Share

Mad Asli dalam Ilmu Tajwid, Contoh serta Cara Bacanya

Nurul Amanah, Jurnalis · Jum'at 28 Oktober 2022 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 28 330 2696095 mad-asli-dalam-ilmu-tajwid-contoh-serta-cara-bacanya-B42oDrMz4A.jpg Ilustrasi Mad asli dalam ilmu tajwid, contoh serta cara bacanya. (Foto: Shutterstock)

MAD asli dalam ilmu tajwid, contoh serta cara bacanya akan dibahas dalam artikel kali ini. ketika membaca Al Quran, kaum Muslimin tentu tidak boleh sembarangan, dan harus memahami setiap hukum bacaan atau ilmu tajwidnya.

Sebab salah sedikit saja dapat mengubah arti atau makna bacaan ayat-ayat suci Alquran tersebut. Salah satu yang harus dipelajari adalah hukum Mad, dan kali ini akan dibahas adalah tentang Mad Thabi'i atau Mad Asli.

BACA JUGA:Viral Penjual di Jeddah Fasih Bahasa Sunda: Kadieu-Kadieu, Sok Atuh, Mangga 

 

Mad Thabi'i merupakan satu dari bagian dari Hukum Mad. Secara bahasa, Mad Thabi'i mempunyai arti alami atau biasa, yaitu tidak lebih dan juga tidak kurang.

Dibaca dengan panjang 2 harakat atau 1 alif, Mad Thobi’i ini sering disebut dengan istilah lain sebagai Mad Ashli.

BACA JUGA:Viral Pelayan Rumah Makan Sangat Ramah Layani Orang Gangguan Jiwa meski Bayar Pakai Koran Bertuliskan Rp100 Ribu 

Definisi Mad secara bahasa adalah tambah. Menurut ulama ahli tajwid adalah memanjangkan suara huruf yang wajib dipanjangkan. Hurufnya ada tiga yaitu ,( ي ) 'ya) , و ) wawu, dan alif ( ا).

Adapun syarat huruf Mad Thabi'i adalah apabila wawu jatuh setelah dhummah, ya' jatuh setelah kasroh, dan alif jatuh setelah fathah. Contohnya berkumpul dalam نُوْحِيْهَا. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Apabila setelah huruf Mad tidak ada huruf yang sukun, maka disebut Mad Thabi'i. Seperti kalimat وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا .Panjangnya kira-kira satu alif/dua harakat.

Contoh Mad Thabi'i terdapat dalam Surat Al Ghasyiah:

1. وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ خَاشِعَةٌۙ (Terdapat wawu sukun setelah dhomah)

2. لَّا يُسْمِنُ (terdapat alif sukun setelah fathah)

3. فِيْهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌۘ (Terdapat ya sukun setelah kasroh)

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini