Share

Bacaan Sholawat untuk Dibaca saat Maulid Nabi

Hantoro, Jurnalis · Rabu 05 Oktober 2022 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 618 2680902 bacaan-sholawat-untuk-dibaca-saat-maulid-nabi-xapv1olPis.jpg Ilustrasi bacaan sholawat untuk dibaca saat maulid Nabi. (Foto: Istimewa/mui.or.id)

BACAAN sholawat untuk dibaca saat maulid Nabi akan dibahas dalam artikel kali ini. Bisa menggunakan lafal sholawat dan salam dengan fi'il madhi atau fi'il amr. Dengan fi'il madhi, dapat membaca sholawat dan salam sebagai berikut:

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihī wa shahbihī wa sallama

BACA JUGA:Maulid Nabi 2022 Tanggal Berapa? Simak di Sini 

Info grafis sholawat Nabi. (Foto: Okezone)

BACA JUGA:Ini Bacaan serta Keutamaan Memperbanyak Sholawat Nabi di Hari Jumat 

Dengan fi'il amr, bisa membaca sholawat dan salam sebagai berikut:

اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ

Allāhumma shalli wa sallim wa bārik ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihī wa shahbihī

Dikutip dari nu.or.id, struktur ini memang tidak baku. Sebagian orang membaca sholawat, salam, dan juga lafal berkah. Sebagian orang tidak menggunakannya. Ada orang yang menempatkan kata salam di awal. Sementara sebagian orang meletakannya di akhir.

Lafal sholawat dan salam memang kemudian banyak diperkenalkan oleh para ulama. Tetapi yang jelas dalam berdoa, hanya boleh menggunakan sholawat dan salam dalam hal dua'iyyah bagi para nabi dan rasul. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Tidak boleh menggunakan “rahimahullāh atau rahimahumullāh”, “radhiyallāh ‘anhu atau ‘anhum”, atau “karramallāhu wajhahū atau ‘anhum.”

ولا يجوز الدعاء للنبي صلى الله عليه وسلم بغير الوارد كرحمه الله بل المناسب واللائق في حق الأنبياء الدعاء بالصلاة والسلام

Artinya: "Tidak boleh mendoakan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam dengan lafal yang tidak warid seperti lafal ‘Rahimahullāhu’. Tetapi lafal yang sesuai dan layak untuk para nabi dan rasul adalah lafal sholawat dan salam." (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah], halaman 4)

Adapun warid adalah lafal atau wirid yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini