Share

Heboh Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Yuk Simak Lagi Fatwa MUI soal Pinjaman Online

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 18 November 2022 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 18 614 2710012 heboh-mahasiswa-ipb-terjerat-pinjol-yuk-simak-lagi-fatwa-mui-soal-pinjaman-online-UtK8so25mN.jpg Ilustrasi mengetahui Fatwa MUI soal pinjaman online terkait kasus mahasiswa IPB terjerat pinjol. (Foto: Dok Okezone/Dede Kurniawan)

BEBERAPA waktu belakangan publik Indonesia dihebohkan kabar sejumlah mahasiswa Institut Pertandian Bogor (IPB) terjerat pinjol alias pinjaman online. Terkait masalah pinjol ini sebenarnya telah lama dibahas pihak-pihak di Tanah Air, salah satunya Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui fatwanya.

Dikutip dari mui.or.id, pada November 2021, MUI mengadakan Ijtima' Ulama yang salah satu poinnya membahas pinjaman online atau pinjol. Pada ketentuan hukum yang dirilis, MUI dengan tegas menyebut bahwa pada dasarnya transaksi pinjam-meminjam merupakan akad (kontrak) saling tolong-menolong antar-sesama.

BACA JUGA:Polisi Tangkap Penipu Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol 

Ini sejalan dengan firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

مَنْ ذَا الَّذِيْ يُقْرِضُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضٰعِفَهٗ لَهٗ وَلَهٗٓ اَجْرٌ كَرِيْمٌ

"Siapakah yang (mau) memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik? Dia akan melipatgandakan (pahala) untuknya, dan baginya (diberikan) ganjaran yang sangat mulia (surga)." (QS Al Hadid [57]: 11) 

 

Lalu juga sesuai dengan hadits Nabi Shallallahu alaihi wassallam:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ….

"Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu alaihi wassallam bersabda, 'Barang siapa yang meringankan (menghilangkan) kesulitan seorang Muslim kesulitan-kesulitan duniawi, maka Allah akan meringankan (menghilangkan) baginya kesulitan di akhirat kelak'." (HR Tirmidzi nomor 1853, Ibnu Majah: 4295, Ahmad: 7601)

BACA JUGA:Jadwal Sholat Hari Ini Jumat Berkah 18 November 2022M/23 Rabiul Akhir 1444H 

Namun kemudian, menurut Ijtima' Ulama MUI, perlu diperhatikan orang yang telah meminjam bila sudah memiliki ganti haram baginya menunda pembayaran utang. Ini selaras dengan peringatan Nabi Shallallahu alaihi wassallam:

َ مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ

"Nabi Shallallahu alaihi wassallam bersabda, 'Menunda pembayaran bagi orang yang mampu membayar utang adalah kezaliman'." (HR Bukhari nomor 2225) 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sebab, prinsip akad pinjam-meminjam adalah tolong-menolong membantu sesama, Ijtima' Ulama MUI berpendapat bahwa memberikan ancaman fisik atau membuka rahasia (aib) seseorang yang tidak mampu membayar utang adalah haram.

Adapun memberikan penundaan atau keringanan dalam pembayaran utang bagi yang mengalami kesulitan merupakan perbuatan yang dianjurkan (mustahab).

Lebih lanjut, Ijtima' Ulama mengharamkan segala jenis bentuk pengambilan keuntungan dari akad pinjam meminjam baik secara online maupun offline. Alasannya, hal ini termasuk riba.

Atas dasar itulah Ijtima' Ulama memberi tiga poin rekomendasi sebagai berikut:

Pertama, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kominfo, Polri, dan OJK hendaknya terus meningkatkan perlindungan kepada masyarakat dan melakukan pengawasan serta menindak tegas penyalahgunaan pinjaman online atau finansial technologi peer to peer lending (fintech lending) yang meresahkan masyarakat.

Kedua, pihak penyelenggara pinjaman online hendaknya menjadikan Fatwa MUI sebagai pedoman dalam semua transaksi yang dilakukan.

Ketiga, umat Islam hendaknya memilih jasa layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah.

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini