Share

6 Kewajiban Anak kepada Orangtua yang Sudah Meninggal, Salah Satunya Memuliakan Teman Dekatnya

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Senin 12 September 2022 19:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 12 330 2665833 6-kewajiban-anak-kepada-orangtua-yang-sudah-meninggal-salah-satunya-memuliakan-teman-dekatnya-RFi0VCe9Gw.jpg Ilustrasi kewajiban anak kepada orangtua yang sudah meninggal dunia. (Foto: Shutterstock)

KEWAJIBAN anak kepada orangtua yang sudah meninggal dunia perlu diketahui dan dilaksanakan kaum Muslimin. Islam sendiri mengajarkan kepada pemeluknya untuk selalu berbakti kepada kedua orangtua, sekalipun mereka telah wafat.

Seperti diceritakan dari Abu Usaid Malin bin Rabi'ah As-Saidi, ketika beliau dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sedang duduk, keduanya dihampiri oleh seorang laki-laki yang bertanya.

BACA JUGA: Kisah Pemuda Uwais Al Qarni, Terkenal di Langit Berkat Berbakti Gendong Ibunya Naik Haji 

"Wahai Rasulullah, apakah aku masih dapat berbakti kepada kedua orangtuaku setelah mereka meninggal?" Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam kemudian menjawab, "Ya. Mendoakan keduanya, memohonkan ampun untuk keduanya, menunaikan janji keduanya sepeninggalnya, menyambung silaturahmi yang tidak bisa dilakukan kecuali olah keduanya, dan menghormati temannya." (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)

Selain itu dalam sebuah hadis dijelaskan, Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, "Sesungguhnya ibu dari Sa'ad bin 'Ubadah radhiyallahu 'anhu meninggal dunia. Sedangkan Sa'ad pada saat itu tidak berada di sisinya. Kemudian Sa'ad mengatakan, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?'

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, 'Iya, bermanfaat.' Kemudian Sa'ad mengatakan kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, 'Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya'." (HR Bukhari nomor 2756)

Sedekah untuk mayit ini akan bermanfaat baginya berdasarkan kesepakatan (ijma') kaum muslimin. (Lihat Majmu' Al Fatawa karya Ibnu Taimiyah, 24: 314)

BACA JUGA: Kisah Syekh Mutawalli Jadi Ulama Besar Berkat Berbakti kepada Orangtua, padahal saat Kecil Sangat Bandel 

Dengan demikian, berbakti kepada kedua orangtua tidak berhenti saat mereka masih hidup, namun sampai mereka meninggal pun anak tetap harus berbakti kepada mereka dengan cara-cara yang dituntunkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu:

1. Mendoakan kedua orangtua

2. Memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala atas nama kedua orangtua

3. Memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia

4. Menjalin hubungan silaturahim dengan keluarga dekat keduanya yang tidak pernah terjalin

5. Memuliakan teman dekat keduanya

6. Bersedekah atas nama orangtua yang telah tiada 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ustadz Zulham Effendi M.Pd.I dalam dakwahnya di kanal YouTube Salam TV pun berkata serupa. Ia menambahkan, seorang anak juga wajib menjalankan nadzar serta wasiat orangtua.

"Tunaikan wasiat dan nazarnya. Ini di antara bentuk kewajiban si anak apabila orangtuanya sudah meninggal," ungkapnya, dikutip pada Senin (12/9/2022).

Bila itu semua telah dilakukan, maka seorang anak akan mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu wa ta'ala, jalan menuju pintu surga, keberkahan umur dan rezeki serta tercatat anak yang berbakti kepada orangtua.

Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Orangtua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya." (HR Tirmidzi nomor 1900, Ibnu Majah: 3663 dan Ahmad 6: 445. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan hadis ini hasan)

Al Qadhi Baidhawi mengatakan, "Bakti pada orangtua adalah pintu terbaik dan paling tinggi untuk masuk surga. Maksudnya, sarana terbaik untuk masuk surga dan yang mengantarkan pada derajat tertinggi di surga adalah lewat mentaati orang tua dan berusaha mendampinginya. Ada juga ulama yang mengatakan, 'Di surga ada banyak pintu. Yang paling nyaman dimasuki adalah yang paling tengah. Dan sebab untuk bisa masuk surga melalui pintu tersebut adalah melakukan kewajiban kepada orangtua'." (Tuhfah Al Ahwadzi, 6: 8–9)

Wallahualam bissawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini