MAKKAH - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyoroti program Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dalam pelaksanaan ibadah haji 2022. Terlebih lagi jelang waktu kepulangan, KBIHU seharusnya mengarahkan jamaah haji untuk beristirahat.
"Malam tadi (Sabtu) kita sudah mengoordinasikan juga dengan KBIHU supaya itu tadi menjaga jamaah agar tidak terlalu diforsir melakukan ibadah-ibadah yang sunah maupun yang mubah," kata Menag usai melakukan tawaf wada di Masjidil Haram, Minggu (17/7/2022).
Ibadah mubah seperti jalan-jalan, city tour, dan sejenisnya. Hal itu agar dibatasi karena melelahkan.
"Yang mubah itu belanja-belanja itu loh, jalan-jalan city tour itu mending dikurangilah biar jamaah istirahat dulu saya kira itu," pinta Menag.
Untuk itu, Menag meminta KBIHU lebih memperhatikan kesehatan jamaah haji. Program yang disusun juga agar disesuaikan dengan tingkat kesehatan jamaah.
Menurut Menag ini penting dilakukan dalam rangka bersama-sama menjaga kondisi kesehatan jamaah. Apalagi, setelah menjalani puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tidak sedikit jamaah yang mengalami kelelahan. Apalagi kini angka jamaah haji yang sakit dan wafat terus naik pasca-Armuzna.
"Temuan kita, masih banyak jamaah haji yang memaksakan diri melaksanakan ritual sunnah. Termasuk program dari KBIHU itu menurut kami perlu lebih memperhatikan kondisi jamaah," kata Gus Men, panggilan akrabnya.
Berdasarkan data Siskohat Kemenag, sampai hari ini tercatat ada 57 jamaah wafat.
(Erha Aprili Ramadhoni)