Share

5 Amalan untuk Menyambut Bulan Muharram Beserta Hukumnya

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 26 Juli 2022 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 26 330 2636422 5-amalan-untuk-menyambut-bulan-muharram-beserta-hukumnya-VAcHtedCqb.jpg Ilustrasi amalan untuk menyambut bulan Muharram. (Foto: Freepik)

ADA 5 amalan untuk menyambut bulan Muharram yang perlu dilakukan kaum Muslimin. Kedatangan bulan Muharram pada setiap tahun qomariyah menjadi momen penting bagi setiap umat Islam.

Muharram begitu istimewa karena bulan ini dinamakan Syahrullah atau bulannya Allah Subhanahu wa ta'ala.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda yang artinya: "Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah berpuasa di bulan Allah."

Berikut 5 amalan untuk menyambut bulan Muharram yang perlu dilakukan kaum Muslimin, sebagaimana telah Okezone rangkum:

Baca juga: Kisah Gadis Cantik Mantap Jadi Mualaf Usai Lihat Sepupu Mengaji di Masjidย 

1. Memperbanyak puasa

Rasulullah Shallallahu โ€™alaihi wa sallam mendorong umatnya melakukan puasa pada bulan Muharram sebagaimana sabdanya:

ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ู’ู…ูุญูŽุฑูŽู‘ู…ู ูˆูŽุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู’ููŽุฑููŠุถูŽุฉู ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู

"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah โ€“Muharram. Sementara sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam." (HR Muslim nomor 1163, dari Abu Hurairah)

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, "Hadis ini merupakan penegasan bahwa sebaik-baik bulan untuk berpuasa adalah pada bulan Muharram." (Syarh Shahih Muslim, 8: 55)

2. Membaca doa-doa

Berikut ini dua doa yang bisa menjadi amalan 1 Muharram awal tahun baru hijriah.

Doa Pertama:

Dari โ€˜Abdullah bin Hisyam radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata,

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุตุญูŽุงุจู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุชูŽุนูŽู„ู‘ูŽู…ููˆู†ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกูŽ ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูŽุชูŽุนูŽู„ู‘ูŽู…ููˆู†ูŽ ุงู„ู‚ูุฑุขู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽู‡ุฑู ุฃูŽูˆ ุงู„ุณู‘ูŽู†ูŽุฉู:

"Sahabat Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengajarkan doa sebagaimana mengajarkan Alquran di mana doa ini dibaca saat memasuki awal bulan atau tahun:

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุฏู’ุฎูู„ู’ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูุงู„ุฃูŽู…ู’ู†ู ูˆูŽุงู„ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ูุŒ ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ู„ูŽุงู…ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽุฌููˆูŽุงุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠุทูŽุงู†ูุŒ ูˆูŽุฑูุถูˆูŽุงู†ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุญู…ูŽู†ู

Allohumma ad-khilhu โ€˜alainaa bil amni wal iimaani was salaamati wal Islaam, wa jiwaarim minasy-syaithooni, wa ridhwanim minar rohmaani

Artinya: "Ya Allah, masukkanlah kami pada bulan ini dengan rasa aman, keimanan, keselamatan, dan Islam, juga lindungilah kami dari gangguan setan, dan agar kami mendapat rida Allah (Ar-Rahman)."

(HR Al-Baghawi dalam Muโ€™jam Ash-Shahabah, sanadnya sahih. Imam Ibnu Hajar mensahihkan hadis ini dalam Al-Ishabah, 6:407-408. Hadis ini mawquf termasuk perkataan sahabat sesuai syarat kitab shahih)

Sebagaimana disebutkan Syekh Muhammad Shalih Al-Munajjid, "Doa ini ada riwayatnya. Seorang Muslim sangat bagus sekali mengamalkan doa ini ketika masuk awal bulan (terlihat hilal)." (Fatawa Al-Islam Sual wa Jawab, nomor 322345)

Baca juga: Jadi Tahanan, Abu Nawas Tetap Bisa Gali Ladang di Rumahnya, Ajaib Banget!ย 

Doa Kedua:

Dari Thalhah bin โ€˜Ubaidillah, Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ketika melihat hilal, beliau mengucapkan:

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู„ู’ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ูŠูู…ู’ู†ู ูˆูŽุงู„ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ุฑูŽุจูู‘ู‰ ูˆูŽุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู

Allohumma ahlilhu โ€˜alayna bilyumni wal iimaani was salaamati wal islaami. robbii wa robbukallah

Artinya: "Ya Allah, tampakkanlah bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan, dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah."

(HR Ahmad, 1:162 dan Tirmidzi nomor 3451, dan Ad-Darimi. Tirmidzi mengatakan hadis ini hasan gharib. Syekh Al-Albani mengatakan hadis ini sahih)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Memperbanyak amal salih

Sebagaimana perbuatan dosa pada bulan Muharram akan dibalas dengan dosa yang besar, maka begitu pula perbuatan baik. Bagi yang beramal salih pada bulan Muharram bakal menuai pahala yang besar sebagai kasih sayang dan kemurahan Allah Subhanahu wa ta'ala kepada para hamba-Nya.

Ini adalah keutamaan yang besar, kebaikan yang banyak, tidak bisa dikiaskan. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta'ala adalah pemberi nikmat, pemberi keutamaan sesuai kehendaknya dan kepada siapa saja yang dikehendaki. Tidak ada yang dapat menentang hukumnya dan tidak ada yang dapat menolak keutamaan-Nya. (At-Tamhid, Ibnu Abdil Barr 19/26, Fathul Bari, Ibnu Hajar 6/5)

4. Puasa Asyura

Dari hari-hari bulan Muharram, puasa yang paling ditekankan untuk dilakukan adalah puasa pada hari Asyura yaitu pada tanggal 10 Muharram. Berpuasa pada hari tersebut akan menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu. Abu Qotadah Al Anshoriy berkata:

ูˆูŽุณูุฆูู„ูŽ ุนูŽู†ู’ ุตูŽูˆู’ู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุฑูŽููŽุฉูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ูŠููƒูŽูู‘ูุฑู ุงู„ุณู‘ูŽู†ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงุถููŠูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุงู‚ููŠูŽุฉูŽ ยป. ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽุณูุฆูู„ูŽ ุนูŽู†ู’ ุตูŽูˆู’ู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ูŠููƒูŽูู‘ูุฑู ุงู„ุณู‘ูŽู†ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงุถููŠูŽุฉูŽ

"Nabi Shallallahu โ€™alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, 'Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.' Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab, 'Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu'." (HR Muslim nomor 1162)

Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan, "Para ulama sepakat hukum melaksanakan puasa Asyura untuk saat ini (setelah diwajibkannya puasa Ramadhan, pen) adalah sunah dan bukan wajib."

5. Bertobat

Tobat adalah kembali kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dari perkara yang Dia benci secara lahir dan batin menuju kepada perkara yang Dia senangi. Menyesali atas dosa yang telah lalu, meninggalkan seketika itu juga dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali. Taubat adalah tugas seumur hidup.

Maka kewajiban seorang Muslim apabila terjatuh dalam dosa dan maksiat untuk segera bertobat, tidak menunda-nundanya, karena dia tidak tahu kapan kematian akan menjemput. Dan juga perbuatan jelek biasanya akan mendorong untuk mengerjakan perbuatan jelek yang lain. Apabila berbuat maksiat pada hari dan waktu yang penuh keutamaan, maka dosanya akan besar pula, sesuai dengan keutamaan waktu dan tempatnya. Maka bersegeralah bertaubat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Allahu a'lam bisshawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini