Share

3 Dalil yang Membuktikan Keistimewaan Rasulullah

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 08 November 2022 10:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 08 330 2702999 3-dalil-yang-membuktikan-keistimewaan-rasulullah-Cw8sD4exS2.jpg Ilustrasi dalil keistimewaan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. (Foto: Shutterstock)

RASULULLAH Shallallahu alaihi wassallam menjadi nabi terakhir serta penutup. Ia juga menjadi manusia pilihan, semua perbuatan atau akhlaknya terpujinya dan menjadi contoh bagi seluruh umat manusia.

Selain itu, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam juga memiliki ciri-ciri dan keistimewaan dari rasul serta nabi-Nabi pendahulunya. Saking istimewanya, terdapat dalil-dali yang membuktikan hal tersebut.

Sebagaimana dilansir nu.or.id, berikut dalil-dalil keistimewaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassalla.

BACA JUGA:Jadwal Sholat Hari Ini Selasa 8 November 2022M/13 Rabiul Akhir 1444H 

Info grafis sholawat Nabi. (Foto: Okezone)

1. Hatinya tetap terjaga

Hati Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam selalu terjaga, meskipun dalam keadaan matanya tertutup karena tidur. Keistimewaan ini langsung dikatakan Nabi Muhammad saat ditanya oleh istrinya Aisyah radhiyallahu anha.

عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ، أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَيْفَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ؟ فَقَالَتْ: مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ، وَلَا فِي غَيْرِهِ، عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً. يُصَلِّي أَرْبَعًا، فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا، فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا. فَقَالَتْ عَائِشَةُ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَنَامُ قَبْلَ أَنْ تُوتِرَ؟ فَقَالَ: يَا عَائِشَةُ إِنَّ عَيْنَيَّ تَنَامَانِ وَلَا يَنَامُ قَلْبِي

Artinya: "Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf pernah bertanya kepada Aisyah, istri Nabi Shallallahu alaihi wassallam, tentang bagaimana sholatnya Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pada bulan Ramadhan. Aisyah menjawab, 'Baik di dalam bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam sholat tidak lebih dari 11 rakaat. Beliau tunaikan 4 rakaat. Jangan engkau tanyakan bagus dan lamanya. Kemudian beliau tunaikan lagi 4 rakaat. Jangan engkau tanyakan bagus dan lamanya. Kemudian beliau tunaikan lagi 3 rakaat.' Aisyah berkata, 'Aku sempat bertanya: Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur sebelum menunaikan witir? Beliau menjawab: Wahai Aisyah, sesungguhnya walau kedua mataku tidur, hatiku tidak tidur'." (HR Malik)

BACA JUGA:Hari Ini Sholat Gerhana Bulan Total, Simak Niat dan Tata Caranya 

2. Kotorannya diserap bumi

Keistimewaan lainnya yang dimiliki Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yaitu semua kotoran yang dikeluarkannya langsung diserap bumi, tanpa menyisakan sisa atau jejak sedikit pun.

Hal tersebut dijelasakan dalam As-Sirah An-Nabawiyah, Ibnu Katsir menyebutkan bagaimana pengalaman Laila, pelayan Aisyah radhiyallahu anha. Selama menjadi asisten di keluarga di keluarga Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, ia tidak mendapati bekas atau sisa apa pun setiap kali memasuki tempat buang hajatnya Rasulullah.

يْلَى مَوْلَاةُ عَائِشَةَ، قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ تَخْرُجُ مِنَ الْخَلَاءِ فَأَدْخُلُ فِي أَثَرِكَ فَلَمْ أَرَ شَيْئًا، إِلَّا أَنِّي أَجِدُ رِيحَ الْمِسْكِ؟ فَقَالَ: إِنَّا مَعْشَرَ الْأَنْبِيَاءِ تَنْبُتُ أَجْسَادُنَا عَلَى أَرْوَاحِ أَهْلِ الْجَنَّةِ، فَمَا خَرَجَ مِنَّا مِنْ نَتْنٍ ابْتَلَعَتْهُ الْأَرْضُ

Artinya: "Laila, pelayan Aisyah, pernah bertanya kepada Rasulullah, 'Wahai Rasul, setiap engkau keluar tempat buang hajat, aku memasukinya. Namun, aku tidak mendapati apa-apa.' Beliau menjawab, 'Sesungguhnya kami, wahai golongan para nabi, tubuh kami tumbuh pada ruhnya para penghuni surga. Kotoran apa pun yang keluar dari kami, pasti akan diserap bumi'." (Lihat: Ibnu Katsir, As-Sirah An-Nabawiyah, jilid 4, halaman 650) 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Tidak pernah menguap

Selanjutnya, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam ternyata tidak pernah menguap. Di mana menguap adalah salah satu perbuatan yang tidak disukai Allah Subhanahu wa ta'ala.

Hal itu karena menguap disebabkan banyaknya makan, kenyangnya perut, dan lesunya badan, sehingga berujung pada malasnya beribadah.

Penjelasan tersebut dipaparkan oleh Ibnu Hajar al 'Asqalani menyebutkan dalam Syarah Shahih al-Bukhari. Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

التَّثَاؤُبُ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا قَالَ: هَا، ضَحِكَ الشَّيْطَانُ

Artinya: "Menguap itu berasal dari setan. Jika salah seorang dari kalian menguap, maka tahanlah semampu mungkin. Sesungguhnya, jika salah seorang dari kalian berkata ‘hah’, maka setan tertawa, (HR Bukhari)

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini