Share

9 Syarat Wajib Zakat Fitrah dan Zakat Maal, Apa Saja?

Syifa Fauziah, Jurnalis · Rabu 21 September 2022 08:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 330 2671707 9-syarat-wajib-zakat-fitrah-dan-zakat-maal-apa-saja-ya-UOOEHGCrbl.jpg Ilustrasi syarat wajib zakat fitrah dan zakat maal. (Foto: Shutterstock)

KETAHUI 9 syarat wajib zakat fitrah dan zakat maal berikut ini. Namun sebelum itu, ketahui dulu tentang pengertian dari keduanya.

Dilansir nu.or.id, zakat sendiri termasuk Rukun Islam yang keempat. Zakat fitrah disyariatkan saat bulan Ramadhan.

BACA JUGA: Bagaimana Penyaluran Dana Zakat? 

Baik dalam Alquran maupun hadis, banyak sekali dijelaskan tentang kewajiban membayar zakat. Salah satunya adalah firman Allah Subhanahu wa ta'ala berikut ini:

وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُواْ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

Artinya: "Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk." (QS Al-Baqarah [2]: 43)

Dalam hadis, perintah itu tergambar dari salah satunya sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam berikut:

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَ إِقَامِ الصَّلَاةِ، وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَ حَجِّ الْبَيْتِ، وَ صَوْمِ رَمَضَانَ. رواه البخاري و مسلم .

Artinya: "Islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, pergi haji, dan puasa di bulan Ramadhan." (HR Bukhari dan Muslim) (Musthafa Sa’id al-Khin, Al-Fiqhul Manhaji ‘ala Madzhabil Imam Asy-Syafi’i, t.t: juz II, halaman 11)

BACA JUGA: Apakah Boleh Memberikan Zakat Penghasilan kepada Keluarga? Ini Jawabannya 

Hukum Menunaikan Zakat Fitrah dan Zakat Maal

Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, berikut dalil Alquran dan hadisnya, membayar zakat hukumnya wajib sesuai kesepakatan ulama bagi orang yang telah memenuhi kriteria, yaitu beragama Islam, merdeka (bukan hamba sahaya), dan memiliki makanan pokok saat Idul Fitri (untuk siang dan malamnya).

Hal tersebut berlaku baik bagi laki-laki, perempuan, anak kecil, orang dewasa, orang merdeka, ataupun hamba sahaya (yang muba'adh). 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sementara itu, menyegerakan zakat maal di dalam Nihayatu al-Muhtaj, Syekh al-Syirbiny menjelaskan:

يجوز تعجيلها في المال الحولي قبل تمام الحول فيما انعقد حوله ووجد النصاب فيه

Artinya: "Boleh melakukan ta'jil zakat harta yang bersifat menahun sebelum sempurnanya sifat haul-nya, khususnya untuk harta yang terikat dengan haul dan telah mencapai nishab." (Al-Syirbiny, Nihayatu al-Muhtaj, Beirut; Daru al-Kutub al-Ilmiyyah, tt., juz 3, halaman 141)

Maksud dari harta yang bersifat menahun dan terikat dengan haul ini adalah harta yang terdiri dari simpanan emas dan perak, perhiasan, ternak, harta dagang, uang simpanan, dan sejenisnya.

Adapun untuk harta tijarah, maka hal itu tidak mungkin dilakukan sebab bukan termasuk harta yang bersifat haul. Kewajiban zakat sudah berlaku seketika saat panen tiba dan mencapai nishab.

Terkait harta menahun (al-mal al-hauli), di dalam ta'jil zakat harta ini, ada empat ketentuan yang mesti diperhatikan, yaitu:

أن يكون النصاب موجوداً في ملك المزكي عندما عجَّل الزكاة، فلا يصح تعجيلها قبل ملك النصاب [Pertama]

"Jika harta tersebut telah mencapai nishab dan menjadi milik sempurna pihak yang mengeluarkan zakat (muzakki) di saat ia hendak melakukan ta’jil-nya. Tidak sah menyegerakan zakat sebelum harta itu mencapai nishab."

أن يكون التعجيل عن عام واحد، فلا يجوز تعجيل الزكاة عن أكثر من عام؛ لأن العام الثاني لم يبدأ بعد، فصار كتعجيل الزكاة قبل وجود النصاب [Kedua]

"Harta yang disegerakan pengeluarannya tersebut masih dalam bingkai satu tahun zakat. Tidak boleh menta’jil zakat untuk harta yang akan datang di beberapa tahun kemudian, karena tahun kedua hanya dimulai setelah tahun pertama usai. Penyegeraan zakat tahun kedua di tahun pertama ini menyerupai penunaian zakat sebelum tercapai ketentuan nishab."

يشترط لصحة تقديم الزكاة أن يبقى مالك النصاب أهلاً لوجوب الزكاة إلى آخر الحول، وذلك ببقائه حياً، وبقاء ماله نصاباً، فلو مات قبل تمام الحول لا يعتبر ما عجّله زكاة [Ketiga]

"Syarat sah menyegerakan zakat adalah jika pemilik harta 1 nishab itu merupakan orang ahli zakat hingga akhir tahun, hidup hingga akhir tahun, dan hartanya mencapai 1 nishab di akhir tahun. Jika muzakki meninggal sebelum sempurna 1 tahun, maka apa yang telah ditunaikannya dengan segera, tidak dihitung sebagai zakat."

أن يكون القابض للزكاة المعجّلة مستحقاً لها عند تمام الحول، فلو مات لم يُحسب المدفوع له زكاة [Keempat]

"Jika orang yang menerima zakat yang disegerakan pembayarannya itu termasuk orang yang berhak mendapatkan zakat ketika sempurna hitungan tahunnya. Dengan demikian, jika ia meninggal (sebelum sempurnanya tahun), maka apa yang diterima olehnya, sebelumnya, dari muzakki, tidak dihitung sebagai zakat yang dibayarkan kepadanya." 

Lantas apa saja syarat wajib zakat fitrah dan zakat maal? Berikut ulasannya.

1. Merdeka

Syarat zakat yang pertama adalah merdeka. Merdeka dari segi keuangan dan kehidupan. Mayoritas ulama mengatakan, zakat hanya wajib atas tuannya.

2. Beragama Islam

Orang Islam wajib membayar zakat. Tidak ada kewajiban bagi umat kafir berzakat, karena zakat adalah ibadah untuk menyucikan.

3. Baligh dan berakal

Selanjutnya adalah baligh dan berakal jadi syarat wajib membayar zakat. Artinya, anak kecil dan orang gila tidak diwajibkan membayar zakat.

4. Kondisi harta

Selanjutnya melihat kondisi harta. Harta ini jenisnya ada lima, yaitu dua keping logam yang berstatus uang kertas, barang tambang, barang temuan, barang dagangan, buah-buahan, dan binatang ternak.

5. Kondisi harta sampai satu nisab

Menurut ketetapan syara', kondisi harta yang juga harus mencapai satu nisab (batas minimal) atau diperkirakan senilai satu nisab.

6. Memiliki harta sepenuhnya

Maksud dari penjelasan ini adalah seseorang memiliki harta yang akan dizakatkan merupakan harta sendiri sepenuhnya. Bukan milik orang lain atau barang temuan.

7. Mencapai haul

Haul adalah batasan waktu satu tahun hijriyah atau 12 (dua belas) bulan qomariyah kepemilikan harta yang wajib dikeluarkan zakat. Sebagaimana sabda Rasulullah, "Tidak ada kewajiban zakat pada harta sampai genap satu tahun."

8. Tidak ada utang

Utang dapat menghalangi kewajiban berzakat, sehingga seseorang yang tidak berhutang diwajibkan untuk berzakat.

9. Berkecukupan

Selain itu syarat wajib berzakat adalah memiliki kecukupan dalam kebutuhan pokok. Ibnu Malik menjelaskan kebutuhan pokok dalam hal ini seperti tempat tinggal, nafkah, alat perang, pakaian, atau diperkirakan seperti utang.

Demikian penjelasan mengenai 9 syarat wajib zakat fitrah dan zakat maal. Semoga jelas dan bermanfaat. Wallahu a'lam bisshawab

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini