Share

7 Fakta Tobatnya Bang Mandor Preman Pasar Senen: Berulang Kali Hampir Meninggal, Kini Sukses Tambak Udang

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 20 November 2022 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 19 621 2710883 7-fakta-tobatnya-bang-mandor-preman-pasar-senen-berulang-kali-hampir-meninggal-kini-sukses-tambak-udang-ybeDplftOm.jpg Fakta-fakta menarik di balik kisah tobat Bang Mandor preman Pasar Senen. (Foto: YouTube Kasisolusi)

ADA fakta-fakta menarik di balik kisah tobatnya Bang Mandor preman Pasar Senen, Jakarta Pusat. Mulai pernah berulang kali hampir meninggal dunia karena dibacok lawan-lawannya hingga kini sukses menjalani usaha tambak udang.

Simak sejumlah fakta cerita hijrah Bang Mandor berikut ini, sebagaimana telah Okezone himpun dari tayangan di kanal YouTube Kasisolusi:

BACA JUGA:Kisah Tobat Bang Mandor Preman Pasar Senen, Sekarang Sukses Punya 700 Hektare Tambak Udang 

1. Nama asli

Bang Mandor memiliki nama asli yang sangat bagus yakni Muhammad Iksan. Ia membagikan kisahnya saat terjebak di lingkungan gelap. Mulai duel hingga berulang hampir meninggal dunia karena dibacok oleh sekelompok orang.

Tapi kini kehidupan Bang Mandor berubah drastis. Dia mantap bertobat hingga meraih kesuksesan dalam usaha dengan memiliki lebih dari 700 hektare tambak udang. 

2. Berasal dari keluarga tidak mampu

Bang Mandor mengatakan dirinya merupakan anak yang lahir dari keluarga tidak mampu. Rumahnya ada di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat. Kemudian ia tumbuh di lingkungan yang notabenenya sering terjadi kerusuhan, hingga tidak jarang ditemukan mayat di wilayahnya.

"Kadang sehari ada tiga mayat. Itu bukan hal aneh lagi," ungkap Bang Mandor dalam kanal YouTube Kasisolusi.

BACA JUGA:Jumlah Muslim di Qatar, Negara Islam Tuan Rumah Piala Dunia 2022 

3. Merantau ke Jakarta

Pada tahun 1998 di saat terjadi krisis ekonomi di Indonesia dan suasana sangat kacau. Akhirnya Bang Mandor memutuskan pergi dari rumah dan coba mempertaruhkan hidupnya di Jakarta yang hanya bermodalkan uang Rp1.000 beserta gitar kecil.

4. Hidup prihatin di Pasar Senen

Sesampainya di Jakarta, kehidupan Bang Mandor tidaklah mulus. Ia sampai harus memungut sayuran yang berjatuhan di pasar demi menukarnya dengan sejumlah uang atau sekadar nasi bungkus untuknya makan.

"Kalau ada yang manggul kentang, wortel, itu saya kumpulkan. Lalu ditukar dengan nasi bungkus," bebernya. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

5. Mendapat hidayah

Kehidupannya dirasa hanya berjalan di tempat saja. Suatu hari Bang Mandor mulai mendapat hidayah, ia merenung kalau dirinya jauh dari Allah Subhanahu wa ta'ala.

Hingga akhirnya dirinya langsung mengambil wudhu dan masuk ke masjid untuk sholat. Padahal pakaiannya kotor dan lusuh, namun untungnya Bang Mandor masih sangat diterima oleh pengurus masjid.

"Enggak kebayang kalau saat itu sampai diusir, kayaknya enggak mau balik lagi," katanya.

6. Memulai usaha tambak udang

Perlahan kehidupannya mulai berubah, ia mencoba beralih pekerjaan menjadi calo tambak udang. Sampai akhirnya Bang Mandor saat ini memiliki usaha tambak sendiri, yaitu bertempat di kampung halamannya Muara Gembong, Bekasi.

7. Omzet miliaran

Menariknya lagi, omzet yang diperoleh dari hasil tambak udang itu mencapai miliaran rupiah. Kemudian Bang Mandor juga kerap diminta menjadi konsultan seputar tambak yang nantinya akan dibuka.

Allahu a'lam bisshawab. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini