

Baca juga: Update Haji 2022: Hari Ini 3.376 Jamaah RI Terbang ke Tanah Suci

Pelayanan fasilitas yang akan diterima jamaah haji Indonesia imbas kenaikan biaya Masyair seperti tambahan AC baru, tenda yang dilengkapi karpet, kasur dan bantal hingga toilet yang baru. Selain itu, untuk layanan konsumsi, jamaah haji Indonesia akan mendapatkan 16 kali makan.

Baca juga: Jamaah Bisa Lapor Pelayanan Haji 2022 Secara Online, Begini Caranya

"Kalau karpet dan kasur dipasang sejak dini kotor. Sementara jamaah harus dapat pelayanan yang nyaman, setiap tahun seperti itu. Pas operasional dipastikan semua sudah siap dan kami tidak bisa menerima apa adanya, akan terus kami cek. 5 Juli, mereka janjikan bisa dicek kembali seperti apa progresnya terutama Arafah dan Mina," kata Nasrullah.

Catatan DPR

Rombongan DPR meninjau fasilitas yang ada di Armuzna dan memberikan beberapa catatan, mulai dari tenda di Arafah hingga toilet. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII Diah Pitaloka.

DPR berharap jamaah bisa mendapatkan pelayanan terbaik dengan kenaikan biaya Masyair dari 1.500 riyal menjadi 4.000 riyal.

"Kami memberikan beberapa catatan agar fasilitas yang disediakan bisa lebih baik," katanya.

Dia meminta agar pemerintah terus mengawal persiapan Armuzna dari seluruh layanan dan fasilitas agar jamah haji Indonesia dapat terlayani dengan baik.

"Mungkin saat ini belum tuntas. Kami sebenarnya ingin melihat contoh tenda yang sudah jadi. Kami akan berkunjung kembali ke Armuzna pada 4 Juli dan berharap semuanya sudah siap," kata Diah.

Sementara itu, anggota Komisi VIII Abdul Wachid juga meminta agar persiapan layanan dan fasilitas di Armuzna dilakukan dengan baik. Mengingat puncak haji akan dimulai pada 9 Dzulhijjah atau 8 Juli yang tinggal menghitung hari.

Catatan DPR soal dapur yang belum rampung sepenuhnya, pemasangan pipa air. DPR akan datang kembali untuk memantau kesiapan pada H-3 Armuzna.

"Waktunya tinggal 7 hari, ini jadi sorotan kita. Kami akan datang ke sini lagi untuk melihat contoh kemah yang sudah jadi," katanya.

Baca juga: Skenario Perlindungan Jamaah Indonesia saat Puncak Haji di Armuzna

(Fakhrizal Fakhri )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement