Share

Keutamaan Orang Tua yang Sabar Ditinggal Wafat Anaknya

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 12 Juli 2022 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 12 330 2628160 keutamaan-orang-tua-yang-sabar-ditinggal-wafat-anaknya-bfYdw48OJj.jpg Ilustrasi keutamaan orang tua yang sabar ditinggal wafat anaknya. (Foto: Freepik)

KEUTAMAAN orang tua yang sabar ditinggal wafat anaknya sangat penting diketahui. Kehilangan buah hati yang sangat disayangi memang akan menyakitkan bagi orangtua. Apalagi jika anak itu belum aqil baligh atau ada juga yang masih di dalam rahim ibunya. Tentunya musibah ini bisa membawa kesedihan.

Dikutip dari kanal YouTube MNCTV Official dalam acara Siraman Qolbu, Ustadz Dhanu mengatakan harus dipahami ketika kehilangan anak adalah musibah yang diberikan Allah Subhanahu wa ta'ala.

Baca juga: 5 Fakta Matahari Tepat di Atas Kakbah 15-16 Juli 2022: Waktu Berlangsungnya hingga Cek Arah Kiblat 

Semua yang terjadi kepada manusia sudah tertulis di dalam Alquran, termasuk seorang anak yang diambil oleh Allah Subhanahu wa ta'ala, dan manusia tidak pernah mengetahuinya.

"Bahwasanya kehilangan harta, kehilangan jiwa, itu adalah ujian yang harus kita hadapi. Kemudian ada yang sering kita tidak sadari adalah kenikmatan, itu juga ujian harus kita hadapi," terang Ustadz Dhanu.

Lantas, mengapa anak yang belum aqil baligh dan masih di dalam kandungan bisa meninggal dunia dan Allah Subhanahu wa ta'ala lebih dulu mengambilnya?

Ustadz Dhanu mengatakan, bisa jadi itu adalah teguran karena dahulu pernah menyakiti hati orangtua. "Jadi kesannya orangtua itu jadi orang yang enggak dikenal. Pada waktu orang tersebut marah dengan orangtuanya," katanya.

Baca juga: Dapat Hidayah, Gadis Cantik Ini Rutin Touring Motor Antarkota demi Pelajari Islam 

Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan teguran, yakni melalui diambilnya buah hati. Selain itu, hal tersebut juga sebagai bentuk kecintaan Allah Ta'ala agar hamba-Nya sadar dan bisa memperkuat keimanan.

"Janganlah kita berkata kasar kepada orangtua. Kalau tidak, ujian berat akan datang kepada kita," ujarnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sementara itu, dilansir dari nu.or.id, terdapat hikmah dan keutamaan bagi orangtua yang ditinggal meninggal dunia oleh anaknya. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ مَنْ كَانَ لَهُ فَرَطَانِ مِنْ أُمَّتِى أَدْخَلَهُ اللَّهُ بِهِمَا الْجَنَّةَ فَقَالَتْ لَهُ عَائِشَةُ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهَا فَمَنْ كَانَ لَهُ فَرَطٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَمَنْ كَانَ لَهُ فَرَطٌ يَا مُوَفَّقَةُ. قَالَتْ فَمَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ فَرَطٌ مِنْ أُمَّتِكَ؟ قَالَ فَأَنَا فَرَطُ أُمَّتِى لَنْ يُصَابُوا بِمِثْلِى رواه الترمذي

Artinya: "Dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, ia mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, 'Siapa saja yang memiliki dua anak yang menunggu (di akhirat karena meninggal lebih dulu) di kalangan umatku, niscaya Allah memasukkannya ke surga sebab keduanya.' Aisyah bertanya, 'Kalau hanya seorang anak yang meninggal Ya Rasulullah?' 'Demikian juga orangtua yang memiliki seorang anak yang meninggal wahai perempuan yang mendapat taufik,' jawab Rasulullah. 'Kalau tidak memiliki anak meninggal di kalangan umatmu?' 'Aku yang akan menyambut umatku dan mereka tidak akan merasakan musibah seperti (penderitaan yang) kurasakan'." (HR At-Tirmidzi)

Selain itu, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam juga mengatakan bahwasannya kedua orangtua yang sabar kehilangan buah hatinya dengan ikhlas dan penuh ketabahan, maka ganjaran akan diterimanya.

عَنْ أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ إِذَا مَاتَ وَلَدٌ لِعَبْدٍ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِمَلائِكَتِهِ: أَقَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي؟ فَيَقُوْلُوْنَ: نَعَمْ، فَيَقُوْلُ: أَقَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤادِهِ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: نَعَمْ، فَيَقُوْلُ: فَما قَالَ عَبْدِي؟ فَيَقُوْلُوْنَ: وَحَمِدَكَ واسْتَرْجَعَ، فَيَقُوْلُ: ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ، وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ رواه الترمذي وابن حبان

Artinya: "Dari sahabat Abu Musa As-Asy'ari radhiyallahu anhu, Rasulullah bersabda, 'Bila anak seorang meninggal dunia, Allah bertanya kepada para malaikat: Apakah kalian mengambil anak hamba-Ku?' Mereka menjawab, 'Betul.' 'Apakah kalian merenggut buah hatinya?' tanya Allah. 'Benar,' jawab mereka. 'Lalu apa tanggapan hamba-Ku?' 'Ia memuji-Mu dan mengembalikan urusan ini kepada-Mu,' jawab mereka. 'Dirikanlah sebuah istana di surga untuk hamba-Ku. Namailah rumah itu 'Baitul Hamdi,' perintah Allah'." (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini