Share

Rancang Alat Prediksi Cuaca, Siswa Madrasah Indonesia Raih Emas Kompetisi Sains Internasional

Hantoro, Jurnalis · Senin 07 November 2022 17:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 07 614 2702458 rancang-alat-prediksi-cuaca-siswa-madrasah-indonesia-raih-emas-kompetisi-sains-internasional-5sIgZYBEHt.jpeg Siswa-siswi madrasah Indonesia meraih emas di kompetisi sains internasional. (Foto: Kemenag.go.id)

SISWA-siswi madrasah Indonesia kembali membuat bangga. Kali ini sejumlah siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan meraih medali emas International Science and Invention Fair (ISIF) 2022.

Kompetisi internasional ini digelar Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Bali pada 1–4 November 2022.

BACA JUGA:Jadwal Sholat Awal Pekan Ini Senin 7 November 2022M/12 Rabiul Akhir 1444H 

Gelaran kali ini diikuti 112 peserta dari 32 negara. Di antaranya adalah Malaysia, Singapura, Thailand, Korea, Kazakhstan, India, hingga Turki.

Siswa MAN 1 Medan menampilkan karya inovasi bertajuk "Smart Weather Prediction (Alat Bantu Prediksi Cuaca)". Inovasi ini diuji dan dipresentasikan di hadapan dewan juri dan seluruh partisipan. 

Siswa-siswi MAN 1 Medan meraih emas di kompetisi sains internasional. (Foto: Kemenag.go.id)

Selain medali emas, siswa-siswi MAN 1 Medan juga meraih Special Award berupa Semi Grandprize dari Iran.

"Selamat atas predikat juara yang diraih siswa MAN 1 Medan. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan juga memotivasi madrasah lainnya untuk berprestasi di berbagai ajang perlombaan," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani di Jakarta, Senin (7/11/2022), dikutip dari Kemenag.go.id.

BACA JUGA:Umrah, Ayu Dewi Bagikan Momen Sholat di Masjid Quba yang Dibangun Rasulullah 

Ia juga menyampaikan terima kasih karena MAN 1 Medan telah mengharumkan nama negara, sekaligus menunjukkan eksistensi madrasah di tingkat internasional.

Hal senada juga disampaikan Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Mohammad Isom Yusqi. Menurut dia, capaian siswa MAN 1 Medan merupakan prestasi yang sangat membanggakan.

"Apalagi ajang ini bersifat international yang diikuti banyak peserta dari negara lain. Kami berharap madrasah makin kompetitif, berdaya saing tinggi, dan siap melahirkan talenta-talenta berprestasi untuk negara tercinta," ucapnya. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kepala MAN 1 Medan Reza Faisal menjelaskan bahwa untuk mengikuti ajang ini, siswanya melakukan persiapan selama tiga bulan. Ada lima siswa yang terlibat dalam membuat karya inovasi ini, yaitu Ahmad Surya Anshari, Nabila Rizki Matondang, Aisyah Noor Hakim, Nabila Putri Ammar Hasibuan, dan Siti Viola Mayandrie.

"Kami sangat bersyukur dengan prestasi yang membanggakan ini, dan ini tentunya tidak lepas dari kerja keras anak-anak, bimbingan juga dukungan semua pihak, khususnya dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumut Abdul Amri Siregar, Kepala Bidang Penmad Erwin Pinayungan Dasopang, serta doa guru dan orangtua," tutur Reza.

Panitia pelaksana yang juga Wakil Rektor III Undiksha I Wayan Suastra menjelaskan, ISIF adalah kompetisi berlevel internasional yang dibalut dengan pameran. Para peserta melakukan presentasi di stan masing-masing. Undiksha menyiapkan 120 stan untuk pameran peserta ISIF.

"Ada 607 tim yang mengikuti ISIF secara daring dan luring. Dari jumlah tersebut, ada 112 tim yang datang secara luring dengan berisikan tiga hingga lima orang. Peserta berasal dari 32 negara yang mendaftar," paparnya.

Dalam ajang internasional ini seluruh peserta wajib melakukan presentasi atas karya inovasi yang mereka rancang dalam bahasa Inggris.

"Setiap peserta diberi waktu presentasi sebanyak 15 menit, meliputi 7 menit presentasi dan 8 menit sesi tanya jawab," beber Ahmad Zaki Mubarak selaku pelatih dan pembimbing riset.

"Siswa wajib meningkatkan skill berbicara dalam bahasa Inggris. Presentasi yang baik dalam bahasa Inggris mutlak harus dikuasai untuk menjelaskan kepada juri yang berasal dari India dan peserta lainnya dari berbagai negara," pungkasnya.

Allahu a'lam bisshawab. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini