Share

Doa saat Melihat Pertanda Buruk, Langsung Dijauhkan dari Mara Bahaya oleh Allah Ta'ala

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 06 Juli 2022 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 06 618 2624608 doa-saat-melihat-pertanda-buruk-langsung-dijauhkan-dari-mara-bahaya-oleh-allah-ta-ala-bqtTFXUpB4.jpg Ilustrasi membaca doa saat melihat pertanda buruk. (Foto: Istimewa/Medium)

DOA saat melihat pertanda buruk bisa diamalkan setiap Muslim. Bertujuan meminta pertolongan Allah Subhanahu wa ta'ala agar dijauhkan dari mara bahaya.

Dikutip dari nu.or.id, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mendidik sahabatnya agar bersikap wajar ketika melihat sebuah pertanda buruk. Beliau mengajarkan doa yang menunjukkan bahwa kebaikan dan keburukan itu atas kehendak Allah Subhanahu wa ta'ala, bukan ditentukan oleh sebuah pertanda buruk.

Baca juga: Tata Cara Tayamum Lengkap dengan Syarat, Bacaan, dan Niatnya 

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengajarkan doa sebagai berikut ketika melihat sebuah pertanda buruk:

اللَّهُمَّ لَا يَأْتِي بِالحَسَنَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا يَذْهَبُ بِالسَّيِّئَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Allāhumma lā ya’tī bil hasanāti illā anta, wa lā yadzhabu bis sayyi’āti illā anta, wa lā hawla wa lā quwwata illā billāhi.

Baca juga: Bacaan Doa Menyembelih Hewan Kurban Sapi atau Kambing: Lengkap Bahasa Arab, Latin, Terjemahan Indonesia 

Artinya: "Ya Allah, tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan kecuali Engkau, dan tidak ada yang menghilangkan keburukan kecuali Engkau. Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali kekuatan Allah."

Doa tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Abu Nuaim, dan Ibnus Sinni. (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439-1440 H], juz I, halaman 407)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Imam An-Nawawi menyebutkan riwayat Ibnus Sinni dari Uqbah (Urwah) bin Amir Al-Juhani radhiyallahu anhu bercerita, suatu hari Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam ditanya perihal pertanda buruk.

Ia menjawab, "Paling benarnya adalah pertanda baik. Sedang pertanda buruk tidak dapat menolak seorang Muslim. Kalau kalian melihat pertanda (buruk) yang kalian tidak sukai, hendaklah membaca, 'Allāhumma lā ya’tī bil hasanāti illā anta, wa lā yadzhabu bis sayyi’āti illā anta, wa lā hawla wa lā quwwata illā billāhi'." (An-Nawawi, Al-Adzkar, [Kairo, Darul Hadits: 2003 M/1424 H], halaman 300)

Dalam hadis tersebut, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam menegaskan bahwa sebuah pertanda buruk tidak dapat menolak atau membelokkan dari maksud baik seorang Muslim. Wallahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini