Share

Hukum Tajwid Surat Al A'la Ayat 1-19 Lengkap Cara Membaca dan Artinya

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Rabu 14 September 2022 09:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 616 2667000 hukum-tajwid-surat-al-a-la-ayat-1-19-lengkap-cara-membaca-dan-artinya-e4FYb5yRf7.jpg Ilustrasi hukum tajwid Surat Al A'la Ayat 1-19. (Foto: Shutterstock)

HUKUM tajwid Surat Al A'la Ayat 1–19 sangat penting diketahui kaum Muslimin. Tujuannya agar bisa membacanya dengan tepat sehingga menjadi lebih indah sekaligus membaguskan maknanya.

Al A'la merupakan surat ke-87 yang memiliki 19 ayat di dalam Alquran. Surat Al A'la masuk golongan Makkiyah ini berisi tentang penyucian Allah Subhanahu wa ta'ala dan penetapan keesaan-Nya serta kuasa-Nya mencipta lalu memberi tuntunan wahyu kepada para nabi. Hal ini untuk menuntun manusia ke jalan yang benar.

Adapun hukum tajwid Surat Al A'la Ayat 1–19 adalah sebagai berikut, seperti telah Okezone himpun:

Ayat 1

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ

Sabbiḥisma rabbikal-a’lā

Artinya: "Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi."

Hukum tajwidnya:

رَبِّكَ : Tafkhim karena ra berharakat fathah. Dibaca dengan tebal.

الْأَعْلَى : Alif lam qomariyah sebab ada alif lam berjumpa atau disertai hamzah, salah satu huruf qomariyah. Dibaca jelas.

عْلَى : Mad thabi'i, karena setelah lam ada alif bengkok, cara membacanya panjang dua harakat.

Ayat 2

الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوّٰىۖ

allażī khalaqa fa sawwā

Artinya: "Yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya)."

Hukum tajwidnya:

الَّذِي : Alif lam syamsiyah, karena ada alif lam bertemu lam lagi, salah satu karakter syamsyiyah. Dibaca idgham.

لَّذِي : Mad thabi'i, karena ada ya sukun sebelumnya ada kasrah di huruf dza. Cara membacanya panjang dua harakat.

فَسَوّٰ : Mad thabi'i, karena ada fathah berdiri di atas wau.

Ayat 3

وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰىۖ

wallażī qaddara fa hadā

Artinya: "Yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk."

Hukum tajwidnya:

وَالَّذِي : Alif lam syamsiyah, karena ada alif lam berjumpa lam, salah satu karakter syamsyiyah. Dibaca idgham.

لَّذِي : Mad thabi'i, karena ada ya sukun sebelumnya ada kasrah di dzal. Cara membacanya dipanjangkan dua harakat.

قَدَّرَ : Tafkhim karena huruf ra bertanda baca fathah.

فَهَدٰىۖ : Mad thabi'i, karena ada fathah berdiri di atas huruf dal. Cara membacanya dipanjangkan dua harakat.

Ayat 4

وَالَّذِيْٓ اَخْرَجَ الْمَرْعٰىۖ

wallażī akhrajal-mar’ā

Artinya: "Dan Yang menumbuhkan rerumputan."

Hukum tajwidnya:

وَالَّذِي : Alif lam syamsiyah sebab ada alif lam berjumpa atau disertai lam, salah satu huruf syamsiyah. Dibaca idgham.

أَخْرَجَ : Tafkhim, sebab ada ra bertanda baca fathah.

وَالَّذِي أَخْرَجَ : Mad jaiz munfashil, karena ada mad thabi'i bertemu hamzah yang terpisah. Cara membacanya dipanjangkan sampai dua setengah alif atau lima harakat.

الْمَرْعَى : Alif lam qomariyah, karena ada alif lam berjumpa atau dibarengi mim, salah satu karakter qomariyah. Kemudian, ra dibaca tafkhim.

عٰىۖ : Mad thabi'i, karena ada fathah berdiri di atas huruf ain. Cara membacanya dipanjangkan dua harakat.

Ayat 5 

فَجَعَلَهٗ غُثَاۤءً اَحْوٰىۖ

fa ja’alahụ guṡā`an aḥwā

Artinya: "Lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput) itu kering kehitam-hitaman."

Hukum tajwidnya:

فَجَعَلَهُ : Mad shilah qashirah, karena huruf ha (kata ganti) bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang dua harakat.

غُثَاء : Mad wajib muttasil, karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang empat atau lima harakat.

ءً اَ: Idzhar halqi, cara membacanya tanwin dibaca jelas.

اَحْوٰىۖ : Mad thabi'i, karena ada fathah berdiri di atas wau. Cara membacanya dipanjangkan dua harakat. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ayat 6

سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓ ۖ

sanuqri`uka fa lā tansā

Artinya: "Kami akan membacakan (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa."

Hukum tajwidnya:

سَنُقْرِؤُكَ : Qolqolah sughro, karena huruf qalqalah qaf berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan. Kemudian, ra dibaca secara tarqi atau ditipiskan.

فَلَا : Mad thabi’i, karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang dua harakat.

تَنْسٰىٓ ۖ : Ikhfa ausath, karena huruf nun sukun bertemu huruf sin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf sin. Kemudian, sa dibaca secara mad thabi'i, karena ada fathah berdiri di atasnya.

Ayat 7

اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗاِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفٰىۗ

illā mā syā`allāh, innahụ ya’lamul-jahra wa mā yakhfā

Artinya: "Kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi."

Hukum tajwidnya:

إِلَّا : Mad thabi'i sebab ada fathah disertai alif. Cara membacanya dipanjangkan dua harakat.

مَا : Mad thabi’i alasannya ada fathah disertai alif. Cara membacanya dipanjangkan dua harakat.

شَاء : Mad wajib muttasil, karena ada mad thabi’i bertemu dengan hamzah dalam satu kata, maka cara bacanya panjang empat atau lima harakat.

اللَّهُ : Tafkhim, karena lam jalalain didahului fathah.

اللّٰهُ ۗا : Karena ada al waqfu aula yang artinya diutamakan berhenti, maka lafadz ini masuk ke mad arid lissukun. Cara membacanya panjang dua, empat, atau enam harakat.

إِنَّهُ : Ghunnah, sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan tiga harakat.

اِنَّهٗ يَعْلَمُ : Mad shilah qashirah sebab huruf ha (kata ganti) bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang dua harakat.

الْجَهْرَ : Alif lam qomariyah, karena ada alif lam bertemu jim, salah satu huruf qomariyah. Kemudian, ra dibaca tafkhim.

وَمَا : Mad thabi'i, cara membacanya panjang dua harakat.

يَخْفٰىۗ : Mad thabi'i, cara membacanya panjang dua harakat.

Ayat 8

وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرٰىۖ

wa nuyassiruka lil-yusrā

Artinya: "Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat)."

Hukum tajwidnya:

نُيَسِّرُ : Tafkhim, karena ra berbaris dhammah. Dibaca tebal.

لِلْيُسْرٰ : Tafkhim dan mad thabi'i, dibaca panjang dua harakat. Kemudian ra dibaca mad thabi’i, panjang dua harakat.

Ayat 9

فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰىۗ

fa żakkir in nafa’atiż-żikrā

Artinya: "Oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat."

Hukum tajwidnya:

فَذَكِّرْ : Tarqiq, ada ra sukun sebelumnya ada kaf. Dibaca tipis.

إِن نَّفَعَتِ : Idgham bighunnah, karena huruf nun sukun bertemu huruf nun bertasydid. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai tiga harakat.

تِ الذّ : Alif lam syamsiyah, karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah dzal. Dibaca idgham (masuk ke huruf dzal).

الذِّكْرٰىۗ : Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ra berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, huruf bersukun, huruf yang diwaqaf, dan huruf bertasydid. Cara membacanya panjang dua harakat.

Ayat 10

سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰىۙ

sayażżakkaru may yakhsyā

Artinya: "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran."

Hukum tajwidnya:

مَن يَخْشَى : Idgham bighunnah, karena huruf nun sukun bertemu huruf ya bertasydid. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai tiga harakat.

يَخْشَى : Mad asli atau mad thabi’i, karena huruf syin berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, huruf bersukun, huruf yang diwaqaf, dan huruf bertasydid. Cara membacanya panjang dua harakat. 

Ayat 11

وَيَتَجَنَّبُهَا الْاَشْقَىۙ

wa yatajannabuhal-asyqā

Artinya: "Dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya,"

Hukum tajwidnya:

وَيَتَجَنَّبُهَا : Ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.

الْأَشْقَى : Alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf hamzah. Dibaca secara jelas. Kemudian qa dibaca mad thabi'i karena ada alif bengkok. Dibaca panjang dua harakat.

Ayat 12

الَّذِيْ يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرٰىۚ

allażī yaṣlan-nāral-kubrā

Artinya: "(yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)."

Hukum tajwidnya:

الَّذِيْ : Alif lam syamsiyah karena alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke abjad lam). Kemudian ada mad thabi'i karena dzal kasrah bertemu ya sukun, dibaca panjang dua harakat.

النَّا : Alif lam syamsiyah alasannya aksara alif lam bertemu abjad syamsiyah nun. Dibaca idgham (masuk ke karakter nun). Kemudian ada ghunnah, sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan tiga harakat.

رَ : Dibaca tafkhim.

الْكُبْرٰ : Alif lam qamariyah lantaran abjad alif lam bertemu karakter kaf. Dibaca secara jelas. Kemudian ada pula qalqalah sughro, dibaca pantulkan tipis. Lalu, ra dibaca secara tafkhim dan mad thabi'i yang panjang dua harakat.

Ayat 13

ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰىۗ

ṡumma lā yamụtu fīhā wa lā yaḥyā

Artinya: "Selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup."

Hukum tajwidnya:

ثُمَّ : Ghunnah karena ada mim di tasydid, cara membacanya dengan dengung serta ditahan tiga harakat.

لَا ,يٰىۗ, dan فِيْهَا : Mad thabi'i, dibaca panjang dua harakat

Ayat 14

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰىۙ

qad aflaḥa man tazakkā

Artinya: "Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman)."

Hukum tajwidnya:

قَدْ : Qolqolah sugro karena ada huruf dal di sukun, cara bacanya dipantul kecil.

مَن تَزَ : Ikhfa aqrab, karena ada nun mati bertemu ta'. Cara bacanya dibaca samar sambil mendengung.

كّٰىۙ : Mad thabi'i, dibaca panjang dua harakat.

Ayat 15

وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰىۗ

wa żakarasma rabbihī fa ṣallā

Artinya: "Dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat."

Hukum tajwidnya:

بِّهٖ فَصَلّٰىۗ :Mad shilah qashirah sebab huruf ha (kata ganti) bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang dua harakat. Kemudian la dibaca mad thabi'i, panjang dua harakat. 

Ayat 16

بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۖ

bal tu`ṡirụnal-ḥayātad-dun-yā

Artinya: "Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia."

Hukum tajwidnya:

ثِرُوْ : Mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, huruf bersukun, huruf yang diwaqaf, dan huruf bertasydid. Cara membacanya panjang dua harakat.

الْحَيَاةَ : Alif lam qomariyah, karena huruf alif lam bertemu huruf ha'. Dibaca secara jelas. Kemudian ya hukumnya mad thabi’i karena huruf ya berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang dua harakat.

الدُّنْيَا : Alif lam syamsyiyah, karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah dal. Dibaca idgham (masuk ke huruf dal ).

الدُّنْيَاۖ : Idzhar sebab huruf nun sukun bertemu huruf ya. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali. Kemudian ya termasuk mad thabi'i.

Ayat 17

وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ

wal-ākhiratu khairuw wa abqā

Artinya: "Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal."

Hukum tajwidnya:

الْاٰ : Ada dua hukum di sini, pertama alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf hamzah. Dibaca secara jelas. Kedua, mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang dua harakat.

خَيْرٌ : Mad lin karena huruf ya sukun didahului oleh huruf kha berharakat fathah. Dibaca panjang dua harakat.

خَيْرٌ وَّ : Idgham bighunnah karena huruf ra berharakat dhammah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai tiga harakat.

وَّاَبْقٰىۗ : Qalqalah sugra karena huruf qalqalah ba berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan. Kemudian qaf mad asli atau mad thabi’i karena huruf qaf berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, huruf bersukun, huruf yang diwaqaf, dan huruf bertasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

Ayat 18

اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰىۙ

inna hāżā lafiṣ-ṣuḥufil-ụlā

Artinya: "Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu."

Hukum tajwidnya:

اِنَّ : Ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan tiga harakat.

هٰذَا : Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang dua harakat.

هٰذَا : Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang dua harakat.

الصُّحُفِ : Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah shad. Dibaca idgham (masuk ke huruf shad ).

الْاُوْلٰىۙ : Alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf hamzah. Dibaca secara jelas. Kemudian ada juga mad badal, karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang dua harakat.

لٰىۙ : Mad asli atau mad thabi’i, karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, huruf bersukun, huruf yang diwaqaf, dan huruf bertasydid. Cara membacanya panjang dua harakat.

Ayat 19

صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى

ṣuḥufi ibrāhīma wa mụsā

Artinya: "(yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa."

Hukum tajwidnya:

اِبْرٰ : Qalqalah sughra karena huruf qalqalah ba berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan. Kemudian ra dibaca secara tafkhim.

اِبْرٰ : Ada pula mad asli atau mad thabi’i karena huruf ra berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang dua harakat.

هِيْمَ : Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang dua harakat.

مُوْ : Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang dua harakat.

سٰى : Mad asli atau mad thabi’i karena huruf sin berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, huruf bersukun, huruf yang diwaqaf, dan huruf bertasydid. Cara membacanya panjang dua harakat.

Demikian penjelasan mengenai hukum tajwid Surat Al A'la Ayat 1–19. Semoga jelas dan bermanfaat. Wallahu a'lam bisshawab

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini