Share

Tafsir Surat Yasin Ayat 63-65: Balasan untuk Orang yang Tidak Memercayai Rasulullah

Hantoro, Jurnalis · Selasa 18 Oktober 2022 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 18 330 2689247 tafsir-surat-yasin-ayat-63-65-balasan-untuk-orang-yang-tidak-memercayai-rasulullah-ZLtpbqzAYZ.jpg Ilustrasi tafsir Surat Yasin Ayat 63-65. (Foto: Freepik)

TAFSIR Surat Yasin Ayat 63–65. Diketahui Surat Yasin merupakan surat ke-36 dalam kitab suci Alquran. Surat ini terdiri dari 83 ayat dan masuk golongan Makkiyyah atau turun kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam di Kota Makkah, Arab Saudi.

Dilansir laman Abusyuja, penamaan Surat Yasin merujuk perkataan Fatir yang terdapat dalam ayat pertama. Sebagaimana arti huruf-huruf abjad yang terletak di permulaan beberapa surat Alquran, maka demikian pula arti Yasin yang terdapat pada permulaan surat ini.

Artinya, Allah Subhanahu wa ta'ala mengisyaratkan bahwa sesudah huruf itu akan disebutkan hal-hal yang penting, antara lain Allah bersumpah dengan Alquran bahwa Muhammad benar-benar rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus rasul-rasul kepadanya.

Berikut tafsir Surat Yasin Ayat 63–65, seperti terdapat dalam Alquran Digital Okezone:

Baca juga: 7 Fakta Menarik Siswi Madrasah Teliti Sayap Lalat sebagai Antikanker, Terinspirasi Hadis Nabi 

Baca juga: Karim Benzema, Pesepakbola Muslim Peraih Ballon d'Or 2022 yang Rutin Pengobatan Nabi 

Surat Yasin Ayat 63

هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِىۡ كُنۡتُمۡ تُوۡعَدُوۡنَ‏

63. Haazihee Jahannamul latee kuntum too'adoon.

"Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu."

Tafsir

Allah Subhanahu wa ta'ala menyatakan kepada orang-orang kafir, "Hai orang-orang kafir, inilah neraka jahanam yang pernah Aku janjikan kepadamu dan janji itu telah disampaikan oleh rasul yang telah diutus kepadamu semasa hidup di dunia dahulu. Akan tetapi, kamu tidak memercayainya, bahkan kamu ingkar dan durhaka kepada-Ku dan menyembah tuhan selain-Ku."

Alquran menggunakan kata hadzihi yaitu bentuk isim isyarah untuk sesuatu yang dekat guna menggambarkan bahwa neraka jahanam sudah berada di hadapan mereka, ini merupakan sebuah gambaran yang mengerikan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Surat Yasin Ayat 64

اِصۡلَوۡهَا الۡيَوۡمَ بِمَا كُنۡتُمۡ تَكۡفُرُوۡنَ

64. Islawhal Yawma bimaa kuntum takfuroon.

"Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya."

Tafsir

Selanjutnya, Allah Subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada mereka, "Hai orang-orang kafir, masuklah dan rasakanlah pada hari ini panasnya api neraka. Tetaplah di dalamnya sebagai balasan dari keingkaran dan perbuatan dosa yang telah kamu kerjakan dahulu."

Dari ayat-ayat ini dipahami, seakan-akan Allah Ta'ala memperingatkan kepada orang-orang kafir yang sedang diazab itu bahwa mereka tidak perlu lagi menyesal, putus asa, dan bersedih hati karena azab yang sedang mereka alami.

Azab yang diberikan kepada mereka merupakan ketetapan Tuhan yang tidak mungkin diubah lagi. Kepada mereka sewaktu hidup di dunia telah disampaikan bermacam-macam peringatan dan bermacam-macam cobaan, tetapi mereka tetap ingkar. Oleh karena itu, rasakanlah dan terimalah azab yang sedang ditimpakan itu.

Surat Yasin Ayat 65

اَلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلٰٓى اَفۡوَاهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَاۤ اَيۡدِيۡهِمۡ وَتَشۡهَدُ اَرۡجُلُهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ‏

65. Al-Yawma nakhtimu 'alaaa afwaahihim wa tukallimunaaa aideehim wa tashhadu arjuluhum bimaa kaanoo yaksiboon.

"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan."

Tafsir

Ketika menerima azab di neraka, ada sebagian dari orang-orang kafir yang mengingkari perbuatan-perbuatan jahat mereka di dunia sebagaimana diterangkan dalam firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

Kemudian tidaklah ada jawaban bohong mereka, kecuali mengatakan, "Demi Allah, ya Tuhan kami, tidaklah kami mempersekutukan Allah." (QS Al An'am/6: 23)

Maka pada Surat Yasin Ayat 65 ini, Allah Subhanahu wa ta'ala mengunci mati mulut-mulut mereka sehingga mereka tidak dapat berbohong maupun mendebat adanya perbuatan mereka. Apalagi tangan-tangan mereka kemudian berbicara dan kaki-kaki mereka menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan, sehingga mereka tidak mungkin lagi mengelak atas adanya perbuatan-perbuatan mereka yang melawan agama. Pada hari akhirat ini, hukum berlaku dengan seadil-adilnya sesuai dengan segala perbuatan mereka di dunia.

Menurut riwayat Anas bin Malik dikatakan: Dari Anas bin Malik, ia berkata, "Kami sedang berada di sisi Nabi Shallallahu alaihi wassallam, tiba-tiba beliau tertawa. Kata beliau, 'Tahukah kamu mengapa aku tertawa?' Kami menjawab, 'Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu.' Beliau berkata,'(Aku tertawa) karena adanya pembicaraan antara seorang hamba dengan Tuhannya.' Hamba berkata, 'Wahai Tuhanku, bukankah Engkau telah menyelamatkan aku dari kezaliman?' 'Ya benar, kamu telah Aku selamatkan', jawab Tuhannya.

Hamba berkata, 'Sesungguhnya aku tidak akan mengizinkan atas diriku kecuali seorang saksi dari padaku.' Tuhannya menjawab, 'Cukup, kamu menjadi saksi atas dirimu dan para malaikat pencatat amal juga menjadi saksi.'

Nabi Shallallahu alaihi wassallam lalu berkata, 'Kemudian mulut hamba tadi ditutup, lalu anggota-anggota badan diperintahkan untuk berbicara, 'Bicaralah!' Kata Nabi Shallallahu alaihi wassallam lagi, 'Maka anggota-anggota badan itu berbicara (sesuai perbuatannya)'." (HR Imam Abu Ya'la al-Maushuli)

Banyak ayat Alquran yang menerangkan tentang persaksian anggota tubuh manusia terhadap perbuatan-perbuatan yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia ini, di antaranya ialah firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

"Pada hari, (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS An-Nur/24: 24)

Allah Subhanahu wa ta'ala menjadikan tangan dan kaki berbicara sebagai saksi karena tanganlah yang mengerjakan perbuatan itu, sedang kaki ikut menyaksikan apa yang dikerjakan oleh tangan itu. Jadi perbuatan tangan merupakan suatu ikrar atau pengakuan, sedangkan perkataan kaki merupakan persaksian.

Jika semua perbuatan buruk seorang manusia dibukakan dan diungkapkan selama hidup di dunia dan diketahui oleh orang banyak maka ia merasa malu dan merasa sukar menyembunyikan muka mereka.

Bahkan banyak pula di antara manusia yang membunuh dirinya karena tidak sanggup menahan rasa malu itu. Di akhirat, mereka akan mengalami apa yang mereka tidak sanggup mengalami dan menanggungnya semasa hidup di dunia.

Demikian penjelasan mengenai tafsir Surat Yasin Ayat 63–65. Semoga jelas dan bermanfaat. Wallahu a'lam bisshawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini