Share

Piala Dunia 2022, Tuan Rumah Qatar Tegas Haramkan Daging Babi

Sri Latifah Nasution, Jurnalis · Kamis 17 November 2022 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 17 614 2709225 piala-dunia-2022-tuan-rumah-qatar-tegas-haramkan-daging-babi-GslXwvu09J.jpg Piala Dunia 2022 Qatar. (Foto: Reuters)

PIALA Dunia 2022 Qatar akan dimulai pada 20 November. Sejumlah aturan pun akan diterapkan oleh tuan rumah Qatar sebagai negara mayoritas Muslim, salah satunya yang terkati syariat Islam.

Para suporter mancanegara yang datang untuk menonton kejuaraan sepakbola terbesar di dunia ini telah diperingatkan untuk tidak membawa sejumlah barang haram menurut ajaran Islam.

BACA JUGA:6 Negara Muslim Peserta Piala Dunia 2022, Termasuk Tuan Rumah Qatar 

Dilansir Nypost, menurut sebuah memo resmi, mereka yang tertangkap dengan salah satu barang terlarang bisa dikenai hukuman penjara.

Dalam situs pemerintah UK Foreign Travel Advice dijelaskan bahwa mengimpor obat-obat terlarang, pornografi, produk (berbahan) babi, dan buku-buku religi, serta materi keagamaan ke Qatar adalah ilegal. 

 

Minuman bir akan dibolehkan di lokasi yang ditentukan, termasuk di dalam stadion selama pertandingan, tetapi dilarang di tempat lain.

"Mengumpat dan bersikap kasar dianggap sebagai tindakan cabul dan pelanggar dapat dipenjara dan/atau dideportasi," jelas situs tersebut.

BACA JUGA:10 Fakta Menarik Muslim dan Piala Dunia, Nomor 2 Prestasi Timnas Indonesia 

Situs itu juga mencantumkan beberapa peringatan bagi para pengunjung, seperti tidak berpenampilan terbuka di area umum. Disarankan berpakaian sesuai aturan Islam.

"Anda harus berpenampilan sederhana di area umum, termasuk ketika mengemudi. Wanita harus menutup bahu mereka dan tidak mengenakan rok yang pendek." 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dijelaskan juga bahwa baik pria maupun wanita disarankan untuk tidak mengenakan celana pendek atau atasan tanpa lengan saat pergi ke gedung pemerintahan, fasilitas kesehatan, atau mal.

Pelarangan terhadap barang-barang tersebut menjadi headline karena kontroversi terhadap keputusan yang menjadikan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia terus berputar.

Turnamen empat tahunan tersebut seharusnya berlangsung antara Mei, Juni, dan Juli, harus digeser ke November 2022, karena iklim Qatar yang sangat panas.

Selain kondisi permainan yang keras, para penggemar juga mengkritik sikap negara Teluk Persia tersebut terhadap homoseksual dan hak asasi manusia. Mereka menuduh penyelenggara mengambil keuntungan dari orang-orang.

Beberapa hari lalu seorang duta Piala Dunia 2022 Qatar mengatakan kepada jaringan televisi Jerman, ZDF, bahwa homoseksualitas adalah kerusakan pikiran.

Mantan presiden FIFA, Sepp Blatter mengomentari pemilihan Qatar sebagai tuan rumah adalah sebuah kesalahan. "Itu adalah pilihan yang buruk. Dan saya bertanggung jawab untuk itu sebagai presiden saat itu," katanya.

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini