Share

Manusia Dilarang Buang Air Sembarangan, Ayat Alquran Ungkap Alasannya

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 03 November 2022 05:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 02 614 2699576 manusia-dilarang-buang-air-sembarangan-ayat-alquran-ungkap-alasannya-IYOrLMje5e.jpg Ilustrasi dilarang buang air sembarangan. (Foto: Freepik)

AYAT-ayat suci Alquran sudah menjelaskan tentang apa-apa yang akan terjadi pada masa depan. Bahkan, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengingatkan kepada umat manusia terhadap perbuatan-perbuatan yang harus dihindari, termasuk dua orang pengundang laknat.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, "Waspadalah terhadap dua orang pengundang laknat." Para sahabat bertanya, "Siapakah dua orang pengundang laknat itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Mereka adalah orang yang buang hajat di tengah jalan dan orang yang buang hajat di tempat bernaung manusia." (HR Ahmad dan Muslim)

BACA JUGA:Viral Dokter Dengarkan Lantunan Alquran saat Operasi Pasiennya, Netizen: Masya Allah Tenang Banget 

"Tidaklah seseorang dari kalian buang air kecil di air yang tergenang, lalu mandi dengan air itu." (HR Muttafaq ‘Alaih)

Diriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam melarang air yang tergenang dikencingi. (HR Muslim) 

Info grafis keutamaan membaca Surat Al Kahfi. (Foto: Okezone)

Beliau juga bersabda, "Jika salah seorang dari kalian minum, maka jangan bernapas di dalam cangkirnya. Dan jika ingin buang air, maka jangan menyentuh kemaluannya dan jangan membersihkannya dengan tangan kanannya."

Dalam beberapa hadits tersebut jelas menerangkan dilarangnya buang air kecil atau kencing di sembarang tempat. Sebab, terdapat berbagai penyakit yang dapat merusak kesehatan manusia.

BACA JUGA:Hukum Tajwid Alquran Surat Al Humazah Ayat 1-9 Lengkap 

Dikutip dari 'Buku Pintar Sains dalam Alquran' karya Dr Nadiah Thayyarah, terdapat sebuah riwayat hadits yang menjelaskan tentang pentingnya menjaga kebersihan, khususnya setelah membuang air kecil atau besar.

Dari Abi Al-Ghadiyah al-Yamani, ia berkata, "Aku datang ke Madinah. Kemudian datanglah utusan Katsir ibn Ash-Shillat. Rasulullah lalu memanggil mereka, namun tak seorang pun yang bangkit kecuali Abu Hurairah dan lima orang dari mereka. Aku salah satunya. Mereka lalu bangkit dan makan. Kemudian Abu Hurairah mencuci tangannya, lalu berseru, 'Demi Allah, wahai penghuni masjid, kalian telah durhaka kepada Abu al-Qasim'." (HR Ahmad) 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Jika dilihat dengan mata jernih, faedah-faedah akan diraih dengan mengikuti ajaran-ajaran Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam tersebut. Ilmu pengetahuan modern menyimpulkan adanya hubungan antara ketidakbersihan dan pencemaran dengan timbulnya penyakit, baik oleh bakteri atau virus.

Ada beberapa penyakit yang bisa menular melalui makanan atau air yang tercemar kotoran (melalui lubang anus atau mulut). Misalnya, demam tipus atau tifoid, kolera, disentri amuba, infeksi liver dan flu usus yang gejalanya berupa menceret serta muntah berat.

Demam tifus adalah penyakit umum yang timbul akibat bakteri Salmonella dan hanya menyerang manusia saja. Secara klinis, gejalanya berupa tubuh lemas, demam dan gangguan pada perut, pembengkakan pada limpa, serta kekurangan sel darah putih. Bakteri Salmonella akan masuk ke dalam tubuh melalui mulut.

Salmonella tifus ini bisa keluar bersama tinja, sebagaimana juga melalui urine. Walau pasien demam tipus telah sembuh, ia tetap membawa bakteri Salmonella. Bakteri ini mengendap di dua tempat: kantong empedu dan ginjal.

Pertama dari kantung empedu, bakteri ini bergerak menuju usus lalu keluar bersama feses. Kedua dari ginjal, bakteri ini akan keluar melalui urine. Dengan demikian, sungguh benar sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang melarang buang air besar di jalanan dan buang air kecil di air tergenang.

Sebab, tinja dan urine penderita demam tifus dapat mencemari tanah, debu, dan air dengan bakteri Salmonella. Apalagi bakteri ini dapat bertahan hidup di tanah bersama fase‘ selama enam minggu, sedang di air minimal selama empat minggu.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam juga memerintahkan mencuci tangan dan tidak menggunakan tangan kanan untuk membersihkan diri sehabis buang air. Secara ilmiah, telah terbukti bahwa sebagian besar kasus keracunan makanan, tifus, dan disentri usus disebabkan oleh orang-orang yang membawa mikroba penyakit, tidak menjaga kesehatannya dan tidak mengikuti sunnah serta petunjuk Rasulullah.

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini