Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dirjen PHU: Biaya Haji Itu Pasti Naik

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Jum'at, 22 Juli 2022 |04:18 WIB
Dirjen PHU: Biaya Haji Itu Pasti Naik
Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief (Foto: MNC Portal)
A
A
A

MAKKAH - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief mengatakan, biaya haji setiap tahunnya akan naik. Meski demikian, dirinya tidak kenaikan biaya haji memberatkan jamaah haji Indonesia.

Hal ini disampaikan Hilman saat Misi Haji Indonesia menerima kedatangan Tim Tabung Haji Malaysia yang dipimpin Dato' Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman.

"Kita tahu biaya haji itu pasti naik tapi kita tidak ingin terlalu memberatkan jamaah," kata Hilman di Makkah, Kamis (21/7/2022).

Hilman menjelaskan bahwa pertemuan kedua pihak ini juga menjadi forum evaluasi terkait kenaikan biaya Masyair (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Sebelumnya, biaya Masyair sekitar 1.800 Riyal. Tahun ini naik signifikan menjadi 5.656 Riyal. Kenaikan ini diberlakukan ke negara-negara pengirim jemaah haji, termasuk Indonesia dan Malaysia.

Baca juga: Masa Tunggu Haji Malaysia 148 Tahun tapi Dapat 'Bonus' dari Uang Rp300 Triliun

"Kita juga ingin biaya itu sepadan dan yang paling penting kita sepakat tidak ingin terlalu memberatkan jamaah," katanya.

Indonesia dan Malaysia juga berbicara tentang pendanaan haji jangka panjang imbas kenaikan biaya Masyair yang ditetapkan Arab Saudi.

Baca juga: RI-Malaysia Bahas Kenaikan Biaya Haji, Tak Ingin Dibebankan ke Jamaah

"Karena peningkatan ini apakah mungkin turun lagi ataukah tidak," ujar Hilman.

Untuk itu, kata Hilman, kedua pihak sepakat untuk bisa masuk secara lebih detail dalam membahas bujet yang ditetapkan, keperluan untuk apa saja.

"Kita bangun fairness untuk jemaah, petugas, dan penyelenggara di Arab Saudi," harapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Tabung Haji Malaysia Dato' Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman. Dia bersyukur, pertemuan rutin tiap tahun di Makkah masih bisa terus digelar. Sehingga, kedua pihak bisa bertukar pandangan dan pengalaman selama penyelenggaraan haji tahun ini.

"Kita telah buat perbincangan awal terkait biaya haji. Kita sepakat untuk menindaklanjuti perbincangan ini tentang bagaimana menangani kenaikan biaya agar tidak membebani jemaah di masa mendatang," ucapnya lagi.

Ditanya apakah kenaikan biaya Masyair sepadan dengan layanan yang diberikan? Syed Saleh mengaku bahwa layanan tahun ini lebih baik. Namun, dia menilai perlu meneliti lebih terperinci terkait kenaikan biaya yang dibayarkan itu peruntukannya untuk apa saja.

"Pengumuman haji tahun ini mendesak. Kita tidak banyak waktu untuk berdiskusi. Ke depan dengan waktu lebih panjang kita bisa berdiskusi terkait untuk apa saja yang diberikan terkait kenaikan biaya," paparnya.

Baca juga: Jamaah Haji Kehilangan Uang Rp14 Juta di Kamar, Langsung Diganti Manajemen Hotel

(Fakhrizal Fakhri )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement