Share

4 Amalan yang Bisa Dilakukan saat Terjadi Gempa

Hantoro, Jurnalis · Senin 21 November 2022 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 330 2711821 4-amalan-yang-bisa-dilakukan-saat-terjadi-gempa-FMBzMxbDeb.jpeg Ilustrasi amalan yang bisa dilakukan saat terjadi gempa. (Foto: Shutterstock)

GEMPA berkekuatan magnitudo 5,6 yang berpusat di Cianjur dirasakan sampai DKI Jakarta dan sekitarnya. Terkait musibah ini, agama Islam sudah lama menjelaskan bahwa gempa merupakan bentuk peringatan dari Allah Subhanahu wa ta'ala kepada umat manusia.

Allah Ta'ala memberi sinyal bahwa manusia janganlah berbuat maksiat atau kerusakan, kemudian segera bertobat kembali ke ajaran Islam.

BACA JUGA:Barakallah! Alquran Surat Al Hujurat Ayat 13 Jadi Pembuka Piala Dunia 2022 Qatar 

 

Jadi gempa bukan sekadar fenomena alam. Gempa merupakan sebuah tanda kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala atas segala hal. Allah Ta'ala juga yang menjadikan pergerakan lempeng bumi hingga terjadi gempa.

Terjadinya gempa ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala di dalam kitab suci Alquran:

ﻭَﻣَﺎ ﻧُﺮْﺳِﻞُ ﺑِﺎﻟْﺂﻳَﺎﺕِ ﺇِﻟَّﺎ ﺗَﺨْﻮِﻳﻔًﺎ

"Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti." (QS Al Isra: 59)

Saat musibah gempa mengguncang, terdapat amalan yang dapat dilakukan kaum Muslimin. Berikut ini penjelasannya, sebagaimana diungkapkan Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi, dikutip dari Muslim.or.id.

BACA JUGA:Makna Surat Al Hujurat Ayat 13 yang Dibaca saat Pembukaan Piala Dunia 2022 Qatar 

1. Tobat kepada Allah Ta'ala

Sesungguhnya peristiwa gempa akan membuahkan bertambahnya iman kaum Muslimin, memperkuat hubungannya dengan Allah Subhanahu wa ta'ala. Manusia harus sadar bahwa musibah gempa tidak lain adalah peringatan akibat dosa-dosa berupa kesyirikan, kebid'ahan, serta kemaksiatan. Malapetaka itu tidak akan dicabut oleh Allah Subhanahu wa ta'ala dengan tobat dari manusia.

Imam Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah menjelaskan, "Kadang-kadang Allah mengizinkan bumi bernapas sehingga mengakibatkan gempa dan tsunami yang dahsyat, sehingga hal itu menjadikan ketakutan kepada Allah, kesedihan, tobat, dan berserah diri kepada Allah." 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

2. Banyak berzikir, istighfar, dan berdoa kepada Allah Ta'ala

Imam Syafi’i mengatakan, "Obat yang paling mujarab untuk mengobati bencana adalah memperbanyak tasbih."

Sementara Imam As-Suyuthi menjelaskan, "Hal itu karena zikir dapat mengangkat bencana dan azab, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

فَلَوْلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلْمُسَبِّحِينَ ﴿١٤٣﴾ لَلَبِثَ فِى بَطْنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴿١٤٤﴾

Artinya: "Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit." (QS Ash-Shoffat (37): 143–144)

Allah Subhanahu wa ta'ala juga berfirman:

وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ ﴿٣٣﴾

Artinya: "Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun." (QS Al Anfal (8): 33)

Ayat ini menunjukkan ada dua hal yang bisa melindungi manusia dari azab. Pertama, kehadiran Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam di tengah-tengah manusia dan ini bersifat sementara. Kedua, istighfar serta meninggalkan segala dosa dan ini bersifat seterusnya sekalipun Nabi Muhammad telah meninggal dunia.

3. Membantu para korban bencana

Umat Islam hendaknya membantu saudara-sadaudaranya yang mengalami kesulitan akibat tertimpa musibah gempa. Berikan bantuan semaksimal mungkin untuk meringankan beban para korban.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Artinya: "Barang siapa membantu menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan menghilangkan kesusahan darinya esok di hari kiamat." (HR Muslim Nomor 2699)

Khalifah Umar bin Abdul Aziz dahulu ketika terjadi gempa, beliau menulis surat kepada para gubernurnya untuk bersedekah dan memerintahkan rakyat untuk melakukannya juga. 

4. Menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Dosa merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya musibah, termasuk gempa. Maka itu hendaknya dosa tersebut diperbaiki, seperti dengan menegakkan dakwah, saling menasihati, dan amar ma’ruf nahi munkar sehingga mengecillah kemungkaran.

لُعِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنۢ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُۥدَ وَعِيسَى ٱبْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا۟ وَّكَانُوا۟ يَعْتَدُونَ ﴿٧٨﴾ كَانُوا۟ لَا يَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍۢ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا۟ يَفْعَلُونَ ﴿٧٩﴾

Artinya: "Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Dawud dan Isa Putra Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu." (QS Al Ma'idah (5): 78–79)

Namun jika umat manusia mendiamkan kemungkaran maka bisa jadi bencana akan kembali menimpa. Mari sama-sama mencegah keburukan agar keberkahan selalu menyertai.

Allahu a'lam bisshawab

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini