Share

Apa Itu Lembaga Zakat, Infak, Shodaqoh, dan Wakaf?

Fini Nola Rachmawati, Jurnalis · Senin 12 September 2022 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 12 330 2665674 apa-itu-lembaga-zakat-infak-shodaqoh-dan-wakaf-zeTRPAkaXx.jpg Ilustrasi lembaga ziswaf atau zakat, infak, shodaqoh, dan wakaf. (Foto: Istimewa/Okezone)

PERNAHKAH Anda mendengar lembaga ziswaf atau zakat, infak, shodaqoh, dan wakaf? Lembaga ini bergerak untuk pemberdayaan umat (empowering people) dan kemanusiaan.

Ustadz Ahmad Shonhaji mengatakan dalam pengelolaan lembaga ziswaf ini sering didengar istilah zakat, infak, shodaqoh, dan wakaf. Ziswaf ini tidak bisa dipisahkan dalam persoalan pemanfaatan serta tata kelola harta karena masing-masing memiliki kriteria, baik sumber dana maupun pemanfaatannya.

BACA JUGA: Mengenal Zakat Pertanian Lengkap Hukum dan Cara Membayarnya 

 

Ia menerangkan, wakaf terlihat serupa dengan infak, yaitu menyumbangkan harta yang dimiliki untuk kepentingan orang lain. Namun, ada perbedaan mendasar antara keduanya yang jangka waktu penggunaan dari hal yang disumbangkan.

Infak memiliki jangka waktu singkat karena akan habis dalam satu kali pakai. Misalnya, infak memberi makan orang kurang mampu dan sebagainya.

BACA JUGA: Wajib Tahu, Ini Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Maal 

"Sementara pemanfaatan wakaf tahan lama atau bahkan bertahan selamanya. Selain itu, infak bisa disalurkan melalui apa pun, misalnya melalui kotak amal di masjid," papar direktur dakwah budaya dan pelayanan masyarakat Dompet Dhuafa ini.

Dia melanjutkan, sementara zakat merupakan termasuk Rukun Islam dan memiliki hukum yang wajib. Selain itu, ada aturan khusus dalam menghitung zakat sesuai dengan jumlah harta yang harus dimiliki. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Pihak yang akan menerima zakat juga berbeda, disebut mustahiq dan biasanya adalah perorangan. Oleh karena itu, penting bagi umat yang akan mengeluarkan harta memahami apakah harta itu termasuk zakat, infak, shodaqoh, atau wakaf.

"Sebagai lembaga yang memiliki sertifikasi jelas dan nadzir, kita perlu memberikan pencatatan berdasarkan dana yang kita terima," jelas Ustadz Ahmad Shonhaji.

"Kalau zakat, catatannya zakat, peruntukannya akan berbeda. Kalau sedekah, infak, peruntukannya juga berbeda. Tapi kalau wakaf juga harus jelas ini adalah wakaf," pungkasnya.

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini