Share

Bagaimana Penyaluran Dana Zakat?

Fini Nola Rachmawati, Jurnalis · Senin 19 September 2022 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 19 330 2670467 bagaimana-penyaluran-dana-zakat-JMViPnJudy.jpg Ilustrasi dana zakat. (Foto: Shutterstock)

ZAKAT merupakan harta yang wajib dibayar kaum Muslimin jika sudah memenuhi syaratnya berupa haul dan nisab. Zakat sangat berguna bagi saudara sesama Muslim yang membutuhkan.

Zakat bisa dimanfaatkan untuk membantu dari segi ekonomi, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, maupun pelayanan lainnya. Sehingga, membuat kaum Muslimin lainnya tidak hidup dalam kondisi kemiskinan.

BACA JUGA:Mengetahui Lebih Jelas Tata Kelola Zakat, Infak, Sedekah Beserta Keutamaannya 

 

"Bisa juga membuat berbagai macam pelayanan untuk pemberdayaan kaum dhuafa, seperti pelayanan kesehatan untuk masyarakat pada rumah sakit berbasis wakaf," ungkap Direktur Dakwah, Budaya, dan Pelayanan Masyarakat Dompet Dhuafa Ustadz Ahmad Shonhaji dalam keterangan yang diterima Okezone.

Ia melanjutkan, bisa juga membangun lembaga pendidikan, menyiapkan program-program pemberdayaan, atau meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat. Selain itu dapat menjalankan program dakwah yang masuk ke berbagai macam pelosok negeri.

BACA JUGA:Wajib Tahu! Ini Perbedaan Zakat, Infak, dan Sedekah Beserta Waktu Membayarnya 

Dia menerangkan, penyaluran dana zakat juga harus disertai membangun kepercayaan publik. Ini menjadi sangat penting melalui program-program yang dikemas.

Sentuhan program bagi mustahik akan memancing perhatian para muzakki untuk terus diingatkan betapa penting dan manfaatnya zakat yang ditunaikan melalui lembaga ziswaf. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

"Wakaf yang dikelola dengan baik dan produktif akan memberikan maslahat dan wakif mendapat pahala yang terus mengalir di mana pahalanya lebih panjang daripada usia meskipun sudah tiada," jelas Ustad Ahmad Shonhaji.

Ia menegaskan, zakat yang dikelola oleh sebuah lembaga amil harus memberikan manfaat dan maslahat kepada mustahik atau kaum dhuafa atau masyarakat. Maka itu, sentuhan dakwahnya haruslah masuk pada persoalan-persoalan yang pragmatis dan menjadi kebutuhan masyarakat.

Wallahu a'lam bisshawab.

BACA JUGA:Apakah Boleh Memberikan Zakat Penghasilan kepada Keluarga? Ini Jawabannya 

BACA JUGA:Bagaimana Cara Menghitung Zakat Penghasilan? 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini