Share

Usai Diresmikan, Masjid Sheikh Zayed Solo Akan Dikelola secara Profesional

Hantoro, Jurnalis · Selasa 15 November 2022 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 15 614 2707681 usai-diresmikan-masjid-sheikh-zayed-solo-akan-dikelola-secara-profesional-OdOmJcUaA6.jpg Masjid Sheikh Zayed Solo. (Foto: Instagram @kotasolo_surakarta)

MASJID Sheikh Zayed Solo telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersama Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA/UEA) Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Peresmian dilakukan pada Senin, 14 November 2022.

Usai diresmikan, Masjid Sheikh Zayed Solo diproyeksikan menjadi contoh tata kelola masjid yang profesional bagi masjid-masjid lain di seluruh wilayah Indonesia.

BACA JUGA:Foto-Foto Masjid Raya Sheikh Zayed Kota Solo yang Baru Saja Diresmikan, Sangat Megah dan Indah! 

"Hadirnya Masjid Raya Syeikh Zayed Solo diharapkan menjadi prototipe masjid yang dikelola secara profesional, baik idarah (manajemen), imarah (memakmurkan), dan riayah-nya (pemeliharaan)," kata Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin di Masjid Sheikh Zayed Solo, Senin 14 November 2022.

Menurut dia, masjid merupakan ruang kontestasi dan diseminasi informasi yang paling dipercaya publik. Merujuk pada fungsi masjid dalam sejarah, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam melakukan ibadah dan pendidikan agama, konsultasi dan komunikasi masalah ekonomi serta kewirausahaan di masjid.

BACA JUGA:Peresmian Masjid Raya Sheikh Zayed Kota Solo, Menag Harap Jadi Tempat Pengembangan Keislaman 

"Selain itu, Masjid Sheikh Zayed Solo juga menjadi kebanggaan dan daya tarik wisata religi, sekaligus menjadi penanda adanya persahabatan dan kerja sama antarbangsa dalam penguatan peradaban Islam yang ramah untuk semua," ucapnya, dikutip dari Kemenag.go.id.

Selain menjadi contoh tata kelola profesional, lanjut Kamaruddin, Masjid Sheikh Zayed Solo juga diharapkan menjadi pionir penguatan moderasi beragama. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ia melanjutkan, upaya yang tengah dilakukan bukan hanya karena moderasi beragama telah menjadi program prioritas Kemenag. Tetapi, karena penguatan moderasi beragama diperlukan.

"Ada kondisi-kondisi aktual kehidupan keagamaan dan kebangsaan yang membutuhkan adanya suatu formula untuk menghadapinya. Tidak melulu bermakna reaktif atau defensif, melainkan 'jurus cerdas' untuk menjaga NKRI dan kerukunan hidup beragama," paparnya. 

Masjid Sheikh Zayed Solo. (Foto: Instagram @agendasolo)

Dia menegaskan, kerukunan hidup beragama menjadi buah dari penguatan moderasi beragama. Dengan terbangunnya moderasi beragama, maka kemajemukan Indonesia dapat terkendali, keharmonisan terwujud, dan upaya-upaya pembangunan untuk kemajuan bangsa dapat terus dilakukan.

"Masjid menjadi salah satu fokus penting penguatan moderasi karena di masjid-lah umat beragama secara rutin berkumpul. Saya sering mengatakan masjid sebagai mega-pesantren, tempat di mana jutaan umat Islam beribadah dan menambah ilmu tiap harinya, sehingga masjid harus menjadi sarana edukasi keagamaan yang moderat," tukasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini