Share

Hukum Sedekah ke Non-Muslim, Boleh atau Dilarang?

Ratu Syra Quirinno, Jurnalis · Senin 07 November 2022 09:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 07 330 2702173 hukum-sedekah-ke-non-muslim-boleh-atau-dilarang-L2HxZjh90j.jpeg Ilustrasi hukum sedekah ke non-Muslim. (Foto: Shutterstock)

HUKUM sedekah ke non-Muslim sangat penting diketahui. Sedekah sendiri merupakan salah satu ibadah umat Islam yang sangat dianjurkan.

Tentunya sedekah kepada sesama Muslim adalah perbuatan yang sangat baik. Namun, bagaimana hukum sedekah ke non-Muslim?

BACA JUGA:Jadwal Sholat Awal Pekan Ini Senin 7 November 2022M/12 Rabiul Akhir 1444H 

Dikutip dari nu.or.id, sedekah adalah pemberian sesuatu kepada seseorang yang membutuhkan, semata-mata mengharap ridha Allah Subhanahu wa ta'ala.

Dengan kata lain sedekah adalah suatu pemberian dari seorang Muslim kepada pihak lain secara sukarela tanpa ditentukan jumlahnya.

Imam An-Nawawi mengatakan:

يستحب أن يخص بصدقته الصلحاء وأهل الخير وأهل المروءات والحاجات فلو تصدق على فاسق أو على كافر من يهودي أو نصراني أو مجوسي جاز

"Dianjurkan agar sedekah itu diberikan kepada orang salih, orang yang rajin melakukan kebaikan, menjaga kehormatan, dan dia membutuhkan. Namun jika ada orang yang bersedekah kepada orang fasik, atau orang kafir, di kalangan Yahudi, Nasrani, atau Majusi, hukumnya boleh."

BACA JUGA:Kemenag Ajak Gelar Sholat Gerhana Bulan Total pada 8 November, Lengkap Beri Tahu Tata Caranya 

Dalam hal ini, Muhyiddin Syarf An-Nawawi menyatakan jika sedekah itu diberikan kepada non-Muslim seperti orang Yahudi, Nasrani, atau Majusi maka boleh. Insya Allah ada pahalanya.

فَلَوْ تَصَدَّقَ عَلَى فَاسِقٍ أَوْ عَلَى كَافِرٍ مِنْ يَهُودِيٍّ أَوْ نَصْرَانِيٍّ أَوْ مَجُوسِيٍّ جَازَ وَكَانَ فِيهِ اَجْرٌ فِي الْجُمْلَةِ

Artinya: "Jika seseorang memberikan sedekah kepada orang fasik atau kafir seperti orang Yahudi, Nasrani, atau Majusi maka boleh, dan dalam hal ini ada pahalanya." 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Bahkan, menurut Imam As-Syafi'i bahwa sedekah kepada non-Muslim masuk dalam Surat Al Insan Ayat 8:

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا

Artinya: "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan."

Namun, Imam Syafi'i membedakan antara sedekah wajib atau zakat dan sedekah sunnah. Hal yang dibolehkan adalah sedekah sunnah.

Selain itu, Imam Ibnu Utsaimin pernah mengatakan boleh membayar sedekah kepada orang kafir, dengan syarat bukan termasuk orang kafir yang memerangi agama Islam, atau menjajah dan mengusir umat manusia dari negeri sendiri.

Tetapi jika mereka memerangi manusia karena agama, atau mengusir dari negeri Muslim, maka tidak boleh bersedekah kepadanya. Hal ini sesuai firman Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Surat Al Mumtahanah Ayat 8:

لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ

Artinya: "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu." 

Khusus untuk zakat maal, para ulama berbeda pendapat mengenai hukum memberikan zakat tersebut kepada non-Muslim.

Mayoritas ulama melarang hal tersebut, bahkan Ibnul Mundzir mencatat bahwa para ulama sepakat zakat maal tidak boleh diberikan kepada orang kafir. Beliau mengatakan:

وأجمعوا على أنه لا يجزئ أن يعطى من زكاة المال أحد من أهل الذمة .وأجمعوا على أن الذمي لا يعطى من زكاة الأموال شيئاً

"Mereka sepakat bahwa tidak sah memberikan zakat mal kepada orang kafir dzimmi. Mereka juga sepakat bahwa kafir dzimmi tidak mendapatkan zakat maal sedikit pun."

Wallahu a'lam bisshawab

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini