Share

Kisah Ali bin Abi Thalib Tidak Terasa Sakit Anak Panah Dicabut dari Tubuhnya Berkat Sholat Khusyuk

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Kamis 22 September 2022 09:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 614 2672498 kisah-ali-bin-abi-thalib-tidak-terasa-sakit-anak-panah-dicabut-dari-tubuhnya-berkat-sholat-khusyuk-LxjTz8Pf2t.jpg Ilustrasi kisah Ali bin Abi Thalib tidak terasa sakit anak panah dicabut dari tubuhnya ketika sholat khusyuk. (Foto: Shutterstock)

INILAH kisah sahabat Ali bin Abi Thalib yang ditantang bisa sholat dengan khusyuk. Diketahui sholat merupakan salah satu ibadah wajib yang juga menempati posisi penting bagi umat Islam. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah Subhanahu wa ta'ala.

Allah Azza wa Jalla menekankan arti pentingnya sholat bagi kehidupan manusia. Sholat disebutkan sebagai cara menahan manusia dari melakukan perbuatan keji dan munkar. Allah Ta'ala berfirman:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Artinya: "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Alquran) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS Al Ankabut: 45)

BACA JUGA:Ali bin Abi Thalib Pernah Kasih Nasihat ke Anaknya, Apa Saja? 

Info grafis sunah-sunah di hari Jumat. (Foto: Okezone)

BACA JUGA:Kisah Ali Bin Abi Thalib Pernah Duel dengan Jin 

Namun untuk mewujudkan sholat yang bisa menjadi penjaga dari perbuatan keji dan munkar bukanlah perkara mudah. Hanya sholat yang disertai rasa khusyuk yang mampu menjaga seorang Muslim dari perbuatan keji dan munkar.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Surat Al Baqarah Ayat 45–46, sholat khusyuk hanya bisa dilakukan oleh mereka yang benar-benar yakin akan perjumpaan dengan Allah Ta'ala:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

"Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, yaitu orang-orang yang meyakini mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya." (QS Al Baqarah: 45–46) 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Menurut Imam Al Ghazali, obat paling ampuh untuk meraih kekhusyukan sholat adalah menyingkirkan perkara-perkara yang mengganggu perhatian hati.

Namun, perkara-perkara yang mengganggu itu tidak mungkin disingkirkan kecuali dengan menyingkirkan sebab-sebabnya, baik sebab yang datang dari luar maupun yang datang dari dalam diri orang yang sholat. (Al-Ghazali, Ihya ‘Ulumiddin, [Kairo, Darut Taqwa lit-Turats: 2000 M], jilid I, halaman 260)

Selanjutnya Al Ghazali menuturkan beberapa penggalan kisah tentang orang-orang yang khusyuk sholatnya. Termasuk kisah orang-orang yang lebih mengutamakan kekhusyukan.

Salah satu kisah para sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang dapat menggambarkan betapa sungguh-sungguh dan khusyuknya dalam sholat adalah apa yang telah diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu.

Dikatakan "mengutamakan kekhusyukan" karena ketika ada sesuatu yang menyebabkan terganggunya kekhusyukan, mereka tidak sungkan untuk menyingkirkannya.

Dikatakan bahwa Khalifah Ali bin Abi Thalib saat datang waktu sholat, hatinya berdebar-debar dan wajahnya langsung berubah. Pertanda kekhusyukan sudah datang sebelum dirinya sholat.

Begitu ditanya, dia menjawab, "Mengapa engkau demikian, wahai Amirul Mukminin?"

Dijawabnya, "Waktu amanat yang ditawarkan Allah kepada langit, bumi, dan gunung telah datang. Namun, mereka menolak untuk mengembannya. Mereka takut untuk menerimanya. Dan akulah yang mengembannya." 

Kisah selanjutnya, yakni dalam suatu peperangan Ali bin Abi Thalib terpanah di salah satu anggota tubuhnya. Para sahabat mengatakan bahwa untuk mencabut panah tersebut dari tubuh beliau maka sebagian tubuhnya harus dilukai atau dipotong, jika tidak dilakukan, maka panah itu tidak bisa diambil.

Amirul mukminin Ali bin Abi Thalib lalu berkata, "Bila aku di tengah menjalankan sholat maka keluarkanlah panahnya."

Ali lalu menjalankan sholat, dan para sahabat segera membedah anggota tubuhnya, kemudian mengeluarkan anak panah tersebut dari tubuh Ali.

Sungguh meski demikian, Ali bin Abi Thalib tidak berubah dalam menjalankan sholatnya. Ketika selesai sholat, beliau berkata, "Mengapa kamu tidak tidak mencabut panah itu?"

Demikianlah keadaan sahabat Ali bin Abi Thalib saat menghadap Allah Subhanahu wa ta'ala, berdialog dengan Allah Ta'ala tanpa terlintas pikiran lain kecuali hanya menghadap Allah Ta'ala, sehingga tidak terasa bahwa salah satu anggota tubuhnya dibedah untuk mencabut anak panang.

Wallahu a'lam bisshawab

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini