Share

Hukum Mengirim Stiker Doa di WhatsApp

Hantoro, Jurnalis · Rabu 27 Juli 2022 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 27 330 2637264 hukum-mengirim-stiker-doa-di-whatsapp-ezSb7qziFf.jpg Ilustrasi hukum mengirim stiker doa di WhatsApp. (Foto: NordWood Themes/Unsplash)

HUKUM mengirim stiker doa di WhatsApp sangat penting diketahui setiap Muslim. Pasalnya hal ini sering dilakukan, baik ketika ada kabar bahagia maupun duka.

Dikutip dari nu.or.id, KH Dr Fuad Thohari dari LD-PBNU dan KH Zainal Arifin Abu Bakar, pengasuh Asrama Muashomah Bisri Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, menerangkan bahwa hadirnya media sosial sebagai layanan dalam memudahkan berbagai aktivitas sudah menjadi realitas keseharian.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Asmaul Husna Jadi Penunjuk Pendakian Gunung Dempo, Bikin Selalu Ingat Allah Ta'alaย 

Hal ini juga berlaku bagi orang yang hendak kirim Al Fatihah atau doa. Biasanya kalau ada kabar duka orang meninggal dunia di grup WhatsApp, dalam hitungan detik setelah kabar duka muncul, langsung disambut balasan doa dan Al Fatihah dalam bentuk stiker atau teks yang sepertinya sudah di-save dan tinggal copy-paste.

Anehnya kadang hanya mengirim stiker atau teks doa tersebut, (mungkin) banyak yang tidak membaca doa atau membaca Al Fatihah atau lupa melafalkannya.

Baca juga: Ajaib! Abu Nawas Bisikkan Sesuatu, Pangeran yang Sakit Keras Langsung Sembuhย 

Lantas, cukupkah dengan cara demikian, tanpa mengucapkannya lagi, hanya banyak-banyakan share stiker doa?

Doa yang dikirim untuk orang yang sudah meninggal adalah bisa sampai dan bermanfaat untuk mayit. Tetapi jika doa-doa tersebut hanya berbentuk stiker atau teks bacaan Al Fatihah dan doa lainnya tanpa diucapkan terlebih dahulu sebelum di-share, (maka) tidak dikatakan doa dan tidak ada manfaatnya bagi mayit.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Doa-doa tersebut harus dilafazkan (diucapkan) secara lengkap terlebih dahulu, sebelum di-share. Silakan dilihat beberapa keterangan sebagai berikut:

1. Kitab Al-Adzkar li-Syaikh al-Islam al-Imam al-Nawawiy halaman 150:

ุจุงุจู ู…ุง ูŠู†ูุนู ุงู„ู…ูŠู‘ุชูŽ ู…ู† ู‚ูŽูˆู’ู„ ุบูŠุฑู‡: ุฃุฌู…ุน ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุนู„ู‰ ุฃู† ุงู„ุฏุนุงุก ู„ู„ุฃู…ูˆุงุช ูŠู†ูุนู‡ู… ูˆูŠูŽุตู„ูู‡ู…โ€.โ€ ูˆุงุญุชุฌู‘ูˆุง ุจู‚ูˆู„ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุชุนุงู„ู‰โ€:โ€ โ€{โ€ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฌุงุคูˆุง ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏูู‡ูู…ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽู†ุง ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ุง ูˆู„ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูู†ุง ุงู„ู‘ูŽุฐูŠู† ุณูŽุจูŽู‚ููˆู†ุง ุจุงู„ุฅููŠู…ูŽุงู†ูโ€....} ูˆุบูŠุฑ ุฐู„ูƒ ู…ู† ุงู„ุขูŠุงุช ุงู„ู…ุดู‡ูˆุฑุฉ ุจู…ุนู†ุงู‡ุงุŒ ูˆููŠ ุงู„ุฃุญุงุฏูŠุซ ุงู„ู…ุดู‡ูˆุฑุฉ ูƒู‚ูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…โ€:โ€ โ€"โ€ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ุฃู‡ู’ู„ู ุจูŽู‚ููŠุนู ุงู„ุบูŽุฑู’ู‚ูŽุฏูโ€"โ€ ูˆูƒู‚ูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…โ€:โ€ โ€"โ€ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูุญูŽูŠู‘ูู†ุง ูˆูŽู…ูŽูŠู‘ูุชูู†ูŽุงโ€"โ€ ูˆุบูŠุฑ ุฐู„ูƒโ€.โ€

Bab perkataan dan hal-hal lain yang bermanfaat bagi mayit: Ulama sepakat, doa untuk orang meninggal dunia bermanfaat dan pahalanya sampai kepada mereka. Ulama berargumen dengan firman Allah: "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka, mereka berdoa: Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami (59:10)," dan ayat-ayat lain yang semakna. Begitu juga berdasarkan hadis-hadis masyhur, misalnya doa Nabi Shallallahu โ€˜alayhi wa sallam: "Ya Allah berikanlah ampunan kepada ahli kubur Baqi al-Gharqad," juga doa Beliau: "Ya Allah berikanlah ampunan kepada yang masih hidup dan sudah meninggal di antara kami," dan hadis lain yang semakna.

2. Kitab al-Adzkar li-Syaikhil Islam al-Imam al-Nawawi, halaman 16:

ุงุนู„ู… ุฃู† ุงู„ุฃุฐูƒุงุฑ ุงู„ู…ุดุฑูˆุนุฉ ููŠ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุบูŠุฑู‡ุง ูˆุงุฌุจุฉู‹ ูƒุงู†ุช ุฃูˆ ู…ุณุชุญุจุฉู‹ ู„ุง ูŠูุญุณุจู ุดูŠุกูŒ ู…ู†ู‡ุง ูˆู„ุง ูŠูุนุชุฏู‘ ุจู‡ ุญุชู‰ ูŠุชู„ูู‘ูŽุธูŽ ุจู‡ ุจุญูŠุซู ูŠูุณู…ุน ู†ูุณู‡ ุฅุฐุง ูƒุงู† ุตุญูŠุญ ุงู„ุณู…ุน ู„ุง ุนุงุฑุถ ู„ู‡

"Ketahuilah bahwa dzikir yang disyariatkan dalam salat dan ibadah lainnya, baik yang wajib ataupun sunnah tidak dihitung dan tidak dianggap kecuali diucapkan, sekiranya ia dapat mendengar yang diucapkannya sendiri apabila pendengarannya sehat dan dalam keadaan normal (tidak sedang bising dan sebagainya)."

3. Kitab Al Mausu'ah al-Fiqhiyah (21/249):

"ู„ุง ูŠุนุชุฏู‘ู ุจุดูŠุก ู…ู…ุง ุฑุชู‘ูŽุจ ุงู„ุดุงุฑุน ุงู„ุฃุฌุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ุฅุชูŠุงู† ุจู‡ ู…ู† ุงู„ุฃุฐูƒุงุฑ ุงู„ูˆุงุฌุจุฉ ุฃูˆ ุงู„ู…ุณุชุญุจุฉ ููŠ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุบูŠุฑู‡ุง ุญุชู‰ ูŠุชู„ูุธ ุจู‡ ุงู„ุฐุงูƒุฑ ูˆูŠูุณู…ุน ู†ูุณู‡ ุฅุฐุง ูƒุงู† ุตุญูŠุญ ุงู„ุณู…ุนุ›

"Dzikir yang wajib atau sunah, di dalam shalat atau yang lain, tidak bisa mendapatkan pahala kecuali dilafadzkan orang yang berdzikir tersebut dan (suaranya) terdengar, jika pendengarannya normal."

Demikian penjelasan mengenai hukum mengirim stiker doa di WhatsApp. Wallahu a'lam bisshawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini