Share

Viral Pria Yaman Umrah untuk Ratu Elizabeth II, Begini Hukumnya dalam Islam

Putra Tangguh Salsabil, Jurnalis · Rabu 14 September 2022 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 614 2667495 viral-pria-yaman-umrah-untuk-ratu-elizabeth-ii-begini-hukumnya-dalam-islam-iyP19VviwN.jpg Ilustrasi viral pria Yaman umrah untuk Ratu Elizabeth II. (Foto: Shutterstock)

VIRAL di media sosial seorang pria Yaman melakukan ibadah umrah untuk mendiang Ratu Elizabeth II. Dalam video yang beredar, pria tersebut menjalankan ibadah umrah sambil membawa spanduk bertuliskan, "Umrah untuk jiwa Ratu Elizabeth II. Kami memohon kepada Allah agar menerimanya di surga di antara orang-orang salih."

Atas aksinya tersebut, ia ditangkap oleh Kepolisian Arab Saudi karena dianggap melanggar aturan. Tindakannya pun menuai kritik karena biasanya umat Islam melakukan badal umrah atas nama Muslimin yang telah meninggal, bukan umat agama lain.

BACA JUGA: Melanggar Peraturan Islam, Arab Saudi Tangkap Pria Yaman yang Umrah untuk Ratu Elizabeth II 

 

Lantas, bagaimana hukumnya dalam Islam?

Ustadz Ahmad Roziqi dari Asosiasi Dai-daiyah Indonesia (ADDAI) mengatakan bahwa ibadah umrah yang ditujukan untuk non-Muslim hukumnya haram.

BACA JUGA: Kisah Mualaf Fatih Dulu Ucap Tidak Mungkin Masuk Islam, Kini Bersyahadat hingga Dapat Umrah Gratis 

"Jangankan umrah, kita mensholati jenazah orang yang non-Muslim saja juga tidak boleh," katanya saat dihubungi MNC Portal, Rabu (14/9/2022).

"Kalau mati dalam keadaan kafir, maka tidak boleh kita mendoakannya. Ada dalilnya Nabi dan para sahabat yang mati dalam keadaan kafir, mendoakan dan mensholatkan saja tidak boleh, apalagi ibadah lainnya," jelasnya. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Alquran menjelaskannya lebih lanjut dalam Surat At-Taubah (9) Ayat 84 dan 113, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَلَا تُصَلِّ عَلٰىٓ أَحَدٍ مِّنْهُمْ مَّاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلٰى قَبْرِهِۦٓ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَمَاتُوا وَهُمْ فٰسِقُونَ

"Dan janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan sholat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik), selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (mendoakan) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik." (QS At-Taubah (9): 84)

مَا كَانَ لِلنَّبِىِّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوٓا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوٓا أُولِى قُرْبٰى مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحٰبُ الْجَحِيمِ

"Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya) setelah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu penghuni Neraka Jahanam." (QS At-Taubah (9): 113)

Dari dua dalil tersebut dan pernyataan Ustadz Ahmad Roziqi dapat diketahui bahwa ibadah umrah yang dilakukan pria tersebut adalah hal yang tidak diperlukan karena Ratu Elizabeth II sendiri sejatinya bukan seorang Muslim.

Selain itu, badal umrah juga hanya bisa dilakukan kepada umat Islam. Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini