Share

Kisah Nabi Muhammad Melihat Wujud Asli Malaikat Jibril

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Rabu 31 Agustus 2022 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 31 330 2658188 kisah-nabi-muhammad-melihat-wujud-asli-malaikat-jibril-n2eJD47dpG.jpg Ilustrasi kisah Nabi Muhammad melihat wujud asli Malaikat Jibril. (Foto: Istimewa/mui.or.id)

NABI Muhammad Shallallahu alaihi wassallam dikisahkan pernah melihat wujud asli Malaikat Jibril. Hal ini tertuang sesuai firman Allah Subhanahu wa ta'ala.

Allah Ta'ala berfirman dalam Surat At-Takwir Ayat 23, "Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (Jibril) di ufuk yang terang."

Baca juga: Kisah Doa Pengusir Jin yang Diajarkan Malaikat Jibril kepada Rasulullah, Langsung Jatuh Tersungkur!Β 

Sebagaimana telah Okezone himpun, Jibril merupakan malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu. Ada yang penasaran dengan wujud asli dari malaikat ini. Namun, hanya Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang pernah melihat wujud asli Malaikat Jibril.

Jibril memiliki kedudukan yang istimewa, karena merupakan malaikat yang paling dekat dengan Allah Subhanahu wa ta'ala. Dia pulalah malaikat yang mengurus semua kebutuhan hamba-Nya.

Hal ini sesuai sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, "Sesungguhnya Jibril mengurus segala kebutuhan semua hamba. Bila orang mukmin berdoa, Allah berfirman, 'Wahai Jibril, tahanlah kebutuhan hamba-Ku ini. Sebab, Aku mencintainya dan mencintai suaranya.' Dan bila orang kafir berdoa, Allah berfirman, 'Wahai Jibril, penuhilah kebutuhan hamba-Ku. Sebab aku membencinya dan membenci suaranya'." (HR Al-Baihaqi dan As-Shabuni dari Jabir bin Abdillah)

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pertama kali didatangi Malaikat Jibril di Gua Hira saat beliau menerima wahyu.

Baca juga: Ada di Kakbah, Inilah Lokasi Malaikat Jibril Mengajarkan Nabi Muhammad ShalatΒ 

Ketika itu ia gemetar. Saat kembali ke Makkah, beliau merasakan bahwa seluruh alam seolah berbicara kepada beliau sambil mengucapkan selamat karena telah dipilih menjadi nabi terakhir.

Sesampainya di rumah, beliau gemetar dan minta diselimuti oleh istrinya Khadijah radhiyallahu anha. Melihat itu, Khadijah tidak tinggal diam. Beliau menenangkan suaminya, dan akhirnya mengajak suaminya menemui Waraqah untuk mengetahui peristiwa yang dialami.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Waraqah mengatakan bahwa makhluk yang ditemui oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam adalah Malaikat Jibril, dan beliau adalah nabi yang ditunggu-tunggu. Ucapan Waraqah ini berdasarkan membaca kitab-kitab. Setelah mengetahui bahwa suaminya adalah seorang nabi, Khadijah pun turut mendukung dakwah yang dilakukan oleh suaminya.

Sebagai Malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu, pastinya Jibril sering bertemu dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Tidak hanya menyampaikan wahyu, dia juga diciptakan dengan kemuliaan dan kekuatan.

Hal ini sesuai firman Allah Subhanahu wa ta'la, "Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai Arsy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya. (QS. At-Takwir: 19–21)

Berdasarkan riwayat Ibnu Jarir dan Abu Asy-Syaikh dari Ali bin Husain bahwa nama Jibril adalah Abdullah. Tambahan "il" menurut hadis Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas menunjukkan tempat untuk menyembah Allah Subhanahu wa ta'ala.

Wujud Asli Malaikat Jibril

Dalam menjalankan tugasnya, Malaikat Jibril kerap bertemu Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Namun tidak dalam wujud aslinya, tetapi dalam wujud manusia. Hanya dua kali Rasulullah melihat wujud asli malaikat tersebut.

Pertama, ketika beliau memintanya untuk menampakkan diri. Beliau kagum ketika melihat sayap malaikat yang membentang dari arah barat ke timur alam semesta.

Saat pertama kali melihat wajah Malaikat Jibril, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam berusia 40 tahun. Saat itu diturunkan wahyu kedua yaitu, "Hai orang yang berkemul (berselimut), Bangunlah. Lalu berilah peringatan! Dan Tuhan agungkanlah! Dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah! (QS Al-Mudatsir: 1–5)

Dalam kitab Shahih Bukhari, saat itu Malaikat Jibril sedang terlihat duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Dan terus mendekati Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Dalam kitab tafsir Sowi disebutkan bahwa Jibril menampakkan diri dengan tinggi yang melewati batas penglihatan.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pun berdialog dengan Malaikat Jibril. Ternyata Jibril memiliki 600 sayap. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi, dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu anhu, "Muhammad Shallallahu alaihi wassallam melihat Jibril (dalam wujud aslinya), ia memiliki 600 sayap yang menutupi langit." (HR An-Nasa'i)

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam tidak mengira bahwa Allah Subhanahu wa ta'alamenciptakan makhluk sangat besar seperti Malaikat Jibril. Sayap yang dimilikinya memiliki ukuran seluas antara timur dan barat.

Besarnya malaikat ini digambarkan dalam hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, "Itulah Jibril yang tidak pernah kulihat ia dalam aslinya. Kecuali pada dua kesempatan itu saja. Aku melihatnya turun dari langit, dimana tubuhnya yang besar memenuhi ruang antara langit dan bumi." (HR Muslim)

Saat bertemu Nabi dalam wujud yang asli, Malaikat Jibril memakai baju kebesarannya putih seperti mutiara yang larut. Dia memiliki rupa yang elok dan rupawan. Bukan hanya itu, Malaikat Jibril juga mempunyai kekuatan dahsyat.

Dengan wujudnya yang begitu besar dan perkasa, dia masih merasa kecil di antara ciptaan Allah Subhanahu wa ta'la. Jibril berkata bahwa Israfil memiliki 600 sayap, dan setiap sayap Malaikat israfil seukuran dengan seluruh sayapnya.

Momen kedua Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam melihat wujud asli Malaikat Jibril adalah ketika peristiwa Isra' Mi'raj. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala, "Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal." (QS An-Najm: 13–15)

Ketika itu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam sampai di pos perjalanan Sidratul Muntaha. Malaikat Jibril tidak sanggup lagi menemani beliau menghadap Allah Subhanahu wa ta'ala. Jibril mengatakan bahwa dia tidak mampu mendekati Allah Ta'ala.

Dia perlu 60.000 tahun untuk terbang agar bisa menemui Sang Pencipta. Jika terus memaksakan diri untuk menemui Allah Subhanahu wa ta'la, ia akan hancur dan luluh.

Itulah kisah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam melihat wujud asli dari Malaikat Jibril. Ia lebih banyak datang kepada Rasulullah dalam wujud manusia.

Namun, Malaikat Jibril pernah menampakkan wujud aslinya. Sampai-sampai Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam tidak mengira bahwa malaikat tersebut diciptakan begitu besarnya.

Wallahu a'lam bisshawab.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini