Advertisement
Advertisement

Jamaah Haji Sakit Dipulangkan Lebih Awal ke Tanah Air, Begini Caranya

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Sabtu, 16 Juli 2022 |16:04 WIB
Jamaah Haji Sakit Dipulangkan Lebih Awal ke Tanah Air, Begini Caranya
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

MAKKAH - Proses pemulangan gelombang pertama jamaah haji Indonesia terus dilakukan. Jamaah haji sakit akan dipulangkan lebih awal. Ada dua cara pemulangan jamaah haji sakit, yakni evakuasi dan tanazul.

Kepala Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana menjelaskan alur pemulangan jamaah haji sakit melalui evakuasi dan tanazul.

Untuk pemulangan jamaah haji melalui evakuasi yaitu jamaah dipulangkan ke Tanah Air dengan berangkat dari KKHI Makkah ke Bandara King Abdul Aziz, Jeddah dengan menggunakan ambulance namun mereka dikembalikan ke kloter awal.

"Jadi sama kloter pulang dan pergi. Yang kedua tanazul, jadi jamaah dari KKHI dibawa ke Jeddah tapi menggunakan kloter yang lain, yang bergabung dengan kloter yang lainnya," kata Budi di Jeddah, Jumat (15/7/2022).

Budi menambahkan, cara evakuasi maupun tanazul mempunyai tujuan yang sama yakni memulangkan jamaah haji sakit lebih awal dari jadwal sebelumnya.

Baca juga: Data Wafat 55 Orang, Menag Minta Jamaah Haji Jaga Kesehatan

"Karena apa memang saat ini ritual haji sudah selesai dan atas pertimbangan medis agar jamaah bisa dirawat lebih lanjut di Tanah Air dan lebih baik," kata Budi.

Baca juga: Mengeluh Biaya Masyair Rp1,46 Triliun, Menag: Kasur Jangan Tipis Kan Bayar Mahal

Budi menjelaskan, setiap jamaah haji sakit yang akan dipulangkan akan diantar oleh dokter spesialis yang dibutuhkan tergantung riyawat penyakit yang diderita jamaah haji. Selama perjalanan dari KKHI, jamaah haji didampingi dokter spesialis dengan mengunakan ambulance dari Makkah menuju Bandara Jedaah.

Kemudian, masuk tahap asesmen dan jika jamaah haji sakit tersebut dinyatakan layak terbang baru diserah terimakan kepada tenaga kesehatan kloter yang segera kembali ke Tanah Air.

"Mudah-mudahan jamaah haji yang sakit ini dengan pengawalan tenaga kesehatan bisa sampai di Tanah Air dengan selamat," katanya.

Lanjut Budi menerangkan, untuk cara tanazul, tim dokter di KKHI Makkah akan melakukan asesmen kepada semua jamaah haji yang akan ditanazulkan.

Rencana awal ada 51 jamaah haji Indonesia yang ditanazulkan atau dipulangkan lebih awal. Menurut Budi, yang menentukan jamaah haji sakit ditanazulkan adalah tim dokter bukan keputusan perorangan.

"Keputusan tim yang menentukan jamaah ini layak dipulangkan atau tidak. Kalau tidak ya tidak dipulangkan lebih awal karena ini sangat membahayakan jamaah sendiri. Namun kalau dinyatakan layak diterbangkan, jamaah akan kita terbangkan pulangkan lebih awal," kata Budi.

Baca juga: Menag ke Menteri Haji Saudi: Air Zamzam 5 Liter Kurang

Budi menjelaskan, ada beberapa kategori jamaah sakit yang layak dievakuasi maupun ditanazulkan. Penyakit jantung cardiovascular mendominasi jamaah yang dievakuasi dan ditanazulkan, kemudian kedua adalah psikiatri.

"Namun perlu kita catat juga, penyakit jantung psikiatrik maupun lain, jamaah kita pastikan dulu dalam kondisi layak terbang, psikiatrik pasien dalam kondisi tenang. Begitu juga jantung dalam kondisi atau pengobatan yang baik, sehingga jamaah betul aman," ujarnya.

Baca juga: Jamaah Haji Dapat Air Zamzam Tambahan? Menag: Indonesia Berbeda

Meski demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama maupun maskapai soal ketersediaan seat. Sebab, salah satu syarat tanazul atau evakuasi adalah ketersediaan seat.

"Sementara ini masih bisa dan jamaah kloter awal yang sakit kita kembalikan ke kloternya, kloter awal. Nanti kemungkinan jamaah yang dari kloter akhir mungkin itu yang akan kita selipkan ke kloter awal, itu tanazul," tukasnya.

(Fakhrizal Fakhri )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement