Share

Geger Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Atasi dengan 4 Adab Berutang yang Diajarkan Nabi Berikut Ini

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 18 November 2022 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 18 330 2710177 geger-mahasiswa-ipb-terjerat-pinjol-atasi-dengan-4-adab-berutang-yang-diajarkan-nabi-berikut-ini-5FEfp4mj1H.jpg Ilustrasi simak adab-adab berutang menurut ajaran Nabi untuk mengatasi kasus mahasiswa IPB terjerat pinjol. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)

PUBLIK Tanah Air digegerkan kasus sejumlah mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) terjerat pinjaman online alias pinjol. Menanggapi hal ini sebenarnya jauh 14 abad lalu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam telah banyak memberi peringatan akan bahaya utang dalam sabdanya.

Dikutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam juga telah menjelaskan rambu-rambu yang harus diperhatikan jika seseorang ingin berutang, di antaranya:

BACA JUGA:Heboh Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Yuk Simak Lagi Fatwa MUI soal Pinjaman Online 

Pertama, orang yang ingin berutang hendaklah benar-benar karena terpaksa. Dalam kata lain, lebih baik menghindari utang sebisa mungkin.

Utang dipilih jika sudah tidak ada solusi lain. Sebab, orang yang berutang rawan berbohong dan tidak menepati janji. 

 

Dalam suatu hadits, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam senantiasa berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan memohon perlindungan agar tidak terlilit utang.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُو فِي الصَّلَاةِ وَيَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مِنْ الْمَغْرَمِ قَالَ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ

"Dari 'Aisyah Radhiyallahu anha menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam berdoa dalam sholat, 'Allahumma innii a’uudzu bika minal ma'tsami wal maghram' (Ya Allah aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan terlilit utang).'

Kemudian ada seseorang yang bertanya, 'Mengapa Engkau banyak meminta perlindungan dari utang, wahai Rasulullah?'

Lalu Nabi menjawab, 'Sesungguhnya seseorang apabila sedang berutang ketika dia berbicara biasanya berdusta dan bila berjanji sering menyelisihinya'." (HR Bukhari nomor 2222)

BACA JUGA:Terungkap! Begini Modus Penipuan Bisnis Online Makan Korban Ratusan Mahasiswa IPB 

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam juga pernah menolak mensholatkan salah seorang sahabat yang meninggal dunia, namun masih memiliki utang yang belum dilunasi.

عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِجَنَازَةٍ لِيُصَلِّيَ عَلَيْهَا فَقَالَ هَلْ عَلَيْهِ مِنْ دَيْنٍ قَالُوا لَا فَصَلَّى عَلَيْهِ ثُمَّ أُتِيَ بِجَنَازَةٍ أُخْرَى فَقَالَ هَلْ عَلَيْهِ مِنْ دَيْنٍ قَالُوا نَعَمْ قَالَ صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ قَالَ أَبُو قَتَادَةَ عَلَيَّ دَيْنُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَصَلَّى عَلَيْهِ

"Dari Salamah bin al-Akwa' bahwa dihadapkan kepada Nabi Shallallahu alaihi wassallam satu jenazah agar disholatkan. Lalu Nabi bertanya, 'Apakah orang ini punya utang?' Mereka berkata, 'Tidak.' Maka Nabi mensholatkan jenazah tersebut.

Kemudian didatangkan lagi jenazah lain kepada Rasulullah, lalu Nabi bertanya kembali, 'Apakah orang ini punya utang?' Mereka menjawab, 'Ya.' Rasulullah bersabda, 'Sholatilah saudaramu ini.'

Kemudian Abu Qatadah (sahabat Nabi) berkata, 'Biar nanti aku yang menanggung utangnya.' Sejurus kemudian Nabi Shallallahu alaihi wassallam mensholatkan jenazah itu." (HR Bukhari nomor 2131) 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kedua, memiliki tekad kuat membayar dan tidak menyepelekan utang. Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ وَمَنْ أَخَذَ يُرِيدُ إِتْلَافَهَا أَتْلَفَهُ اللَّهُ

"Orang yang berutang serta bertekad untuk membayarnya, maka Allah akan (memudahkan) melunasinya bagi orang tersebut. Sebaliknya, orang yang berutang dengan maksud merusaknya (tidak melunasinya), maka Allah akan merusak orang tersebut." (HR Bukhari nomor 2212)

Dalam hadits lain, Nabi Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِيءٌ مِنْ ثَلَاثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنْ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ

"Seseorang di saat ruhnya berpisah dengan jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal, maka dia akan masuk surga, yaitu sombong, mencuri ghanimah sebelum dibagi, dan utang." (HR Ibnu Majah nomor 2403)

Ketiga, membayar utang dengan nilai yang setimpal atau lebih baik. Dalam satu riwayat, Abu Hurairah Radhiyallahu anhu menceritakan bahwa seorang laki-laki datang menemui Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam untuk menagih utang seekor unta. Lalu Nabi Shallallahu alaihi wassallam bersabda, "Berilah dia unta yang lebih tua dari usia untanya."

Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam melanjutkan sabdanya:

خَيْرُكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً

"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dalam melunasi utang." (HR Muslim nomor 3005) 

Keempat, menyegerakan membayar utang dan tidak menundanya bagi yang mampu. Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ

"Menunda pembayaran bagi orang yang mampu melunasi utang adalah kezaliman." (HR Bukhari nomor 2225)

Demikian hadits-hadits Nabi Shallallahu alaihi wassallam seputar adab-adab yang harus diperhatikan bagi orang yang hendak/sedang berutang.

Lebih dari itu, sebaiknya orang yang memang terdesak harus berutang, cermat dalam memilih orang yang meminjami utang.

Jangan sampai berutang kepada rentenir atau pinjol ilegal yang justru sangat merugikan dan memberikan banyak mudarat.

Wallahu a'lam bisshawab

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini