Share

Bolehkah Mendahulukan Makan Dibanding Sholat?

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 10 September 2022 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 10 330 2664728 bolehkah-mendahulukan-makan-dibanding-sholat-TmFPnI7Ae1.jpg Ilustrasi hukum mendahulukan makan dibanding sholat. (Foto: Freepik)

MELAKSANAKAN sholat lebih awal adalah hal yang sangat dianjurkan, karena memiliki keutamaan luar biasa besar. Akan tetapi terkadang sebagian orang malah mendahulukan sesuatu yang lain, makan dulu misalnya.

Hal ini sering terjadi, apalagi di waktu jam-jam sholat yang waktunya mepet. Misalnya Jumatan dan Magrib karena waktu tersebut berupa jam-jamnya di mana perut mulai keroncongan.

Lantas, bolehkah mendahulukan makan dibanding sholat? Bagaimana hukumnya?

Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadis Indonesia Ustadz Fauzan Amin mengatakan hal yang perlu digarisbawahi mana yang didahulukan antara makan dan sholat yaitu melihat kondisi serta situasi ketika itu.

"Kalau memang waktu sholatnya masih panjang, tidak ada salahnya untuk makan dulu," katanya kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

إِذَا قُدِّمَ الْعَشَاءُ فَابْدَءُوا بِهِ قَبْلَ أَنْ تُصَلُّوا صَلاَةَ الْمَغْرِبِ ، وَلاَ تَعْجَلُوا عَنْ عَشَائِكُمْ

Artinya: "Apabila makan malam sudah tersaji, maka dahulukanlah makan malam tersebut dari sholat magrib. Dan janganlah kalian tergesa-gesa dari makan kalian." (HR Bukhari nomor 672 dan Muslim: 557) 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ustadz Fauzan Amin menerangkan, maksud hadis tersebut adalah waktu yang kondisional. Apabila perut lapar bisa membuat Anda jadi tidak khusyuk sholat serta sakit dan lemas, maka dahulukanlah makan.

"Seandainya memilih sholat terlebih dahulu, tapi pada saat sholat tidak khusyuk gara-gara ingat makanan, maka hendaknya makan dulu selama tidak ada niat menafikan sholat," terangnya.

Akan tetapi apabila sengaja meninggalkan sholat tepat waktu karena memilih makan dulu, padahal tidak sedang darurat, maka urusannya akan kembali kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Wallahualam bishawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini