Share

10 Pelanggaran di Aceh yang Dapat Dihukum Cambuk, Salah Satunya Berduaan dengan Bukan Mahramnya

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 30 Agustus 2022 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 30 614 2657387 10-pelanggaran-di-aceh-yang-dapat-dihukum-cambuk-salah-satunya-berduaan-dengan-bukan-mahramnya-yuVPo3mHj1.jpg Ilustrasi pelanggaran di Aceh yang dapat dihukum cambuk. (Foto: Istimewa/Okezone)

SETIDAKNYA ada 10 pelanggaran di Aceh yang dapat dihukum cambuk. Di daerah berjuluk Serambi Makkah ini penerapan syariat Islam memang sangat tegas dan diberlakukan sebagai aturan kehidupan.

Jika terjadi pelanggaran, maka hukuman bagi para pelaku kesalahan itu harus diterima. Salah satunya hukuman cambuk.

Baca juga: Wajib Tahu, Mahram dan Muhrim Berbeda Lho 

Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam Qanun Jinayat, yaitu Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Pidana hanya mengatur 10 pidana utama. Nantinya seseorang yang dinyatakan bersalah akan menerima cambukan sebagai salah satu hukumannya.

Lantas, apa saja 10 pelanggaran itu? Berikut ini penjelasannya, seperti telah Okezone himpun:

1. Minum khamr (miras)

2. Maisir (judi)

3. Khalwat (pasangan bukan mahram)

4. Ikhtilath (bermesraan/bercumbu)

5. Zina

6. Pelecehan seksual

7. Pemerkosaan

8. Qadzaf (fitnah zina tanpa saksi minimal empat orang)

9. Liwath (gay)

10. Musahaqah (lesbian)

Baca juga: Terungkap Foto-Foto Langka Isi Kakbah, Masya Allah Bikin Kagum 

Bagi mereka yang melakukan salah satu kesalahan tersebut, atau bahkan lebih, akan dicambuk di hadapan umum. Bagi masyarakat Aceh sendiri hukuman ini menjadi hal yang lumrah karena pada dasarnya daerah istimewa satu ini menerapkan syariat Islam sebagai landasan hukumnya.

Hukuman cambuk ini tidak pandang bulu, apakah dia perempuan, laki-laki, pejabat, bahkan orang yang sebelumnya dianggap beragama pun bila melakukan kesalahan maka akan tetap mendapatkan cambukan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Contohnya pada Oktober 2019 dialami Mukhlis bin Muhammad, salah seorang anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Besar. Dia dicambuk sebanyak 28 kali di Banda Aceh karena melanggar ketentuan ikhtilat alias berduaan dengan seseorang yang bukan mahramnya.

Kemudian eksekusi cambuk menyasar sepasang muda-mudi pada 5 Februari 2021. Hukum tersebut dilakukan di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe. Keduanya terbukti melanggar Pasal 33 Ayat 1 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 terkait Hukum Jinayat usai melakukan zina.

Baca juga: Surat Al Waqiah Lengkap Ayat 1-96, Teks Arab, Latin, Tafsir, Keistimewaannya 

Adapun jumlah cambukan yang diterima oleh masing-masing terpidana adalah 100 kali. Mirisnya, terpidana wanita diketahui sudah memiliki suami. Proses cambuk sempat berhenti beberapa kali lantaran keduanya hampir pingsan.

Ketua pengawas pelaksanaan syariat Islam Aceh, Wilayatul Hisbah Banda Aceh, Muhammad Hidayat, mengatakan hukuman cambuk kepada ulama ini sebagai bukti bahwa penerapan Qanun Jinayat yang diterapkan di Aceh tidak tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Baca juga: 6 Fakta Menarik Pedagang Asongan Menang Tantangan Sambung Ayat Alquran, Netizen Terkagum-kagum 

"Jadi siapa pun yang tertangkap dan terbukti itu akan kita lakukan proses, tetap kita akan tegakkan peraturan daerah," tegasnya dikutip dari BBC.

Demikian penjelasan mengenai 10 pelanggaran di Aceh yang dapat dihukum cambuk. Semoga jelas dan dapat memberi manfaat. Wallahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini