Share

33 Hukum Tajwid Surat Al Hujurat Ayat 12, Menjauhkan Prasangka Buruk

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Jum'at 29 Juli 2022 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 28 614 2638011 33-hukum-tajwid-surat-al-hujurat-ayat-12-menjauhkan-prasangka-buruk-rA5ZGA21O5.jpg Ilustrasi hukum tajwid Surat Al Hujurat Ayat 12. (Foto: Freepik)

HUKUM tajwid Surat Al Hujurat Ayat 12 sangat penting diketahui. Adapun hukum tajwidnya antara lain mad jaiz munfasil, alif lam syamsiah, mad thabi'i, mad badal, dan idgham syamsiyah. Adapula hukum tajwid tarqiq, idzhar syafawi, dan tafkhim.

Al Hujurat adalah surah ke-49 dalam Alquran yang terdiri atas 18 ayat. Ayat 12 dalam surat Madaniyah ini memerintahkan agar orang-orang beriman menjauhkan diri dari prasangka buruk terhadap orang-orang yang beriman.

Baca juga: Kisah Mualaf Cantik Noni Dapat Hidayah Bertubi-tubi, Berawal Mimpi Sholat hingga Meninggal Dunia 

Adapun bacaan Surat Al Hujurat Ayat 12 adalah sebagai berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

Latin:

Yā ayyuhallażīna āmanujtanibụ kaṡīram minaẓ-ẓanni inna ba'ḍaẓ-ẓanni iṡmuw wa lā tajassasụ wa lā yagtab ba'ḍukum ba'ḍā, a yuḥibbu aḥadukum ay ya`kula laḥma akhīhi maitan fa karihtumụh, wattaqullāh, innallāha tawwābur raḥīm

Terjemahan:

"Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang."

Baca juga: Cerita Mualaf Cantik Kornelina, Dapat Hidayah Islam Usai Baca Surat Al Fatihah 

Berikut ini hukum tajwid Surat Al Hujurat Ayat 12:

1. Mad jaiz munfashil terdapat dalam kalimat (يٰٓاَيُّهَا) sebab ada mad thobi’i bertemu dengan hamzah tidak dalam satu kalimat. Sehingga cara bacanya dibaca panjang 2 hingga 6 harakat.

2. Mad thobi’i terdapat dalam kalimat (الَّذِيْنَ) sebab ada kasrah bertemu dengan ya mati dan setelahnya tidak bertemu sukun, tasydid, hamzah serta waqaf.

3. Mad badal terdapat dalam kalimat (اٰمَنُوا) sebab ada hamzah berharakat fathah bertemu alif, dituliskan dengan fathah berdiri.

4. Qalqalah sugra terdapat dalam kalimat (اجْتَنِبُوْا) sebab ada jim mati tidak di akhir ayat atau tempat waqaf.

5. Mad thobi’i terdapat dalam kalimat (اجْتَنِبُوْا) sebab ada dhommah bertemu dengan wawu mati dan setelahnya tidak bertemu sukun, tasydid, hamzah serta waqaf.

6. Mad thobi’i terdapat dalam kalimat (كَثِيْرًا) sebab ada kasrah bertemu dengan ya mati dan setelahnya tidak bertemu sukun, tasydid, hamzah serta waqaf.

7. Idgham bighunnah terdapat dalam kalimat (كَثِيْرًا مِّنَ) sebab ada fathah tanwin bertemu dengan mim tidak dalam satu kalimah. Sehingga cara bacanya tanwin dimasukkan ke huruf nun dan dibaca berdengung.

8. Idgham syamsiyah atau alif lam syamsiyah terdapat dalam kalimat (الظَّنِّ) sebab ada alif lam bertemu dengan dzo’, lam mati dimasukkan ke huruf dzo.

9. Ghunnah musyaddadah terdapat dalam kalimat (الظَّنِّ) sebab ada nun bertasydid, Sehingga cara bacanya dengan berdengung.

10. Ghunnah musyaddadah terdapat dalam kalimat (ِاِنَّ) sebab nun bertasydid.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

11. Idgham syamsiyah atau alif lam syamsiyah terdapat dalam kalimat (الظَّنِّ) sebab ada alif lam bertemu dengan dzo’, lam mati dimasukkan ke huruf dzo.

12. Ghunnah musyaddadah terdapat dalam kalimat (الظَّنِّ) sebab nun bertasydid, bacaan ghunnah.

13. Idgham bighunnah terdapat dalam kalimat (ِثْمٌ وَّ) sebab ada dhommah tanwin bertemu dengan huruf wawu dan tidak berada dalam satu kalimat.

14. mad thobi’i atau mad ashli terdapat dalam kalimat (َلَا) sebab ada fathah bertemu dengan alif dan setelahnya tidak bertemu sukun, tasydid, hamzah serta waqaf.

15. Mad thobi’i atau mad ashli terdapat dalam kalimat (تَجَسَّسُوْا) sebab ada dhammah bertemu dengan wawu mati dan setelahnya tidak bertemu sukun, tasydid, hamzah serta waqaf.

16. Mad thobi’i atau mad ashli terdapat dalam kalimat (وَلَا) sebab ada fathah bertemu dengan alif dan setelahnya tidak bertemu sukun, tasydid, hamzah serta waqaf.

17. Isti’la terdapat dalam kalimat (يَغْتَبْ) sebab ada huruf ghain sukun atau mati.

18. Idgham mutamatsilain terdapat dalam kalimat (يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ) sebab ada ba’ mati/sukun bertemu dengan ba berharakat fathah.

19. Ikhfa syafawi terdapat dalam kalimat (بَّعْضُكُمْ بَعْضًا) sebab ada mim mati bertemu dengan ba’.

20. Mad ‘iwad terdapat dalam kalimat (َعْضًا) sebab ada dhod berharakat fathah tanwin dan waqaf, cara bacanya tanwinnya dihilangkan dan dibaca panjang dua harakat.

21. Idzhar syafawi terdapat dalam kalimat (اَحَدُكُمْ اَنْ) sebab ada mim mati bertemu hamzah.

22. Idgham bighunnah terdapat dalam kalimat (َنْ يَّأْكُلَ) sebab ada nun mati bertemu ya’ dan tidak dalam satu kalimat.

23. Mad thobi’i atau mad asli terdapat dalam kalimat (اَخِيْهِ) sebab ada kasrah bertemu dengan ya mati dan setelahnya tidak bertemu sukun, tasydid, hamzah serta waqaf.

24. Ikhfa haqiqi terdapat dalam kalimat (مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ) sebab ada fathah tanwin bertemu dengan huruf fa’.

25. Tarqiq terdapat dalam kalimat (فَكَرِهْتُمُوْهُ) sebab ada huruf ra’ berharakat kasrah.

26. Mad ‘aridh lissukun terdapat dalam kalimat (فَكَرِهْتُمُوْهُ) sebab ada mad thobi’i berupa dhommah bertemu alif dan berada di tempat waqaf.

27. Tafkhim terdapat dalam kalimat (وَاتَّقُوا اللّٰهَ) sebab lafadz Allah didahului oleh huruf berharakat dhommah.

28. Ghunnah musyaddadah terdapat dalam kalimat (اوَاتَّقُوا اللّٰه) sebab ada nun bertasydid.

29. Tafkhim terdapat dalam kalimat (اِنَّ اللّٰهَ) sebab ada lafadz Allah didahului huruf berharakat fathah.

30. Mad thobi’i atau mad asli terdapat dalam kalimat (َوَّابٌ) sebab ada fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu sukun, tasydid, hamzah serta waqaf.

31. Idgham bilaghunnah terdapat dalam kalimat (َوَّابٌ رَّحِيْمٌ) sebab ada dhommah tanwin bertemu dengan huruf ra’.

32. Tafkhim terdapat dalam kalimat (رَّحِيْمٌ) sebab ra berharakat fathah.

33. Mad ‘aridh lissukun terdapat dalam kalimat (رَّحِيْمٌ) sebab ada kasrah bertemu ya mati dan berada di tempat waqaf.

Demikian penjelasan mengenai 33 hukum tajwid Surat Al Hujurat Ayat 12. Allahu a'lam bisshawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini