Share

Gerhana Bulan Total di Indonesia, Kemenag Terbitkan Seruan Melaksanakan Sholat Khusuf

Hantoro, Jurnalis · Jum'at 04 November 2022 09:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 04 614 2700648 gerhana-bulan-total-di-indonesia-kemenag-terbitkan-seruan-melaksanakan-sholat-khusuf-Xu6SGxDxKb.jpg Ilustrasi Kemenag imbau sholat khusuf atau sholat gerhana bulan total. (Foto: Dok Okezone)

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) mengajak seluruh umat Islam melaksanakan sholat khusuf terkait berlangsungnya gerhana bulan total di Indonesia. Dilaporkan bahwa gerhana bulan atau khusuful qamar diprediksi kembali terjadi pada 8 November 2022.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan bahwa berdasarkan data astronomis, gerhana bulan total (GBT) akan terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

BACA JUGA:Jadwal Sholat Hari Ini Jumat Berkah 4 November 2022M/9 Rabiul Akhir 1444H 

"Insya Allah pada 8 November 2022 akan terjadi gerhana bulan total di seluruh wilayah Indonesia," ungkap Kamaruddin Amin di Jakarta, Jumat (4/11/2022), dikutip dari Kemenag.go.id.

Ia melanjutkan, gerhana bulan total di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Bengkulu dapat dilihat pada kontak Umbra 3 (U3) pukul 18.42 WIB. 

Info grafis sunah-sunah di hari Jumat. (Foto: Okezone)

Sementara masyarakat di Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat, dapat melihat GBT pada waktu puncak gerhana, yakni 17.59 WIB.

Untuk wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, GBT dapat dilihat pada kontak Umbra 2 (U2) pukul 17.16 WIB/18.16 WITA/19.16 WIT.

"Masyarakat Papua dan Papua Barat dapat melihat gerhana bulan total pada kontak Umbra 1 (U1) pukul 18:08 WIT," paparnya.

BACA JUGA:Gerhana Bulan Total di Indonesia, Simak Tata Cara Sholatnya 

Dirinya pun mengajak umat Islam untuk melaksanakan sholat gerhana atau sholat khusuf. Ditjen Bimas Islam telah menerbitkan seruan kepada para Kepala Kanwil Kemenag agar menginstruksikan Kepala Bidang Urusan Agama Islam/Kepala Bidang Bimas Islam/Pembimbing Syariah, Kepala Kemenag Kabupaten/Kota, dan Kepala KUA untuk bersama para ulama, pimpinan ormas Islam, imam masjid, aparatur pemerintah daerah dan masyarakat untuk melaksanakan sholat gerhana bulan di wilayah masing-masing.

"Pelaksanaan sholat gerhana disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerahnya masing-masing," imbaunya.

"Kami juga mengimbau masyarakat memperbanyak dzikir, istighfar, sedekah, dan amal salih lainnya, serta mendoakan kesejahteraan dan kemajuan bangsa," jelasnya. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Adapun tata cara sholat gerhana bulan atau sholat khusuf adalah sebagai berikut:

a. Berniat di dalam hati;

b. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana sholat biasa;

c. Membaca doa iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca Surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti Surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: "Nabi Shallallahu alaihi wassallam menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika sholat gerhana." (HR Bukhari nomor 1065 dan Muslim: 901);

d. Kemudian rukuk sambil memanjangkannya;

e. Kemudian bangkit dari rukuk (iktidal) sambil mengucapkan "Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd";

f. Setelah iktidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca Surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama;

g. Kemudian rukuk kembali (rukuk kedua) yang panjangnya lebih pendek dari rukuk sebelumnya;

h. Kemudian bangkit dari rukuk (i’tidal);

i. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana rukuk, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali;

j. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya;

k. Salam.

Setelah itu imam menyampaikan khotbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdoa, beristighfar, bersedekah.

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini