Share

Apakah Penderita Gangguan Jiwa Berhak Menerima Zakat? Ini Kata Buya Yahya

Melati Septyana Pratiwi, Jurnalis · Jum'at 23 September 2022 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 330 2673397 apakah-penderita-gangguan-jiwa-berhak-menerima-zakat-ini-kata-buya-yahya-2pk0JRIT2f.jpg Ilustrasi Buya Yahya menjawab pertanyaan, apakah penerita gangguan jiwa berhak menerima zakat? (Foto: Dok YouTube Al-Bahjah TV)

APAKAH penderita gangguan jiwa berhak menerima zakat? Ternyata hal ini banyak ditanyakan kaum Muslimin dan sangat penting diketahui agar tepat menyalurkannya.

Ketentuan zakat sendiri sudah diatur secara jelas, mulai besaran yang harus dikeluarkan, siapa yang boleh berzakat, ataupun yang menerima zakat. Dari beberapa golongan penerima zakat, apakah penderita gangguan jiwa berhak menerima zakat?

Dikutip dari Zakat.or.id, Ustadz Haji Ahmad Fauzi Qosim menjelaskan ada delapan golongan yang berhak menerima zakat yaitu:

BACA JUGA:Zakat Penghasilan dari Gaji Kotor atau Gaji Bersih? Ini Penjelasannya 

 

BACA JUGA:Kapan Batas Paling Akhir Mengeluarkan Zakat Fitrah? 

1. Fakir, seseorang yang tidak berpenghasilan apa pun karena masalah berat.

2. Miskin, seseorang yang punya penghasilan namun untuk kebutuhan sehari-hari masih belum cukup.

3. Riqab atau hamba sahaya (budak).

4. Gharim atau gharimin, memiliki utang dan kesulitan melunasi.

5. Mualaf atau seseorang yang baru memeluk Islam.

6. Fisabilillah atau pejuang agama Islam.

7. Ibnu Sabil, mereka yang kehabisan bekal saat melakukan perjalanan jauh.

8. Amil, orang yang turut menyalurkan zakat.

Dari delapan golongan tersebut, tidak dijelaskan spesifik apakah orang gila atau penderita gangguan jiwa berhak menerima zakat. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Namun, bisa disimpulkan jika orang gila masuk golongan tersebut, misalnya fakir dan tidak ada tempat bernaung atau keluarga yang terbilang mampu, bisa saja menerima zakat.

Pasalnya jika memang dia tidak hidup sebatang kara dan masih dinaungi keluarga berkecukupan, orang gila justru harus tetap menjadi golongan yang membayar zakat.

"Orang yang sakit atau gila tetap wajib mengeluarkan zakat fitrah, tapi di bawah naungan siapakah dia, seperti bayi maka yang mengayomi dialah yang mengeluarkan zakatnya," jelas KH Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa Buya Yahya dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Adapun lebih lanjut Buya Yahya menjelaskan orang-orang yang tidak wajib membayar zakat fitrah adalah mereka yang tidak memiliki harta di hari pembayaran zakat.

"Tidak ada punya dan tidak ada yang membiayai," tukas Buya Yahya.

Wallahu a'lam bisshawab. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini